SELAIN HASILKAN CASSA 212 PT LEN Gandeng Koperasi Keluarga SP FKK PTDI

Rabu, 05/10/2011

Bandung – Untuk memenuhi kebutuhan produksi PT Len Industri (Persero), telah melakukan kerjasama dengan Koperasi Keluarga Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SPFKK) PT DI. Kesepakatan kerjasama itu, dilakukan di Hanggar Bengkel KKSP FKK PT DI, Jalan Somawinata Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (4/10) kemarin.

NERACA

Penandatangan KSO langsung dilakukan Direktur PT Len Industri, Wahyudin Bagenda mewakili PT Len dan Ketua KKSP FKK PT DI, Eko Waluyo, yang disaksikan Deputi Bidang Usaha Industri Strategi Manufaktur Kementerian BUMN, Irnanda Laksanawan dan Anggota Komisi IX DPR RI Arief Minardi.

Deputi Bidang Usaha Industri Strategi Manufaktur Kementerian BUMN, Irnanda Laksanawan mengatakan, KSO ini merupakan suatu kerjasama BUMN strategi yang telah dilakukan PT Len.

“PT Len mulai babak baru industri teknologi tinggi terhadap mitranya mantan karyawan PT DI yang mempunyai kemampuan teknologi tinggi yang terus berkarya dengan baik,” ujar dia.

Irnanda menyatakan, dirinya mendorong dan mendukung penuh untuk terus berkomitmen meningkatkan industri teknologi tinggi diluar BUMN, seperti yang telah dilakukan di negara Korea dan Jepang.

“Industri besar di luar negeri, mereka didukung industri kecil mitranya, ini yang pernah kita rencanakan 20 tahun lalu,” ujar Irnanda.

Menurut dia, mitra kecil ini diharapkan bisa membantu BUMN strategi yang selama ini sebagian dari kebutuhan industrinya harus import.

“Ini calon mitra strategis yang perlu dibina yang bisa mendukung, jadi yang selama import bisa digantikan dengan home industri tingkat tinggi dengan harga murah,” tutur dia.

SPFKK PT DI Hasilkan Cassa 212

Masih dari laporan Neraca di Bandung, sementara itu, Koperasi Keluarga Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SPFKK) PT. DI yang seluruh anggotanya merupakan mantan karyawan PT DI, telah mampu memproduksi kursi Cassa 212 milik Merpati.

Demikian dikemukakan Anggota Komisi IX DPR RI Arief Minardi, kepada wartawan di Hanggar Bengkel KKSP FKK PT DI, masih di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (4/10).

Menurutnya, dengan adanya kerjasama bersama PT Len Industri (Persero) sebagian anggota koperasi yang mempunyai keahlian tinggi bisa berkembang lagi sehingga SDM yang ada masih bisa bermanfaat.

“Selain memproduksi kursi Cassa 212, kita juga memasok sebagian alat yang dibutuhkan Pertamina maupun PLN, biasanya mereka import dengan harga malah, kalau hasil kita itu bisa setengahnya,” tutur Arief, yang juga pembinaan Koperasi Keluarga SPFKK PT DI.

Arief menyatakan, selain memproduksi teknologi tinggi, para mantan karyawan PT DI, juga ada yang menanam sayuran organik bertempat di Cisarua, Lembang.

“Untuk sayuran organik kita ada 2 hektare, ini menjadi percontohan di Jabar dan menjadi tempat pelatihan bagi provinsi lain,” ucap dia.

Arief mengaku, untuk sayuran organik pihaknya tidak bisa memenuhi kebutuhan maupun kebutuhan konsumen dengan pangsa pasar modern.

“Untuk mengembangkan usaha pertanian maupun teknologi tinggi, kita masih terbatas daya. Iuran dari para anggota koperasi yang mencapai Rp9 miliar kita gunakan untuk aset,” kata dia.