Robot Pemadam Kebakaran Anak Indonesia

Sabtu, 08/10/2011

Semenjak terjadi arus informasi dan teknologi, yang dikenal dengan globalisasi, semua Negara-negara didunia melakukan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan. Pendidikan merupakan martabat suatu bangsa, bila suatu negeri dan bangsanya memiliki ilmu pengetahuan yang luas, maka bangsa itu merupakan bangsa yang beradab dan berdaulat.

Neraca. Indonesia merupakan bagian dari bangunan dunia Internasional yang turut serta mengisi peradaban dunia. Menyusul ketertinggalannya, kini bangsa Indonesia mulai bangkit dan meningkatkan ilmu pengetahuannya tanpa melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Berbagai kompetisi ilmu fisika dan kimia serta matematika, telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan, bagi bangsa ini. Bahkan termasuk dalam bidang teknologi, khususnya robot, bangsa ini telah melahirkan anak-anak generasi penerus yang cakap dan luwas.

Penemuan dari hasil interprestasi ilmu merupakan khasanah bagi generasi penerus bangsa yang meski diteladani. Penemuan dari bidang teknologi pencipataan robot merupakan prestasi yang membanggakan. Salah satunya adalah robot pemadam kebakaran yang dikenal DU-14, yang diperagakan pada kontes robot di San Mateo Event Center, Amerika Serikat, 2010.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa anak negeri ini mampu menguasai teknologi dan menerapkannya untuk yang berguna bagi kepentingan umum. Semenjak terjadinya revolusi industri di Inggris, maka terjadilah arus informasi dan teknologi keseluruhan belahan dunia, sampai saat ini. Kemajuan teknologi tersebut membuat kehidupan menjadi mudah, hamper diseluruh lini kehidupan manusia. Hasilnya berbagai kemajuan yang terasa pada dalam dunia kesehatan, transportasi dan industri telah memetik hasilnya.

Robot yang ditemukan dan dibentuk dalam penciptaannya adalah untuk membantu manusia melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Jadi robot bukan untuk menggantikan posisi manusia, hanya sebagai alat yang mempermudah kegiatan atau pekerjaan manusia. Indonesia telah membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu menggunakan teknologi untuk kemajuan dan keselamatan bagi hidup orang banyak.

Dikutip dari sumber media lain, Salah satu contoh dari seorang mahasiswa tekhnik computer Universitas Komputer Bandung, Rodi Hartono yang dibimbing oleh dosen pembimbingnya dari divisi Robotika, Yusril Yeka Kerlooza, telah berhasil meraih prestasi yang kedua kali pada 2010. Robot DU-114, berhasil mengalahkan kompetitornya dari berbagai Negara. Negara-negara yang mengikuti kompetisi itu antara lain, Inggris, Amerika Serikat, Mesir dan beberapa Negara lainnya. Pada kompetisi tersebut Indonesia berhasil meraih kategori yang bergengsi, ‘Open Autonomous Fire Fighting’ yang berarti robot pemadam api. Di desain untuk memadamkan api baik didalam ruang maupun diluar ruangan. Memiliki sensor yang sangat sensitive terhadap api, sehingga bila ada api yang menyala maka robot tersebut segera mencari lokasi api, lalu setelah menemukannya, api tersebut langsung dipadamkan.

Peserta kontes tersebut diikuti oleh hampir 20 negara, seperti Inggris, Mesir Amerika Serikat, Brazil, Hongkong, Kanda, Jepang, Korsel, Indonesia, India dan sebagainya. Negara-negara tersebut berkompetisi untuk 72 kategori yang di tetapkan oleh dewan juri. Kompetisi itu mendapat sambutan hangat oleh masyarakat internasional yang datang untuk melihat dan meliput acara tersebut.

Sebelumnya dari Indonesia memang telah di lakukan pelatihan untuk pembuatan robot. Kontes yang ada di dalam negeri merupakan pelatihan persiapan anak Indonesia untuk bisa menciptakan robot yang terbaik. Setelah melalui seleksi maka para pemenang dalam kategori itu menjadi wakil bangsa Indonesia untuk berkompetisi ditingkat Internasional. Menurut Yusrila Kerlooza, dengan adanya kompetisi yang diadakan didalam negeri sendiri, untuk melihat berbagai kemampuan, kelebihan, kelemahan robot buatan sendiri maupun robot buatan negara lain, sehingga bisa dikembangkan dan di interprestasikan dengan baik.

DU-114 salah satu kebanggaan bangsa, berukuran 28 cm x 23 cm x 21 cm yang berprototipe seperti tank, serta memiliki beberapa sensor gerak yang sangat akurat. Menjadikan DU-114 merupakan pesona yang menjadi daya tarik bagi yang lainnya. Kemajuan itu, hendaklah tetap dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan teknologi dibidang lainnya, sehingga dapat mempermudah hidup manusia. (shiddiq)