Sidang BII Gugat Mantan Karyawannya Ditunda

NERACA

Jakarta - Sidang lanjutan gugatan hubungan industrial yang diajukan PT Bank Internasional Indonesia, Tbk (BII) kepada mantan Manager Industrial Relations BII (Bank Internasional Indonesia), Teddy Irawan terpaksa ditunda.

Pasalnya, menurut kuasa hukum Teddy Irawan, Ramsuddin Manullang saksi ahli yang diajukan pihaknya belum bisa hadir pada Senin (24/8) "Tadi saksi kita tidak bisa hadir," kata dia di Jakarta, Senin (24/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, gugatan ini diajukan BII hendak memutuskan hubungan kerja kepada Teddy lantaran yang bersangkutan melanggar perintah atasan.

Pada persidangan yang lalu, kuasa hukum BII menyebutkan, bahwa Teddy tidak becus melakukan tugasnya. Pasalnya, pada sidang yang lalu tim kuasa hukum BII yang dipimpin Ardin Sitorus menanyakan kepada mantan atasan Teddy, Sapto Aji akibat Teddy melakukan pemecatan terhadap ratusan pegawai di Cabang Surabaya.

Akibatnya BII dilaporkan melakukan union busting atau pemberangusan serikat buruh yang dianggap merugikan perusahaan ke Kemenaker. Teddy sendiri menganggap hal itu hanyalah mengada-ngada. Sebab, berdasarkan hierarki struktur organisasi dia hanya menjalankan tugas.

Dia menduga, jika petinggi tempatnya bekerja sengaja melakukan cuci tangan atas diberhentikan ratusan karyawan BII yang kebanyakan bukan termasuk core business.

Dimana, Teddy menjelaskan sebelum dirinya diberhentikan secara tidak hormat oleh bank yang sekarang dipimpin Taswin Zakaria itu ada kebijakan pengurangan pegawai yang mencapai 500 orang di seluruh cabang BII.

Pemberhentian tersebut, adalah tugas yang diberikan para petinggi BII dalam menjalankan instruksi Bank Indonesia (BI)."Bahwa pegawai yang bukan core business wajib dialihdayakan. Dan BII adalah yang terakhir menjalankan instruksi tersebut," jelas dia, Senin lalu (10/8).

Atas kebijakan itu, dirinya pun mengaku, berhasil mempecat ratusan pegawai yang notabenenya karyawan bawahan. Seperti, cleaning service, security dan driver."Bahkan, bagian collector pun saya hadapi," jelas dia.

Namun, Teddy menyebutkan, dari ratusan orang yang di-PHK tersebut tidak banyak yang mengajukan gugatan."Artinya saya mampu menghandle mereka," tutur dia.

Tetapi, lama berselang, dia pun dipecat oleh atasannya yang merupakan Ani Pangestu yang merupakan Direktur Human Capital BII. "Namun, saya yakin bu Ani hanya jalankan perintah atasannya," kata dia.

Teddy pun tidak menafikan jika pemecatan itu adalah upaya cuci tangan BII. Sebab, saat ini terdapat 7 pegawai BII di Surabaya mengajukan gugatan PHI."Bisa jadi (cuci tangan) itu karena mereka ingin menyalahkan persoalan pemberhentian pegawai kepada saja," ungkap dia. Mohar

BERITA TERKAIT

40 Orang Lebih Ikut Gugat Pemerintah Terkait Polusi Udara

40 Orang Lebih Ikut Gugat Pemerintah Terkait Polusi Udara NERACA Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyatakan penyampaian gugatan…

Merajut Perdamaian, Persatuan dan Menjaga Kondusivitas Sidang MK

    Oleh : Anwar Iskandar, Alumni Universitas Pelita Harapan   Paslon nomor urut 02 telah mengajukan permohonan Perselisihan Hasil…

Dukung Hasil Keputusan Sidang MK Demi Persatuan Bangsa

    Oleh: Muhammad Martin Abdullah, Mahasiswa Unas Jakarta   Pelaksanaan Pemilu 2019 ini banyak pihak menilai sudah berjalan baik…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

BEM IAID Ciamis Gelar Halal Bi Halal Kebangsaan

BEM IAID Ciamis Gelar Halal Bi Halal Kebangsaan NERACA Ciamis – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Darussalam (IAID)…

Pemerintah Wajib Jamin Kepastian Hukum bagi Kreditur Asing

Pemerintah Wajib Jamin Kepastian Hukum bagi Kreditur Asing NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan rasio non-performing loan…

Sjamsul Nursalim Yakin Pemerintah Tunaikan Janji

Sjamsul Nursalim Yakin Pemerintah Tunaikan Janji NERACA Jakarta - Sjamsul Nursalim (SN) yakin pemerintah akan menunaikan janji yang telah ditandantangi…