Mesjid Agung Banten Hadirkan Wisata Religi

NERACA. Kompleks Mesjid Agung Banten merupakan salah satu yang memiliki daya tarik tersendiri. Mesjid Agung Banten dibangun oleh Sultan Maulana Yusuf putera dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1566. Selain serbagai pusat pengembangan Islam di banten, mesjid ini juga dibangun untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada. Pariwisata yang didominasi kaum hawa berdatangan dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Tampak sekali rasa antusias mewarnai rona muka tatkala mereka berkunjung atau berziarah ke Mesjid Agung Banten.

Meskipun telah berumur lebih dari 4 abad (didirikan pada kisaran tahun 1560-1570), nampak masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. Seperti juga mesjid-mesjid lainnya, bangunan induk mesjid berdenah segi empat. Atapnya merupakan atap bersusun lima dengan bagian kiri dan kanannya terdapat masing-masing serambi. Agaknya serambi ini dibangun pada waktu kemudian.

Didalam serambi kiri, yang merupakan bagian utara dari mesjid, terdapat makam-makam dari beberapa Sultan Banten dan keluarganya, diantaranya makam Maulana Hasanuddin dan isterinya, Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Abu Nashr Abdul Qahhar. Sedangkan didalam serambi kanan, yang terletak di selatan, terdapat pula makam-makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin dan lain-lainnya. Pada bagian tangga pada masdjid itu memiliki model menyerupai goa, yang menurut sejarah pembangunannya dilakukan atas bantuan seorang arsitektur asal Mongolia bernama Cek Ban Cut.

Pada sisi timur dari mesjid tersebut terdapat menara yang berdiri dengan ketinggian sekitar 30 meter dengan diameter bagian pangkalnya sekitar 10 meter. Menara ini dulunya selain sebagai tempat untuk mengumandangkan azan juga digunakan untuk melihat/mengawasi perairan laut. Konon menara ini dibangun semasa kekuasaan Sultan Haji pada tahun 1620 oleh seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucazoon Cardeel. Pada waktu itu, Cardeel memang membelot ke pihak Banten, dan kemudian dianugerahi gelar Pangeran Wiraguna.

Dibagian dalam menara tersebut terdapat sebuah tangga untuk menuju bagian atasnya. Tangga tersebut melingkari menara pada bagian tepi dalamnya dengan lorong sempit yang hanya cukup dilewati oleh satu orang saja. Bahkan bila Anda memiliki ukuran tubuh yang gemuk/besar, bisa dipastikan tidak akan bisa melewatinya. Dari bagian atas menara ini, kita dapat melihat pemandangan disekitar mesjid termasuk lautan lepas dengan perahu-perahu nelayannya. Jarak antara menara ini dengan pantai tidaklah jauh yakni kurang lebih 1,5 km, sehingga cukup jelas untuk memantau kesibukan di perairan laut banten.

Bagian Selatan dari Mesjid Agung Banten terdapat bangunan yang dinamakan Tiyamah. Bentuknya berupa segi empat panjang dan bertingkat. Bangunan ini mempunyai langgam arsitektur Belanda kuno dan menurut sejarah didesain pula oleh Lucazoon Cardeel. Dahulu bangunan ini dipergunakan sebagai tempat musyawarah dan berdiskusi tentang soal-soal keagamaan.

Kesultanan Banten memang menempatkan Islam sebagai landasan kehidupan politik kerajaan. Dalam hal ini Islam menjadi alat legitimasi atas kekuasaan penguasa, serta menjadi simbol identitas. Meskipun Islam mendominasi kehidupan politik dan kebudayaan di kesultanan banten, namun tidak menutup kemungkinanan agama lain menjalankan ritualnya disana. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan kelenteng yang merupakan pusat peribadatan etnis cina pada masa tersebut.

Dengan kata lain, Mesjid Agung Banten memang sarat dengan nuansa keagamaan Islam yang telah dipadu dengan budaya Barat dan Cina pada arsitektur bangunannya. Dengan adanya makam-makam kuno kesultanan Banten nampaknya semakin menjadikan mesjid ini ramai dikunjungi untuk wisata ziarah terutama dihari-hari libur maupun dihari-hari besar umat Islam lainnya.

BERITA TERKAIT

Gubernur Banten Ajak IAI Bantu Wujudkan 'Clean Governance'

Gubernur Banten Ajak IAI Bantu Wujudkan 'Clean Governance'   NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

Wagub Andika Minta BI Bantu Pengembangan Ekonomi di Banten Lama

Wagub Andika Minta BI Bantu Pengembangan Ekonomi di Banten Lama   NERACA Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy meminta…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Siap-siap Napak Tilas Gunung Krakatau Bulan Ini

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Provinsi Lampung kembali akan menggelar acara tahunan Lampung Krakatau Festival 2019 di Kota Bandar…

Lampion Terakhir di Dieng

Ajang tahunan Dieng Culture Festival (DCF) telah memasuki tahun kesepuluh. Sejak pertama kali digulirkan 10 tahun yang lalu, ajang ini…

Pilihan Wisata di Lampung selain Krakatau

Dari Jakarta, Lampung bisa ditempuh dengan penerbangan selama 45 menit atau perjalanan darat selama sekitar delapan jam sudah termasuk dengan…