TAK MILIKI IZIN DITUTUP POL PP Pertambangan Pasir Besi di Cainjur Picu Konflik Masyarakat

Cianjur -Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Cianjur harus berani menindak tegas setiap perusahaan tambang pasir besi yang tidak memiliki izin. Sebab jika dibiarkan membuat cemburu sosial bagi perusahaan yang memiliki izin, terlebih melanggar aturan yang berlaku.

NERACA

Informasi yang dihimpun Harian Ekonomi NERACA di Cianjur menyebutkan, perusahaan pertambangan pasir besi nakal di Kabupaten Cianjur selatan dan terus beroperasi tanpa izin yaitu PT Alfa Surya Cemerlang yang beroperasi di pantai Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang.

Dengan itu, sejumlah warga disana mempertanyakan legalitas izin usahanya, karena ditengarai tidak mengantongi izin tetangga, padahal perputaran uangnya sudah bisa mencapai ratusan juta rupuiah.

“PT Alfa ini tidak punya izin, dan menggunakan alat berat seperti beco. Kami mengharapkan siapa pun atau perusahaan manapun yang tidak memiliki izin, harus ditindak. Lantas Pol PP dan dinas PSDAP jangan diam,” kata M Munandar dan Dadi warga Cianjur selatan kepada Neraca..

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penindakan Pol PP Cianjur, Yadi Supriadi menjelaskan, khususnya PT. Alfa, sudah ditutup sejak tanggal 22 September lalu. Namun apabila masih membandel karena tetap mengoperasikan penambangan, akan ditindak lebih tegas lagi.

“Ini sesuai dengan peraturan atau Perda No 11 tahun 2001 tentang pertambangan umum. Jelas PT Alfa ini sudah kena denda. Namun untuk sementara telah kami tutup,” tegas Yadi lagi.

Setiap perusahaan pertambangan lanjut Yadi, boleh beroparasi di Kabupaten Cianjur, namun harus mendapatkan izin bupati, tentang pertambangan umum. “Pokoknya, siapa pun yang melanggar, bakal kami tindak, dan akan kami proses sesuai Perda,” pungkas dia.

Dikeruk Langsung Diangkut

Seperti diketahui, bisnis Pasir Besi yang berlokasi di Cianjur selatan, nampaknya menggiurkan para pembisnis . Hal ini lantaran, kandungan pasir besi mengandung sumber daya endapan pasir besi pantai jarak, yakni dari panjang pantai 75 km terdiri dari crude sand 88 juta ton, konsentrat 22 juta ton kandungan FE 58,24%, kadar titanium 13,45%.

Salah seorang tokoh Cianjur selatan, Jajang (40), mengungkapkan,manfaatpengelolaan pasir besi di wilayahnya itu, kini malah menjadi pemicu konflik di wilayah Cianjur selatan. “Karenanya, penutupan penambangan di wilayah Kecamatan Sindang Barang oleh Sat Pol PP kami sangat bersyukur sekali,” katanya.

Sedang Ketua Umum LSMKidul Bersatu ( KiBER), Herlan Suangsa, membenarkan adanya aksi beberapa hari yang lalu dari masyarakat Kecamatan Sindangbarang. Malahanwargamelakukan swiping semua truk yang digunakan untuk mengangkut pasir dan semua truk tersebut dikumpulkan di alun-alun Lapangan Kecamatan Sindang Barang. Dengan tujuan,agar penambangan pasir besi dihentikan.

“Padahal endapan pasir umumnya tidak luas, namun tidak akan habis pula kalau ditambang selama 100 tahun,” tuturnya.

Dia menjelaskan, jarak antara laut dengan pasir ditepi pantaitidak luas . Yaitu antara 50-250 meter dari garis pantai dengan jarak memanjang kurang lebih 60 km Panjang 75 km.“Pasir besi tersebut bisa dibuatkan atau didirikan pabrik pengolahan, bukan pasirnya dikeruk diangkat langsung ke pembeli,” kata dia..

Yang terjadi saat ini adalah pasir besi dikeruk dan langsung diangkut ke pembeli. Hal tersebut, membuat amarah masyarakat . Sebab, dampak dari penambangan akan timbul pengembangan wilayah. Selain itu, terjadi kerusakan alam serta kerusakan transportasi .

Pihaknya berharap, sebaiknya eksekutif serta yudikatif, berpikir lebih baik demi kesejahteraan masyarakat, bukan memicu konflik di masyarakat. “Kami sangat setuju sekali, untuk menghindari konflik berkepanjangan antara masyarakat, maka seluruh penambangan pasir besi, khususnya di wilayah Cianjur Selatan ditutup,” papar dia.

BERITA TERKAIT

Biodisel akan Masuk Ke Sektor Pertambangan

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan…

Pilkada Damai Menjadi Kebutuhan Masyarakat

  Oleh : Rivka Mayangsari, Mahasiswi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru   Pilkada 2018 tinggal menghitung bulan, tentunya segala persiapan bagi…

Bank Sampah Lebak Menjadi Lokomotif Ekonomi Masyarakat

Bank Sampah Lebak Menjadi Lokomotif Ekonomi Masyarakat NERACA Lebak - Bank sampah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadikan lokomotif ekonomi masyarakat…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

JBS Diharapkan Gairahkan Investasi di Jateng

  NERACA Purbalingga - Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah diharapkan dapat meningkatkan gairah investasi…

Tangsel Gencar Kembangkan Wisata Religi

NERACA Tangerang Selatan - Pemkot Tangerang Selatan kini giat mengembangkan destinasi wisata di berbagai sektor, termasuk salah satunya adalah Festival…

Arinal-Nunik Ajak Warga Masyarakat Membangun Lampung Berjaya

  NERACA Lampung Tengah  – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024 nomor urut 3, Arinal-Chusnunia mengajak seluruh…