WakuWaku Japan Bikin Rumah Hantu di MOI - Gaet Penikmat Horor

NERACA

Jakarta – Bagi pecinta film horor khususnya film horror Jepang, WakuWaku Japan menghadirkan rumah hantu Jepang di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah hantu dengan tema petak umpet ini merupakan rumah hantu Jepang pertama di Indonesia. Head of Programming and Operation Div WakuWaku Japan, Makato Makino mengatakan bahwa rumah hantu Jepang tersebut disuguhkan sebagai upaya promosi siaran WakuWaku Japan di beberapa TV berlangganan.

“Dalam siaran WakuWaku Japan ada program JHoror yang menayangkan film horror khas Jepang. Dari program tersebut ternyata banyak penikmatnya dan ratingnya cukup tinggi maka dari itu kami ingin memberikan nuansa tersendiri bagi penikmat film horror Jepang dengan membuat rumah hantu ini di Indonesia,” ungkap Makino saat ditemui usai meresmikan rumah hantu Jepang di Mall of Indonesia, Jakarta, akhir pekan kemarin.

Saluran TV berlangganan WakuWaku Japan telah diakses setidaknya 2,9 juta rumah tangga yang ada di Indonesia. Makino mengatakan saluran WakuWaku Jepang juga ditayangkan di tiga Negara yaitu Indonesia , Singapura dan Myanmar. Ia pun mengatakan hadirnya rumah hantu Jepang di Indonesia merupakan kegiatan yang pertama dilakukannya lantaran banyak masyarakat Indonesia yang tertarik pada cerita dan film hantu.

Acara rumah hantu ini diproduksi langsung oleh Hirofumi Gomi yang merupakan spesialis pembuat rumah hantu. Tahun lalu, ia membuat rumah hanta petak umpet yang menyedot perhatian sekitar 40 ribu pengunjung di acara summer festival di Jepang tahun 2014 lalu. Gomi menjanjikan pengunjung akan merasakan sensasi ketakutan yang sesungguhnya merupakan khas Jepang dengan memperhatikan detail-detail pengerjaannya.

Rumah hantu Jepang Petak umpet ini diadakan pada 15 - 23 Agustus 2015 di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada pertunjukan kali ini, pengunjung perlu menyiapkan dana Rp35 ribu untuk sekali masuk dan menikmati sensasi hantu-hantu Jepang dengan tokoh anak kecil bernama Suzu yang menurut kisahnya gadis kecil tersebut hilang ketika sedang bermain petak umpet, dan ketika ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam koper.

Pembuat rumah hantu Joisuke Arai mengatakan pemilihan tema petak umpet dalam rumah hantu memang sengaja dipilih karena permainan tersebut juga ada di Indonesia sehingga akan lebih mudah masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam jalan ceritanya. Ia pun menyiapkan dan melatih langsung talent (hantu) agar memberikan sensasi tersendiri dari rumah-rumah hantu yang ada di Indonesia.

Makino menambahkan dengan adanya rumah hantu Jepang di Jakarta, ia berharap akan semakin banyak masyarakat yang kenal dengan WakuWaku Japan dan budaya Jepang pada umumnya. “Saya ingin mengingatkan bahwa di Jepang tidak ada tempat yang menyeramkan hanya saja itu adalah bagian dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat Jepang,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

Kemenperin Bikin Material Center IKM Logam dan Komponen Otomotif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Tegal menginisiasi…

Wacana Abdi Negara Bekerja di Rumah

  NERACA Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal mendapat kesempatan untuk bisa bekerja di rumah. Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Raih Penghargaan Top Brand Award 2019

    NERACA   Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan, PT Sasa Inti mengalami pertumbuhan dan perkembangan…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

Said Abdullah: Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Jadi Lokomotif Penyelesaian Masalah Papua

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menegaskan sinergitas antara aspek ekonomi dan…