Riau Tuan Rumah SCC

Bahas Biosfir

Selasa, 04/10/2011

NERACA

Jakarta--Provinsi Riau mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kerja sama selatan-selatan (International Workshop on South South Cooperation (SCC) 2nd. Pertemuan internasional ini akan dihadiri 18 negara dan dibuka langsung Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan. "Mengapa Indonesia atau Riau yang dipilih. Salah satu alasannya UNESCO menganggap kita sebagai satu dari tiga negara yang memiliki hutan tropis yang sangat luas, di samping Kongo di Afrika dan Brazil di Amerika Latin," jelas Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada pers di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Kerjasama ini meliputi soal konservasi, keanekaragaman dan kebudayaan. Pertemuan akan berlangsung mulai hari ini (Selasa, 4/10) sampai 8 Oktober nanti. Terpilihnya Riau, menurut Rusli, tak lepas dari keberadaan Cagar Biosfir Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis yang luasnya mencapai 178 ribu hektar.

Menurut Rusli, cakupan kerjasama meliputi tiga bidang, maka setelah berdiskusi dan mengikuti seminar, para peserta akan diajak melihat langsung Cagar Biosfir Giam Siak Kecil dan proses pembibitan akasia di perusahaan Sinar Mas Forestry. "Sedangkan untuk bidang kebudayaannya, kita akan ajak para peserta SSC ini berkunjung ke Istana Siak yang kaya akan peninggalan kebudayaan," kata Rusli lagi.

Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri delegasi dari Brazil, Kongo, Jepang, China, Taiwan, Perancis, Korea Selatan, serta 10 negara Asean dan 1 Afrika Mali. Sekedar informasi, pada 2006, Pemerintah Daerah Provinsi Riau melakukan pelepasan areal Giam Siak Kecil. Pada 2009 resmi dideklarasikan sebagai cagar biosfir bersama PT Sinar Mas dan LIPI. Selanjutnya 2010 Indonesia, mendapat penghargaan dari direktur UNESCO untuk Asean di Jakarta. **cahyo