Membuka Usaha Perlukah Hoki?

NERACA.Untuk menyalakan sebuah bola lampu, Thomas A. Edison sang penemu lampu pijar, menempuh 1000 upaya kegagalan. Seorang asisten Thomas berkata, ”Akhirnya berhasil Pak,” ucap dia gembira menyaksikan lampu dihadapannya menyala beberapa detik. Thomas dengan santai menjawab, “Ya lebih dari seribu cara sekarang saya tahu. Bagaimana membuat lampu ini kelak akan bertahan lama".

Keberuntungan atau ‘hoki’ memang tidak dapat dijelaskan oleh faktor tertentu. Kisah Thomas, apakah sebuah keberuntungan? Setelah ia mencobanya hingga 1000 kali untuk mencapai harapan yang diinginkan.

Dalam dunia usaha, kadang faktor keberuntungan kuat melekat dalam setiap langkah pengembangan usaha. Lalu bagaimana para pengusaha membuat keberuntungannya sendiri, sehingga membuat usaha mereka berhasil? Keberuntungan atau hoki, nyatanya tidak terlepas prinsip-prinsip menjalankan usaha. Seperti; Rasa tanggung jawab.

Bagi pemilik Bisnis yang merasa, jika mereka memiliki keberuntungan umumnya merasa bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Ketika kegagalan ia temui, tak mudah ia melimpahkan kegagalannya karena faktor eksternal atau bahkan individu lainnya. Mereka biasanya cepat mengevaluasi kesalahan, karena tak ada orang yang mau terjeremus dilobang yang sama untuk ke dua kalinya.

Prinsip kedua adalah mau belajar dari kesalahan. Para pemilik bisnis yang beruntung tidak pernah melihat kesalahan sebagai sebuah kegagalan. Sebaliknya, kesalahan adalah kesempatan untuk belajar.

Prinsip ketiga, ketekunan. Para pemilik bisnis yang beruntung tidak berhenti pada satu titik dalam menghadapi masalah. Ketika suatu masalah atau situasi tidak diharapkan muncul, mereka segera bertindak untuk mengatasinya, tanpa penundaan, delegasi, atau lupa tentang masalah itu.Karena orang bisnis tidak membawa daftar hal-hal apa yang harus dilakukan dalam otak mereka. Sebaliknya, mereka menyelesaikan masalah dalam situasi secepat mungkin.

Prinsip keempat adalah keyakinan.Prinsip yang paling kuat adalah yang paling sering diabaikan, yakni keyakinan. Yakin dibagi menjadi dua bagian: kepercayaan diri dan keyakinan pada orang lain. Keyakinan pada diri sendiri adalah hal yang sangat penting, dan orang-orang yang menciptakan keberuntungannya sendiri, mereka memiliki tingkat derajat yang tinggi untuk bertindak tegas dan menempatkan harga diri pada posisi yang tinggi.

Mereka tetap pada tujuan mereka, tekun, dan bekerja untuk menciptakan kondisi yang akhirnya membantu mereka mencapai kesuksesan. Juga, mereka mempunyai visi yang besar. Mereka menggunakan imajinasi mereka untuk membentuk citra mental dari tujuan mereka. Tanpa kepercayaan diri tidak ada cara untuk memberanikan diri menghadapi situasi sulit.

Prinsip lainnya adalah kerjasama. Sinergi adalah kunci. Percaya pada orang lain akan mengarah pada kekuatan jaringan kerja dan teman. Disinilah letak tersedianya lebih banyak sumber daya untuk melaksanakan usaha. Caranya? Berpikir dengan menjalin kerjasama daripada bersaing. Nah apakah Anda masih memerlukan keberuntungan untuk memulai usaha?

BERITA TERKAIT

Gurihnya Untung Usaha Seblak Raja Pedas - Kerjasama Syariah

Usaha seblak adalah pilihan tepat bagi Andri Waryadi. Pasalnya dengan tawaran kerja sama dan berbagai kelebihan yang mulai dari varian…

Ada 50 Varian Rasa, Teguk Segarnya Usaha Kimo Ice

Bisnis minuman segar memang menggiurkan. Meski pemainnya sudah tak terhitung lagi, tak ada menyurutkan peluang bagi munculnya merek baru. Seperti…

Perlukah Pemerintah Memberi Tunjangan Profesi Wartawan?

Oleh: D.Dj. Kliwantoro Pemerintah telah memberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…