Biaya Sensus Pajak Capai Rp 60 Miliar

NERACA

Jakarta---Biaya Sensus Pajak Nasional (SPN) yang dilakukan pemerintah mulai 30 September hingga Desember 2011 diperkirakan mencapai Rp 60 miliar. Besarnya biaya yang dikeluarkan tersebut sebagian besar untuk membayar para petugas sensus di lapangan.. "Sekitar Rp 60 miliar," kata Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany kepada wartawan di Jakarta,2/10

Menurut Fuad, penggunaan dana terbesar digunakan untuk membayar upah petugas sensus dan pembuatan iklan sensus untuk sosialisasi, termasuk pembuatan atribut sensus.

"Tapi saya kira paling banyak untuk honor petugas pajak lapangan dan iklan. Tentunya untuk kertas dan bikin atribut serta macam-macam lah," tambahnya

Sensus pajak Ditjen Pajak menargetkan penambahan 3 juta Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) atau naik hingga 200%. "Kalau dari SPT kita harapkan ada tambahan sekitar 3 juta. Selama ini kan secara alami (tanpa sensus) itu tiap tahun ada tambahan satu jutaan secara natural. Tapi kalau kita harapkan dengan adanya sensus ini bisa naik tiga kali lipat dari yang semestinya," terangnya

Lebih jauh kata mantan Kepala Bapepam-LK ini, keberadaan sensus ini lebih difokuskan untuk menyisir wajib pajak, baik wajib pajak orang pribadi maupun badan (perusahaan). Ditjen Pajak akan menurunkan 3.000 pegawainya untuk program ini. "Target kita itu WP dulu, tapi dari WP 1,5 juta yang akan kita datangi dalam Oktober-Desember itu kita akan turunnya 3.000 pegawai kita. Dari jumlah 1,5 juta itu kita tidak bisa perkirakan berapa jumlah penerimaan pajak yang masuk dari mereka. Sulit untuk menghitung," paparnya.

Sementara untuk wajib pajak badan diharapkan hingga tahun 2014 ada 5 juta badan usaha yang membayar pajak. Saat ini, jumlah badan usaha yang sudah melaporkan kewajibannya kepada Ditjen Pajak sebanyak 466 ribu. Padahal, badan usaha yang terdaftar sebanyak 12 juta. "Ya kita usahakan dalam waktu 3 tahun ke depan bisa naik 10 kali lipat, jadi di akhir tahun 2014 target kita itu 5 juta badan usaha yang sudah bayar pajak," jelasnya.

Fuad menyatakan penyisiran dilakukan karena selama ini jumlah wajib pajak bila dibandingkan dengan jumlah warga negara sangat timpang. Dan imbas jangka menengah-panjangnya adalah mendongkrak penerimaan pajak. "Jumlah wajib pajak kita harus ditambah karena selama ini faktanya jumlah WP (wajib pajak)-nya kecil sekali sehingga penerimaan negara tidak cukup besar untuk memberikan pelayanan umum dan untuk membangun infrastruktur, kita akan sampai tahun 2012," tuturnya.

Yang jelas, kata Fuad, target jangka panjang dari SPN ini adalah meningkatka penerimaan pajak. "Tapi kan sensus pajak ini jangka panjang, jadi tujuannya untuk meningkatkan basis pajak kita," imbuhnya.

Ditempat terpisah, anggota DPR RI Komisi XI (bidang Keuangan) Indah Kurnia meminta agar petugas pajak harus dilengkapai dengan tanda pengenal yang Long Distance. Artinya, bisa dikenali dengan jarak jauh. "Kalau saya menjadi orang yang dicacah maka saya akan memastikan bahwa orang itu boleh masuk ke rumah saya," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Danai Untuk Modal Kerja - Asiaplast Beri Pinjaman TBE Rp 1,3 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten produsen plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) memberikan pinjaman kepada PT Tiga Berlian Electric (TBE) untuk…

ICBP Sisakan Dana IPO Rp 417,49 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten makanan dan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah merealisasikan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…