Jabar Antisipasi Dampak Impor Sayuran

NERACA

Bandung - Saat ini telah ada rencana impor sayuran dari beberapa negara ke Indonesia. Jabar, merupakan bagian dari wilayah Indonesia, tentunya berpotensi beberapa jenis sayuran bisa masuk ke Jabar. Untuk menghindari adanya dampak yang ditimbulkan akibat masuknya sayuran impor, Jabar telah melakukan langkah antisipasi.

Hal itu masing-masing ditegaskan Kadis Perindag Jabar Ferry Sofwan Arif dan Kadis Pertan Jabar, Endang Suhendar kepada Harian Ekonomi Neraca di Bandung, Sabtu (1/10) lalu.

Atas impor sayuran itu berdasarkan laporasn yang diterimanya diakui Ferry, ada beberapa jenis sayuran impor yang sudah masuk ke Pasar Induk Caringin yaitu kentang, cabai keriting dari India dan bawang dari Thailand.

Kedatangan barang impor termasuk jenis sayuran, lanjut Ferry, dalam era perdagangan bebas tidak bisa lagi dicegah. Untuk mengantisipasi dampak buruk yang diakibatkan oleh era perdagangan bebas perlu dilakukan antisipasi dari hulu hingga hilir.

Pada umumnya, impor produk akan terjadi jika kebutuhan produk lokal tinggi sementara stok barang terbatas. Stok sayuran bisa terbatas karena dipengaruhi oleh musim dan kondisi air. “Untuk mencegah keadaan tersebut, manajemen yang harus diperbaiki harus dimulai dari penanaman beberapa jenis sayuran,” tandas dia.

Berdasarkan evaluasi, stok sayuran lokal masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga kendati ada impor sayuran belum mengganggu stok sayuran lokal, memang hal yang harus diwaspadai adalah untuk beberapa jenis sayuran impor seperti barang harganya lebih murah dari pada bawang lokal.

BERITA TERKAIT

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+” Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020 NERACA Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia…

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama

Transformasi Bukalapak, Selaras Tren Suksesi Perusahaan IT Ternama  NERACA Jakarta – Tren suksesi kepemimpinan nampaknya sedang marak dilakukan oleh berbagai…

Prof. Rajab Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Universitas Moestopo

Jakarta-Pakar komunikasi Prof. Dr. Rajab Ritonga mengungkapkan, saat ini belum ada standar pendidikan calon wartawan yang rigid. Siapapun boleh menjadi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Puluhan Perusahaan di Banten Ajukan Penangguhan UMK 2020

Puluhan Perusahaan di Banten Ajukan Penangguhan UMK 2020   NERACA Serang - Puluhan perusahaan di Provinsi Banten seperti Kabupaten/Kota Tangerang dan…

Pemkot Sukabumi Terus Perkuat UMKM

Pemkot Sukabumi Terus Perkuat UMKM NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus berupaya optimal mendorong dan menumbuhkan para pelaku…

HUT Ke 52, KADIN DKI Jakarta Peduli Orang Tua

HUT Ke 52, KADIN DKI Jakarta Peduli Orang Tua NERACA Jakarta – Dalam rangka perayaan HUT 52 KADIN DKI mengadakan…