Dana Bantuan Siswa Miskin Kurang

Senin, 03/10/2011

NERACA

Bandung - Komisi D DPRD Kota Bandung menilai Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tidak serius memperjuangkan hak pendidikan bagi pelajar miskin. Terbukti, alokasi dana Bawaku bidang pendidikan pada 2011 ini berkurang banyak dibandingkan 2010. Dimana untuk tahun 2010 besaran Bawaku sebesar Rp 20 miliar, sedangkan tahun 2011 hanya Rp 8 miliar.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Deni Rudiana, kepada para wartawan mengungkapkan kekecewaannya, "Kami kecewa sekali dengan kinerja Kadisdik (Oji Mahroji). Maka itu, kami meminta Walikota untuk merekstrukturisasi Disdik Kota Bandung. Ya, ganti Kadisdik," ujarnya. Pernyataan itu sebagai bentuk kekesalan Komisi D terkait alokasi dana Bawaku bidang Pendidikan bagi pelajar miskin tingkat SMA/SMK yang berkurang drastis pada 2011.

Menurut Deni, Komisi D sudah memperjuangkan alokasi dana Bawaku bidang Pendidikan buat pelajar miskin tingkat SMA/SMK sebesar Rp 20 miliar pada 2011 atau sama dengan 2010. Namun pada APBD perubahan, lanjut dia, Disdik Kota Bandung tidak memperjuangkan untuk menambahnya. Berkurangnya dana Bawaku ini cukup besar, yakni untuk tahun 2011 dana Bawaku hanya Rp 8 miliar.

"Yang tadinya satu pelajar miskin tingkat SMA mendapat Rp 1,2 juta dan untuk tingkat SMK sebesar Rp 1,5 juta, tapi sekarang siswa hanya dapat Rp 300 ribu. Ini jelas membuat anak-anak/pelajar menangis, serta Kepala Sekolah menjerit," terang Deni.

Berkurangnya dana bantuan bagi pelajar miskin tingkat SMA/SMK ini, tentu saja bakal mengganggu psikologis pelajar. Jatah Rp 300 ribu yang diterima pelajar miskin saat ini dinilai sangat kecil atau kurang, tambah Deni.