Dana Bantuan Siswa Miskin Kurang

NERACA

Bandung - Komisi D DPRD Kota Bandung menilai Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tidak serius memperjuangkan hak pendidikan bagi pelajar miskin. Terbukti, alokasi dana Bawaku bidang pendidikan pada 2011 ini berkurang banyak dibandingkan 2010. Dimana untuk tahun 2010 besaran Bawaku sebesar Rp 20 miliar, sedangkan tahun 2011 hanya Rp 8 miliar.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Deni Rudiana, kepada para wartawan mengungkapkan kekecewaannya, "Kami kecewa sekali dengan kinerja Kadisdik (Oji Mahroji). Maka itu, kami meminta Walikota untuk merekstrukturisasi Disdik Kota Bandung. Ya, ganti Kadisdik," ujarnya. Pernyataan itu sebagai bentuk kekesalan Komisi D terkait alokasi dana Bawaku bidang Pendidikan bagi pelajar miskin tingkat SMA/SMK yang berkurang drastis pada 2011.

Menurut Deni, Komisi D sudah memperjuangkan alokasi dana Bawaku bidang Pendidikan buat pelajar miskin tingkat SMA/SMK sebesar Rp 20 miliar pada 2011 atau sama dengan 2010. Namun pada APBD perubahan, lanjut dia, Disdik Kota Bandung tidak memperjuangkan untuk menambahnya. Berkurangnya dana Bawaku ini cukup besar, yakni untuk tahun 2011 dana Bawaku hanya Rp 8 miliar.

"Yang tadinya satu pelajar miskin tingkat SMA mendapat Rp 1,2 juta dan untuk tingkat SMK sebesar Rp 1,5 juta, tapi sekarang siswa hanya dapat Rp 300 ribu. Ini jelas membuat anak-anak/pelajar menangis, serta Kepala Sekolah menjerit," terang Deni.

Berkurangnya dana bantuan bagi pelajar miskin tingkat SMA/SMK ini, tentu saja bakal mengganggu psikologis pelajar. Jatah Rp 300 ribu yang diterima pelajar miskin saat ini dinilai sangat kecil atau kurang, tambah Deni.

BERITA TERKAIT

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin

Peradi Dukung Program Bantuan Hukum Rakyat Miskin NERACA Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di bawah Ketua Umum Fauzie Yusuf…

Mitra Keluarga Baru Serap Dana IPO 37%

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) belum menyerap sepenuhnya dana hasil initial public offering (IPO). Sisa dana tersebut juga masih…

Dana Kelola Pinnacle Investment Rp 2,3 Triliun

Per September 2017, Pinnacle Investment diperkirakan telah meraup dana kelolaan reksadana mencapai Rp 2,3 triliun. Dana kelolaan perusahaan manajer investasi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh

Pemkot Palembang Minimalkan Kawasan Kumuh NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan terus berupaya meminimalkan jumlah kawasan kumuh…

Arief Harapkan Kerjasama Tangerang-DKI Semakin Efektif

Arief Harapkan Kerjasama Tangerang-DKI Semakin Efektif NERACA Tangerang - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berharap agar kerjasama dengan Pemprov…

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter NERACA Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini…