JIKA TERJADI PENARIKAN DANA SECARA MASSAL PT. Jamsostek Jabar Tidak Akan Panik

NERACA

Bandung - PT Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat dan Banten tidak akan panic bila terjadi penarikan uang Jamsostek secara massal. Sebab dana itu adalah milik para pekerja yang terdaftar sebagai peserta Jamsostek.

“Pihak PT. Jamsostek tidak akan panik jika terjadi penarikan dana secara massal oleh para pekerja yang terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Tiap hari, kami menimal membayarkan Rp 1 miliar bagi peserta Jamsostek di Jabar Banten,”ujar Staf Humas PT. Jamsostek Wilayah Jabar –Banten, Satria Akautar menanggapi maraknya wacana akan ada penarikan dana Jamsostek secara massal akibat kontrovesi pembahasan Rancangan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Pansus DPR RI.

Seperti dilansir Neraca beberapa waktu lalu, PT. Jamsostek mengalokasikan dananya hingga Rp 100 triliun, jika terjadi penarikan dana secara massal. “Kami sudah mempersiapkan semuanya apabila hal itu benar terjadi, karena uang itu kan uangnya para peserta Jamsostek juga,”tandas Satria, kepada Neraca akhir pecan kemarin..

Menurut Satria, setiap harinya minimal PT. Jamsostek Jabar Banten membayarkan Rp 1 miliar bagi peserta jamsostek. Untuk JHT (Jaminan Hari Tua) sampai Agustus 2011 sebesar Rp 1,030 miliar dengan jumlah kasus 163.789. Jumlah keseluruhan pembayaran untuk wilayah Jabar Banten sebanyak Rp 1,2 miliar. Untuk tahun 2010 yang dibayarkan Jamsostek Jabar Banten sebesar Rp 269.6 miliar lebih dimana jumlah kasus sebanyak 1.352.029.

“Setiap tahun baik penerimaan dana dari anggota maupun jumlah pesertanya PT. Jamsostek selalu mengalami peningkatan”, tegas Satria.

Adapun secara rinci, untuk Agustus 2010 jumlah perusahaan sebagai peserta jamsostek 27.911. Perusahaan yang aktif sebanyak 18.654, sedangkan perusahaan tidak aktif 8.257, jumlah tenaga kerja 2.256.003, total peserta Jabar Banten 7.089.473.

Pada Agustus 2011, terjadi peningkatan jumlah perusahaan peserta sehingga seluruhnya 31.588. Dari jumlah itu, perusahaan yang aktif 21.442, perusahaan tidak aktif 10.146, total tenaga kerja 2.516.296. Bagi perusahaan yang tidak aktif, mereka masih menjadi peserta jamsostek tapi belum membayar iurannya.

BERITA TERKAIT

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok - Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB NERACA Depok - ‎Adanya…

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KPU Kota Sukabumi Lantik Anggota PAW PPK dan PPS

KPU Kota Sukabumi Lantik Anggota PAW PPK dan PPS NERACA Sukabumi - Ketua KPU Kota Sukabumi Hamzah melantik dua Panitia…

Pemkot Palembang Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Pemkot Palembang Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah…

Aspartani Lebak Pasok Beras ke Jakarta

Aspartani Lebak Pasok Beras ke Jakarta NERACA Lebak - Asosiasi Pasar Tani (Aspartani) Kabupaten Lebak, Banten mulai memasok beras varitas…