Menjajaki Bisnis Sewa Peralatan Pesta

NERACA. Menjelang musim penghujan, hampir setiap akhir pekan dan minggu, selalu ada acara yang membutuhkan jasa sewa kursi, meja, bunga atau peralatan eksterior untuk pesta pernikahan. Tentu saja realitas ini merupakan sebuah peluang yang patut diraih.

Dalam hal persewaan kursi dan meja misalnya, tentu akan sangat membantu para pemilik pesta dalam menyediakan perlengkapan demi suksesnya sebuah acara yang akan digelar. Nah ada baiknya, untuk menangkap peluang yang dapat mendatangkan keuntungan ini, kita harus memiliki relasi yang baik, sehingga akan mempermudah kerjasama maupun memperluas pasaran kita.

Apabila hubungan baik telah terjalin dengan para pemilik pesta, maka langkah selanjutntya kita dapat menghubungi beberapa pihak yang berkaitan dengan acara tersebut. Misalnya saja menghubungi gedung yang akan dipakai untuk acara, atau event organizer yang akan menanganinya, yang semuanya akan berhubungan dengan tujuan, ‘menyukseskan’ sebuah acara.

Pentingnya menjalin kerjasama dengan baik, secara tidak langsung kita juga akan terbantu dalam memasarkan jasa kursi dan meja yang kita miliki. Nah untuk membuka bisnis jasa persewaan kursi dan meja, patut kita perhitungkan jumlah kursi yang dibutuhkan, misalnya minimal 1000 buah. Hal ini untuk menjaga bila jumlah tamu undangan suatu acara ternyata berjumlah banyak, atau untuk mengantisipasi apabila ada permintaan sewa dibeberapa tempat dalam waktu yang bersamaan.

Pertimbangan lain adalah banyaknya persaingan dibisnis persewaan kursi dan meja, ini harus membuat kita terus menjaga kualitas kursi dan meja yang disewakan. Caranya? Selalu perbarui peralatan yang telah rusak atau usang, sehingga pelanggan akan selalu mau menggunakan jasa usaha persewaan yang kita miliki.

Peluang usaha lain yang dapat mendukung jenis usaha kita adalah usaha persewaan tanaman hias. Peluang usaha persewaan tanaman hias, menjadi salah satu bukti bahwa peluang usaha dapat muncul dimana saja dan kapan saja. Ide peluang usaha ini muncul ketika sebagian pengelola kantor, gedung serta ruang-ruang publik lainnya yang tidak sempat lagi menghadirkan suasana asri dan memenuhi sisi keindahan dalam ruangan mereka. Dengan adanya peluang usaha tersebut, kini banyak orang yang menekuni bisnis persewaaan tanaman hias.

Selain biasa disewakan diperkantoran dan gedung ruang-ruang publik, jasa persewaan tanaman hias juga dapat digunakan dalam member kesan teduh pada sejumlah event-event tertentu. Biasanya pemilik event organizer akan menggunakan jasa tersebut jika mengadakan acara-acara tertentu. Misalnya saja saat seminar, acara pesta pernikahan, serta acara lain yang membutuhkan hiasan ruangan.

Umumnya bisnis persewaan bunga, banyak dicari pelbagai perusahaan maupun konsumen perseorangan yang sedang atau akan menggelar sebuah acara tertentu. Dan tak jarang pula, saat penataan meja dan kursi dalam sebiah acara yang akan dilaksanakan, pihak pengusaha sewa tanaman hias turut diundang sehingga desain ruangan yang akan digunakan akan mencapai harapan dari digelarnya acara tersebut.

Bahkan penggunan jasa penyewaan tanaman hias juga merambah para pengelola atau pemilik gedung perusahaan, maupun gedung apartemen dengan menghiasi lingkungan tempat kerja maupun tempat tinggal mereka.

Sebenarnya bisnis persewaan tanaman hias, akan menguntungkan kedua belah pihak yang menjalin kerjasama. Pasalnya disisi pengusaha persewaan akan membutuhkan masukan orderan, sedangkan konsumen menginginkan kemudahan dalam memperoleh keindahan tanpa harus bersusah payah mengurusi perawatan tanaman serta tanpa harus menanggung resiko rugi akibat tanaman yang ada di sekitar mereka mati.

Nah untuk lebih mengenal kalkulasi bisnis penyewaan yang mungkin akan Anda coba. Ada baiknya cermati beberapa analisa ekonomi usaha penyewaan tersebut.

Analisa Ekonomi Penyewaan Kursi dan Meja

Modal Awal

Pemelian kursi ( 1000 buah ) beserta mejanya Rp 30.000.000,00

Taplak meja dan sebagainya Rp 1.000.000,00+

Total Rp 31.000.000,00

Biaya Oprasional

Pegawai per acara 4 orang ( @ 50.000 x 4 x 6 acara ) Rp 1.200.000,00

Transportasi Rp 300.000,00

Telepon Rp 100.000,00

Iklan Rp 100.000,00+

Total Rp 1.700.000,00

Omzet per bulan

@ Rp 700.000,00 x 6 acara Rp 4.200.000,00

Laba per bulan

( Rp 4.200.000,00 – Rp 1.700.000,00 ) Rp 2.500.000,00

ROI (Return of Investment)

( Rp 31.000.000 : Rp 2.500.000,00 ) = < 13 bulan

BERITA TERKAIT

Anak Usaha AKRA Tambah Kapasitas Penyimpanan - Geliat Bisnis Sektor Hilir Minyak

NERACA Jakarta - PT Jakarta Tank Terminal (JTT), perusahaan patungan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan Royal Vopak akan menambah…

Matahari Bakal Rights Issue di Kuartal Pertama - Danai Pengembangan Bisnis

NERACA Jakarta – Dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk…

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…