Lokomotif UKM Dalam Gerbong Perekonomian

Sabtu, 15/10/2011

NERACA.Sejak era reformasi, UKM (Usaha Kecil dan Menengah) menjadi wacana yang hangat dalam berbagai forum diskusi. Namun, bagaimana sebenarnya nasib UKM? Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menyebutkan bila jumlah pengusaha kelas UKM mencapai lebih dari 40 jutaan. Andai satu usaha mempekerjakan dua orang saja, angka pengangguran pun pupus tersedot.

Tapi realitas berkata lain, karena hampir separuh jumlah tersebut adalah pengusaha kelas mikro, bahkan kelas supermikro. Meski banyak yang berkembang, lalu mampu berkembang menjadi sebuah usaha yang mandiri, bahkan mampu menghidupi banyak orang.

Untuk menjadi UKM yang berkembang, dan bukan UKM (Usaha Kecil Melulu), kita patut memperhatikan beberapa langkah penting. Pertama, mulailah fokus pada pengaturan jadwal yang lebih tertata. Artinya, banyak usaha kecil yang ketika mulai membesar, lalu sang pengusaha "tergoda" untuk ekspansi kebidang lain yang kurang sesuai dengan usaha yang tengah dijalaninya. Ada baiknya, jika ingin mengembangkan usaha lebih besar, kita fokus terlebih dulu.

John Kotter pakar bisnis dari University of Harvard Amerika, dalam buku yang berjudul, "Leading Change", mengatakan bahwa untuk berubah menjadi besar, sangat diperlukan perhatian yang terfokus pada usaha yang sudah dijalankan. “Dengan fokus, kita bisa mengatur jadwal dan kegiatan berkait pengembangan usaha dengan lebih maksimal,” demikian ujar John dalam bukunya.

Langkah kedua adalah memperhatikan kembali hubungan dengan karyawan. Ini dangat penting meski dianggap sepele. Saat kecil, untuk bertatap muka dan bertukar pendapat dengan karyawan sangat mudah. Namun setelah perusahaan berkembang besar, kadang tatap muka semakin jarang terjadi seiring dengan bertambahnya karyawan. Untuk itu, perlu dibuat sebuah sistem yang membuka peluang karyawan tetap merasa diperhatikan, sementara pemilik usaha tetap dapat menjalin kedekatan demi kemajuan roda usaha.

Maksimalkan kemampuan teknologi informasi (TI), menjadi langkah ke-3. Dengan teknologi informasi yang berkembang pesatnya. Ada baiknya pengusaha yang ingin membesarkan skala usahanya, memanfaatkan teknologi. Pembuatan website pun menjadi syarat mutlak.

Langkah lainnya adalah meningkatkan kemampuan meramal pasar. Artinya kumpulkan informasi yang berguna untuk pengembangan usaha. Karena dengan informasi tersebut, kita bisa meramalkan dan bahkan menciptakan tren baru yang bisa membuat usaha kita makin berkembang. Langkah ke-5 adalah tetap mendorong karyawan lebih kreatif.

Karyawan adalah aset paling berharga. Dengan SDM yang mumpuni, bisa dipastikan usaha akan lebih mudah berkembang. Karena itu, cobalah membuat suasana usaha agar karyawan bisa memiliki lebih banyak ide untuk membantu pengembangan usaha kita.

Beberapa perusahaan yang berkembang sering kali membuat kompetisi antarkaryawan, misalnya lomba ide pemasaran paling kreatif. Dengan cara-cara semacam ini, usaha akan lebih memiliki alternatif untuk dikembangkan sesuai dengan tujuan bersama yang telah disepakati sebelumnya bersama seluruh karyawan.

Langkah ke enam adalah mencari partner yang bisa mendukung pengembangan usaha. Salah satu upaya membesarkan usaha dengan cepat adalah dengan menjalin kemitraan, baik yang sifatnya sebagai penanam saham, penggabungan, atau bahkan akuisisi. Namun untuk usaha skala kecil, mulailah dengan mencari partner dengan kesamaan visi agar usaha lebih cepat berkembang.

Menurut Deb Roberts, CEO dari Synapse, salah satu kunci memahami pasar adalah dengan menguasai 5C. Yakni consumer, channel, company, competition, dan climate. Setelah mengetahui beberapa hal seputar pemasaran, sudah saatnya kita bergerak dengan rencana-rencana yang matang dan penuh perhitungan, dengan mempelajari masalah dan memperbaikinya dengan lebih intensif.

Saat masih kecil, ketika mulai bergerak maju, pastilah tantangan yang dihadapi akan lebih besar. Dan, makin besar usaha, makin besar pula masalah yang akan dihadapi. Buat semua analisis terhadap semua hal tersebut, di sana kita akan belajar banyak hal untuk menjadikan usaha lebih kuat dan mandiri saat menghadapi berbagai ujian lain.

Langkah ke Sembilan adalah memperbaiki arus komunikasi. Nah karena

komunikasi paling penting maka jangan remehkan komunikasi, baik internal maupun eksternal. Misalnya, saat mendapat pesanan via SMS atau email, buatlah segera tanggapan yang diperlukan untuk menangani pesanan tersebut.

Sedangkan langkah ke-10, adalah jangan sungkan bertanya, berguru, dan ‘bercermin’. Ada banyak pengusaha besar yang bisa dijadikan teladan dalam pengembangan usaha. Karena itu cobalah masuk ke beberapa komunitas seperti misalnya KADIN, HIPMI, atau komunitas pengusaha lainnya. Selain bisa meluaskan jaringan, kita bisa mendapat ilmu yang berguna untuk menjadikan usaha kita maju.