Banggar DPR Tidak Dewasa

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Bangsa ini mengalami krisis suri ketauladanan dari pemimpinnya, sehingga tidak heran tawuran yang terjadi antara pelajar dengan wartawan beberapa hari yang lalu , merupakan dampak atau hasil dari generasi bangsa lagi krisis moral serta hampa dari suri tauladan. Sudah bulan menjadi rahasia umum, jika petinggi bangsa ini masih bersikap jangka pendek dan hanya mementingkan kepentingan golongannya ketimbang kepentingan masyarakat luas.

Setidaknya sikap inilah yang ditunjukkan anggota Badan Anggaran DPR RI yang menolak untuk di periksa KPK sepanjang lembaga tersebut mau menghadiri rapat konsultasi dengan DPR. Cara ancam-mengancam inilah yang tidak menunjukkan sikap kenegawaranan sebagai pejabat negara. Sudah seharusnya, mereka tidak perlu menunjukkan sikap seperti dengan harus adanya jaminan.

Apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah memanggil anggota badan anggaran DPR RI perlu disikap dengan dewasa dan tidak perlu merasa risih jika tidak melakukan kesalahan atau tindakan korupsinya dan bukan sebaliknya, merasa dirugikan atau terkesan dibohongi hanya karena tujuan utama pemanggilan mereka sudah diluar batas.

Sejatinya, jika mereka berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi dan mencegah peluang terjadinya korupsi harusnya membeberkan apa yang terjadi dalam proses pencairan atau pembuatan kebijakan anggaran di setiap kementerian dan bukan sebaliknya memberikan ancaman mogok untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012.

Apa yang telah dilakukan Banggar DPR laksana seperti sikap kekanak-kanakan yang tidak diberi permen akan ngambek tidak akan belajar. Sebagai wakil rakyat mereka seharusnya berpikir panjang dan tidak bersikap sesaat, bagaimana jadinya bila benar mereka Banggar DPR tidak mau membahas RUU APBN 2012 akan merusak dan bahkan menghambat pertumbuhan ekonomi dan ujungnya rakyatlah yang dirugikan.

Bagaimana mungkin bangsa ini bisa mau lepas dari korupsi jika lembaga tinggi negara satu dan yang lainnya tidak koperatif untuk mendukung pemberantasan korupsi dan mereka sambil menunjukkan keangkuhannya bila mereka kebal hukum. Cara-cara seperti ini tidak akan membawa bangsa ini keluar dari keterpurakan, ketertinggalan hingga bisa bersaing dengan negara lain.

Sudah saatnya, penegakan hukum harus diatas segalanya karena semua dimata hukum sama dan kampanye pemberatasan korupsi juga sudah seringkali disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun kampanye ini hanya sebagai lips service dimana penegakan hukum hanya berlaku bagi mereka rakyat kecil, sementara mereka yang berada dilingkungan kekuasaan jauh dari penegakan hukum.

Rakyat sudah jera dengan penegakan hukum yang sebatas fatamorgana dan tidak tajam keatas, sebaliknya hanya tajam kebawah laksana pisau. Sikap Banggar DPR harus menunjukkan kestariaannya bila mereka wakil rakyat dan sudah berjalan yang benar atau menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku. Bila sikap kekanak-kanakkan mereka masih dipertahankan dan ditontonkan maka akan benar apa yang di inginkan rakyat bila Banggar DPR sebaiknya dibubarkan saja karena tidak berguna.

BERITA TERKAIT

Ikatan Pemulung Akan Adukan Perda Larangan Plastik ke DPR

Ikatan Pemulung Akan Adukan Perda Larangan Plastik ke DPR NERACA Jakarta - Peraturan Daerah (Perda) larangan penggunaan kemasan plastik, menuai…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi

PDIP: Prabowo Tidak Tegas, Caleg Gerindra Paling Banyak Terlibat Korupsi NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menanggapi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Infrastruktur Berkualitas Rendah - Oleh ; EdyMulyadi, Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden JokoWidodo itu…

Ketika Rakyat Sekadar Tumbal

  Oleh: Gigin Praginanto Antropolog Ekonomi Politik Perekonomian nasional itu ibarat sepeda. Harus selalu dikayuh agar bergerak dan tidak jatuh.…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…