Cuma 10 Hari Sosialisasi Kenaikan Tarif Tol

NERACA

Jakarta---Pemerintah menegaskan kenaikan tarif 14 ruas tol akan diberlakukan pada 7 Oktober 2011. Oleh karena pemerintah minta operator tol yang memberlakukan kenaikan tarif wajib melakukan sosialisasi kebijakan tersebut. “Dalam tempo 10 hari, saya minta badan usaha jalan tol itu memberikan penjelasan terlebih dahulu sosialisasi kepada masyarakat," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, (29/9)

Diakui Djoko Kirmato, pihaknya sudah menandatangani persetujuan kenaikan tariff 14 ruas tol tersebut. Namun tidak serta merta langsung berlaku dan masyarakat perlu diberi tahu terlebih dahulu. “Tarif tol itu tanggal 27 sudah saya tandatangani berlaku 10 hari setelah ditandatangani,” tegasnya.

Lebih jauh kata Djoko, kenaikan itu mencakup 14 ruas tol di seluruh Indonesia. Besar kenaikan tarif 14 ruas to itu sesuai dengan inflasi di kota setempat dengan rata-rata kenaikan 11-13%. Tarif baru berlaku 7 Oktober 2011 atau 10 hari setelah Djoko menandatanganinya 27 September 2011. "Sekarang mustinya kalau anda naik jalan tol sudah ada sosialisasinya tarifnya naik berapa menjadi sekian-sekian dan sebagainya, jadi sekarang suasana sosialisasi," imbuhnya

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan Indonesia akan menyetorkan dana hingga US$ 120 juta untuk patungan ASEAN Infrastructure Fund (AIF). Total dana yang akan ditampung dalam Asean Infrastructure Fund nantinya mencapai US$ 482 juta. "Itu sudah ditandatangani shareholder agreement-nya, jadi total modal pertamanya itu kan kira-kira ada US$ 482 juta dan terus sudah disepakati. Di 2012, di RAPBN ada. Langsung US$ 120 juta," ungkapnya

Nantinya, jelas Agus Marto, dana urunan tersebut akan turut membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara pendonor. "Nanti kita harapkan kalau sudah 80% disetor bisa langsung beroperasi di 2012 untuk melakukan pembiayaan infrastruktur di lingkungan ASEAN. Ini merupakan salah satu langkah dari ASEAN untuk menyelesaikan itu," jelasnya.

Menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, dari beberapa negara ASEAN yang menjadi pendonor ASEAN Infrastructure Fund ini, Indonesia dan Vietnam yang memiliki proyek paling besar. "Kelihatan dari list proyek-proyeknya, sudah dipersiapakan, dua negara yang nanti paling besar akan menarik dalah Vietnam dan Indonesia," katanya.

Diharapkan, pada tahun 2020 total kredit infrastruktur mencapai US$ 4 miliar. "Kita harapkan di tahun 2020 kita harapkan outstanding-nya sudah di US$ 4 miliar. Saya tidak terkait dari jumlah setorannya tapi terkait dari jumlah proyek dan kondisi yang layak untuk dibiayai," paparnya.

Sementara untuk obligasi infrastruktur, Agus Marto menyatakan merupakan alternatif pendanaan disamping AIF. **cahyo

BERITA TERKAIT

Arus Mudik, Tol Layang Jakarta-Cikampek Belum Bisa Digunakan

  NERACA   Jakarta – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa pihaknya masih terus menuntaskan…

Minum Alkohol Setiap Hari Tingkatkan Risiko Stroke

Konsumsi alkohol berhubungan dengan penyakit stroke. Penelitian anyar menunjukkan, meminum alkohol bahkan hanya segelas atau dua gelas setiap hari dapat…

BEDAH BUKU TOL LAUT

Penulis buku Memadu Tol Darat dan Laut Menggugah Keadilan Distributif dan Komutatif, Ansel Alaman memberi penjelasan tentang isi buku yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…