Duet BRI-Jiwasraya Tingkatkan Layanan Keuangan Terintegrasi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melakukan penandatanganan kerja sama sinergi bisnis dalam pemanfaatan sumber daya masing-masing BUMN untuk dikelola secara optimal dalam rangka meningkatkan pertumbuhan sektor bisnis keuangan di Gedung BRI 1, Jakarta.

Kerja sama pengelolaaan keuangan ini ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan pemanfaatan jaringan BRI yang tersebar dan terluas dalam rangka meningkatkan mutu layanan masing-masing lembaga.

Dengan kelolaan 6,5 juta jiwa pemegang polis dan total aset kelolaan sebesar Rp19,8 triliun, Jiwasraya telah berhasil membuku pendapatan Rp7 triliun pada akhir 2014. Dalam kerja sama ini Bank BRI dan Jiwasraya telah menyepakati untuk melakukan beberapa kerja sama layanan keuangan yang terintegrasi demi meningkatkan mutu layanan keuangan bagi nasabah dan para karyawan.

Penandatanganan PKS mengenai Payroll Agent dilakukan oleh Direktur Kelembagaan BRI dan Direktur Pemasaran Jiwasraya. Kerjasama ini untuk memberikan kemudahan layanan pembayaran Payroll bagi para agent Jiwasraya. Sementara Direktur Keuangan BRI dan Direktur Keuangan Jiwasraya melakukan penandatanganan PKS Layanan Custody. Layanan ini untuk mempermudah dalam pengelolaan aset Jiwasraya.

“Bank BRI sangat siap bekerjasama dengan Jiwasraya dalam membangun dan meningkatkan postur bisnis masing-masing lembaga. Dengan jaringan unit kerja BRI sebanyak 10.410 unit kerja dan 20.876 untit ATM berikut jaringan e-channel yang sangat kuat, kami sangat yakin dapat mendukung bisnis Jiwasraya,” tutur Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI.

Sebelumnya BRI dan Jiwasraya telah melakukan kerja sama dalam pengelolaan premi asuransi dengan menggunakan fasilitas Mass Debet BRI. Kerja sama ini berjalan dengan mekanisme pendebetan ke rekening BRI secara periodik dalam waktu tertentu.

Tidak hanya itu, Jiwasraya juga melakukan host to host melalui unit kerja dan ATM BRI, serta melakukan pengelolaan keuangan secara menyeluruh melalui Cash Management System BRI.

Di lain sisi, terdapat berbagai potensi yang dapat dikembangkan oleh kedua belah pihak dalam kerja sama kali ini. Di antaranya adalah pengelolaan aset Asuransi Jiwasraya pada tahun 2014 sebesar Rp19,7 triliun dengan portfolio investasi deposito sekitar sebesar 10% (sekitar Rp2 triliun), sehingga terdapat potensi peningkatan penempatan dana investasi Asuransi Jiwasraya sekitar Rp2 triliun.

Layanan remunerasi bagi agent Asuransi Jiwasraya yang berjumlah sekitar 12 ribu orang, merupakan potensi peningkatan jumlah rekening dan instanding tabungan BritAma. Pemegang polis Asuransi Jiwasraya sebanyak 6,5 juta jiwa, merupakan potensi penerima klaim dengan jumlah rata-rata setiap tahun sebesar Rp4-5 triliun.

“Saat ini pembayaran klaim tersebut masih dibayarkan secara manual melalui kantor-kantor Asuransi Jiwasraya. Tentu ini merupakan potensi luar biasa bagi peningkatan jumlah rekening dan instanding tabungan BritAma,” pungkas Budi. [ardi]

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Dana Bergulir - LPDB KUMKM Rekomendasikan Pembentukan BLUD dan Jamkrida

Optimalisasi Dana Bergulir LPDB KUMKM Rekomendasikan Pembentukan BLUD dan Jamkrida NERACA Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi, Usaha…

Reklamasi teluk, Solusi Jakarta menuju Global city

sukses Uni Emirat Arab  membangun Palm Island di lepas pantai kota dubai dengan gedung al burj, yang menjadi ikonnya. Banyak…

Perhutani-Amanah Githa Kerja Sama Asuransi Kecelakaan Kerja

Perum Perhutani dan PT Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha (Amanah Githa) melakukan kerja sama dalam program asuransi jiwa karyawan…

BERITA LAINNYA DI

Karhutla Sumatera dan Kalimantan Berkurang Jauh

Presiden Joko Widodo menyebut bahwa selama sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah berkurang jauh berkat…

Perusahaan Tersangka Karhutla Telah Inkrah

Sebanyak sembilan perusahaan yang ditetapkan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

Tiga Instrumen Penegakan Hukum Karhutla

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menerapkan tiga instrumen dalam upaya penegakkan hukum serta menindak tegas para…