Krisis Belum Berimbas Sampai Pertengahan 2012

NERACA

Jakarta---Krisis global yang terjadi di Eropa dan AS diprediksi baru terasa kemungkinan awal 2013. Karena itu kekhawatiran investor akan gagal bayarnya Yunani, diyakini belum akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini. "Ke depan, paling engga pertengahan tahun depan belum ada perlambatan ekonomi," kata ekonom, Purbaya Yudhi Sadewa kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/9)

Menurut Purbaya, krisis global tidak akan cepat merembet ke Indonesia. Masalahnya karena level bunga di Indonesia yang tergolong rendah, inflasi yang masih terkendali, serta daya beli masyarakat yang masih tinggi.

Bukan hanya itu, dia juga mengatakan ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap global saat ini sudah banyak berkurang, Sehingga, Indonesia tidak akan terkena dampak krisis global untuk saat ini. "Kita tidak panik karena dengan kebijakan moneter yang baik pertumbuhan ekonomi masih akan tetap terjaga," imbuhnya

Namun demikian, terkait dengan adanya kelakuan Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk mogok membahas RAPBN 2012. Bisa membuat runyam semuanya. Karena itu kalangan istana kepresidenan cepat merespon aksi tersebut. Karena dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan program kerja pemerintah 2012. Bahkan Presiden SBY siap turun tangan melakukan komunikasi dengan Pimpinan DPR. "Bilamana diperlukan komunikasi di tingkat pimpinan lembaga tinggi negara dalam hal ini, maka tentu presiden menyediakan waktu untuk pembahasannya," ujar Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha kepada wartawan , di Jakarta, Kamis (29/9)

Menurut Julian, langkah pemerintah untuk mempercepat pembahasan materi RAPBN 2012 adalah sangat penting. Karena menyangkut nasib rakyat. Makanya, semua institusi terkait perlu membangun komunikasi, baik menko perekonomian, menteri keuangan, menteri PPN/Bappenas, dan BI serta DPR. "Ini amanat konstitusi perlu pembahasan bersama DPR. Pemerintah tentu sangat berkepentingan agar ini bisa terlaksana baik. Kalau RAPBN 2012 sudah disahkan atau disetujui DPR artinya rencana pembangunan nasional 2012 bisa lebih dipastikan," papar Julian.

Berdasarkan laporan sementara dari Menko Perekonomuian Hatta Rajasa, sejauh ini pemerintah melihat pembahasan di DPR tengah berjalan tidak ada kebuntuan. Oleh karena itu Presiden SBY masih yakin tenggat waktu pembahasan 2012 pada Oktober 2011 bisa terpenuhi. "Masih ada waktu sebelum DPR reses. Presiden masih percaya ini bisa tepat waktu," jelas Julian lagi.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga meminta Banggar DPR untuk menunda masa resesnya. Sehingga embahasan RAPBN 2012 bisa rampung sesuai batas waktu pada Oktober 2011 ini. “Kami juga ingin mengusulkan agar reses yang jadwalnya sudah di minggu ketiga bulan Oktober dapat kita harapkan ada pengunduran waktu reses sehingga bisa kita selesaikan proses RAPBN 2012," jelasnya

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengaku terus membangun komunikasi yang baik dengan DPR. Sehingga semua permasalahan bisa diselesaikan dengan kepala dingin. “"Saya dalam kesempatan ini ingin membangun komunikasi dengan DPR khususnya dengan Banggar agar program penyusunan anggaran 2012 bisa kita laksanakan,”terangnya.

Disisi lain, Agus Marto yakin proses pembahasan RAPBN 2012 bisa selesai tepat waktu."Kami optimis nanti akan berkomunikasi untuk bisa menyelesaikan tugas negara," imbuhnya.

Seperti diketahui, Banggar sempat memboikot pembahasan RAPBN 2012 karena pimpinannya dipanggil oleh KPK terkait kasus mafia anggaran yang menguak setelah terbongkarnya kasus Nazaruddin.**cahyo

Related posts