Bank BRI Kucurkan Kredit Rp300 Triliun - Incar Pertumbuhan 23%

Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (Persero) telah mengucurkan kredit hingga Rp300 triliun per September 2011. Untuk tahun 2012, BRI mentargetkan pertumbuhan kredit hingga 23%. "Angka 2012, ekspansi lihat ekonomi seperti apa, dan pendanaan kita. Itu kita tetap pasang 20-23%. Angka moderat di situ," ungkap Sekretaris Perusahan BRI Muhamad Ali kepada wartawan usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Rabu.

BRI saat ini masih memperbaiki kualitas aset, terutama di sektor ritel dan menengah yang memiliki tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) lebih tinggi. "Itu, kita melihat modal juga, serta untuk ritel dan menengah mau memperbaiki portofolionya, NPL cukup tinggi dbanding segmen mikro dan korporasi. Jadi perlambatan di situ, fokus perbaiki lebih dahulu," jelasnya.

Ia menjelaskan, BRI tetap fokus di segmen mikro dengan portofolio dari total kredit mencapai 32% per semester satu 2011. Di tahun 2012, BRI tetap mematok target tinggi untuk pertumbuhan di segmen tersebut, mencapai 30%. "2012, untuk mikro kita tetap pasang target 30%, pertumbuhannya. Tahun ini tetap, sudah tumbuh sekitar 30%. Itu karena kita fokus di mikro, unit kerja banyak di mikro," ucapnya.

Dari sisi permodalan, lanjutnya, dengan target pertumbuhan moderat di tahun 2012, sebesar 20-23%, menurutnya tidak akan menggerus rasio kecukupan modal (CAR) cukup dalam sehingga perlu untuk mempertebal dengan penerbitan obligasi subordinasi (subdebt). "Subdebt kita terbitkan manakala kondisi di lapangan kredit tumbuh lebih dari 20-23%, kalau masih seperti itu belum akan subdebt," kata Ali.

Hingga akhir semester satu 2011, portofolio kredit BRI mencapai Rp 265,82 triliun, naik Rp 39,58 triliun atau 17,49% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 226,24 triliun.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir pada kesempatan yang sama mengungkapkan, kredit per September 2011 masih sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB). "Saat ini kredit tumbuh sekitar Rp 200-Rp 300 triliun dan valas hanya tumbuh 7% dari total pinjaman Per-September 2011," jelasnya.

Hasil RUPSLB

Sementara itu, hasil RUPSLB Bank BRI mengangkat Gatot Mardiwasisto sebagai Direktur baru. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) diputuskan pula bahwa pemegang saham menerima dan menyetujui permintaan pengunduruan diri Soedarjono senagai Wakil Komisaris Utama BRI. "Namun untuk pembidangan Pak Gatot belum ditentukan. Nanti akan dibicarakan di tingkat Direksi dan Komisaris," ungkap Direktur Utama BRI Sofyan Basir.

Gatot Mardiwasisto merupakan pejabat Kementerian BUMN yang dimasukkan ke BRI. Gatot merupakan Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN.

RUPSLB menyatakan penambahan direksi didasarkan pada pertimbangan berkembangnya BRI baik dari sisi bisnis maupun infrastruktur dan SDM. "Dan itu sudah jadi keputusan pemegang saham," kata Sofyan.

Terkait pengunduran diri Soedarjono sebagai Wakil Komisaris Utama tersebut tidak mengurangi independensi dewan komisaris sebagai pengawas perseroan karena jumlah komisaris independen dalam komisaris BRI meliputi 50% dari keseluruhan jumlah anggota dewan komisaris.

Komposisi Komisaris Independen tersebut memenuhi ketentuan BAPEPAM dan LK yang mensyaratkan sebuah perusahaan terbuka mempunyai Komisaris Independen minimal 30% dan aturan Bank Indonesia yang mewajibkan suatu bank untuk memiliki Komisaris independepen minimal 50% dari total jumlah anggota Dewan Komisaris

Related posts