SUDAH DILAPORKAN KE POLRES SUKABUMI Keterlibatan Sejumlah Oknum PNS di Lingkungan Disdik

Sukabumi - Keterlibatan sejumlah oknum PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, sudah dilaporkan ke Polres Sukabumi di Palabuhanratu, terkait kasus dugaan penipuan bermodus APBN-P. Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan, diminta untuk segera melakukan pembinaan serius terhadap bawahannya, agar kasus serupa tak terulang kembali.

NERACA

Hal itu dilontarkan tiga pentolan LSM di Sukabumi, saat dihubungi Harian Ekonomi NERACA secara terpisah, Rabu (28/9) kemarin. Seperti yang diungkapkan Ketua LSM JAMBE, Bambang Rudianto menilai, selama ini terjadi kelemahan dalam hal pengawasan terhadap PNS. Ini, kata dia, merupakan perhatia serius, karena melibatkan sedikitnya empat orang oknum PNS yang diduga telah melakukan penipuan dengan modus menurunkan proyek APBN-P asal memiliki dana pelicin.

"Padahal sebelumnya, banyak PNS yang dipecat di lingkup Pemkab Sukabumi. Tetapi masih ada saja oknum PNS yang mau melakukan dugaan penipuan. Saya rasa, Bupati atau Sekda sudah selayaknya memanggil Kepala Dinas para oknum PNS itu untuk memberikan klarifikasi," tegas Bambang Rudianto.

Hal senada diungkapkan Ketua Organiasi Sukabumi Raya, Ust. Asep. Menurut dia, dengan amat leluasanya, para oknum PNS tersebut telah melakukan dugaan penipuan dengan modus proyek APBN-P, karena menilai ada suatu system yang memudahkan melakukan perbuatan tersebut.

“Logikanya, oknum PNS apalagi dia seorang pendidik, seyogyanya harus selalu berada di sekolah. Bukan malah mencari keuntungan dari proyek. Dari hal ini bisa kita nilai bahwa para oknum PNS itu mendapatkan kelulasaan, dan kurang pengawasan baik dari atasannya langsung maupun dari inspktorat, " tegas dia.

Meluruskan Persoalan

Asep berharap, Kepala Dinas dan Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi, dapat meluruskan persoalan tersebut. Mengingat kasus ini bisa mencoreng nama baik Kabupaten Sukabumi, "Ini harus segera diluruskan. Apalagi kasusnya spesifik. Pemkab Sukabumi harus mmberikan teguran keras terhadap Kepala Dinas dan para oknum yang terlibat dalam dugaan penipuan tersebut. Kasihan para korban yang tertipu. Uang mreka hilang dengan harapan sekolahnya mendapatkan proyek bantuan pembangunan fisik dan alat peraga. Ternyata malah tertipu," jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi, Benyamin Sembiring yang dihubungi secara terpisah kepada NERACA menyebuitkan, pihaknya sangat berharap agar kasus ini secepatnya ditanangani oleh pihak Polres, dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap terlapor Andry Affandi Cs, serta meminta keterengan dari pihak pelapor guna proses hukum.

"Ini kan sudah lama. Kita hargai upaya polisi dalam penangan kasus ini. Harapan kita, polisi bisa secara cepat menanganinya, serta Andri Affandinya menghargai kinerja polisi" pungkas Benyamin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zaenal Mutaqin, berkali-kali dihubungi NERACA terkait bawahannya yang dilaporkan ke polisi, selalu tidak berhasil. Sementara Andry Affandi, dikabarkan semenjak kasus ini mencuat, dirinya sudah jarang masuk kantor. Sayangnya, tak satupun anak buahnya di SD tempat Andri Affandi jadi Kepala Sekolah, enggan memberikan komentar.

Related posts