Proyek Rel KA Bandara Segera Dikerjakan - Perpres Sudah Terbit

NERACA

Jakarta---Proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 7 kilometer segera dikerjakan. Alasanya payung hukum, alias Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar pengerjaan proyek tersebut telah diterbitkan, "Sudah keluar perpresnya, sehingga PT KA segera langsung mengerjakannya," kata Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin di Jakarta, Selasa,27/9.

Menurut Sumaryanto, pengerjaan seluruh proyek KA Bandara Soekarno-Hatta dipercayakan kepada PT Kereta Api tanpa harus membuat tim pembangunan. "Bila diserahkan dan dibentuk lagi tim, maka selesainya akan lama," katanya.

Sebelumnya, pembangunan jalur ini memakai skema kerja sama pemerintah swasta atau public private partnership (PPP) dengan menggunakan Perpres No. 13/2010. Namun, akhirnya pemerintah memutuskan menugaskan PT KAI melalui perpres baru.

Sumaryanto mengakui beberapa perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah berkomitmen untuk mengucurkan dana dalam pengerjaan proyek tersebut. "Mereka (perbankan) cuma membutuhkan perpres-nya saja biar jelas," katanya.

PT KAI akan memakai dana internal perusahaan untuk mengerjakan proyek yang diperkirakan menelan investasi senilai Rp2,3 triliun tersebut. Dalam pembangunan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta ini, PT KAI juga diminta untuk menyelesaikannya dalam tempo 1,5 tahun sejak perpres turun.

Sebelumnya, Sumaryanto mengatakan sistem transportasi di Indonesia mengalami degradasi dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya terkait minimnya gagasan kreatif dan kajian alternatif dari pemangku kepentingan. Pernyataan soal degradasi sistem transportasi ini didukung hasil penelitian Kementerian Perhubungan selama 2010-2011 tentang kecepatan rata-rata berkendara di ruas jalan DKI Jakarta yang hanya mencapai 30 kilometer per jam. ”Jika dibandingkan dengan Kuala Lumpur dan Singapura, kita jelas kalah jauh. Di dua kota itu, rata-rata kecepatan berkendaranya mencapai 70 kilometer dan 100 kilometer per jam, dengan tingkat kecelakaan yang minim,” ungkapnya

Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, pemerintah sudah memiliki sejumlah terobosan di bidang transportasi massal DKI Jakarta. Salah satunya proyek pembangunan rel kereta api menuju Bandara Soekarno-Hatta. ”Namun, proyek itu belum direalisasikan karena terbentur dana. Hasil kajian menunjukkan, proyek ini membutuhkan dana Rp 8 triliun yang jelas memberatkan pemerintah,” urainya

Padahal, proyek rel KA bandara ini bisa terwujud dengan dana hanya sekitar Rp 2 triliun. Syaratnya, dilakukan pemangkasan tarif dan perubahan rute. Jika sebelumnya tarif transportasi KA bandara dipatok Rp 70.000 dengan waktu tempuh 30 menit, Kementerian BUMN menawarkan solusi alternatif berupa penerapan tarif Rp 20.000. **cahyo

Related posts