Gubernur Jabar Bantu Petani Rp 40 Miliar

NERACA

Subang - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelontorkan Bantuan Sosial (Bansos) Tahun Anggaran 2011 untuk sektor Pertanian sebesar lebih kurang Rp 40 miliar. Bantuan tersebut diberikan bersamaan dengan acara Panen Padi menandai Panen Raya tingkat Provinsi Jawa Barat di Kampung Sawah Baru, Desa Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Senin (26/9) pagi.

Dengan bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), khususnya di kawasan Jawa Barat. Turut hadir Pelaksana Tugas Bupati Subang Ojang Sohendi beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Subang.

“Kita dukung terus program Pemerintah untuk mencapai surplus beras 10 juta ton di Indonesia pada tahun 2014. Untuk itu maka produksi padi Jawa Barat pada tahun 2011-2012 ditargetkan dapat mencapai 12,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Sehingga maksud bantuan sosial diantaranya mendorong petani untuk lebih meningkatkan produktivitasnya guna mencapai surplus beras,” tegas Heryawan di hadapan lebih kurang 1.400 undangan yang terdiri dari perwakilan 1.078 kelompok tani/Gapoktan/Unit Pengelola Jasa Alat Mesin Pertanian serta unsur dari lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Subang.

Menurut Heryawan, dengan perhitungan masyarakat Jawa Barat yang mencapai 43 juta lebih, diperkirakan dengan tingkat konsumsi 113 kilogram/kapita/tahun maka kebutuhan beras mencapai 7,71 juta ton GKG/tahun. Dengan asumsi produksi beras Jawa Barat mencapai 12,5 juta ton GKG maka terdapat surplus sekitar 4,79 juta ton GKG. Jumlah produksi tersebut didapat dari luas panen sekitar 1,935 juta hektar. Panen diharapkan dapat terjadi minimal 2 kali per tahun dengan produktivitas minimal 64,59 kuintal/hektar.

“Kita optimis mudah-mudahan target produksi dapat dicapai dengan optimalisasi lahan sawah seluas 949,9 ribu hektar,” ujarnya.

Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, bantuan sosial sekitar Rp 40 miliar tersebut diperuntukan antara lain; Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura yang nilainya mencapai Rp 4,9 miliar. Kemudian Pengambangan Kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi dan Sawah yang jumlahnya mencapai Rp 15 miliar dan dibagikan kepada 200 kelompok tani di Jawa Barat dengan nilai masing-masing Rp 75 juta.

Selanjutnya untuk Pengembangan Unit Pengelolaan Jasa Alat Mesin Pertanian sebesar Rp 20,05 miliar yang disalurkan kepada 763 kelompok tani di 25 kabupaten/kota.

BERITA TERKAIT

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan - Peduli Covid-19

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan Peduli Covid-19 NERACA Jakarta - Kolaborasi seluruh eleman masyarakat…

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona NERACA Jakarta - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19)…

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…