Menko Pastikan Bunga KUR Turun Mulai Juli 2015

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memastikan penurunan tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dari 22% menjadi 12% akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2015. "Kami ingin bank lebih efisien, karena itu ditetapkan (penurunan KUR) 12 %, dan agar bank juga "comfort" diberikan subsidi 7,0% termasuk imbal jasa penjaminan," ujarnya usai rapat koordinasi membahas KUR di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sofyan menjelaskan skema pemberian KUR terbaru ini akan memberikan efisiensi bagi sektor perbankan dan perusahaan penjaminan serta kemudahan bagi para nasabah yang ingin mendapatkan bantuan pembiayaan. Ia mengatakan pemerintah ikut menambah dana subsidi bunga yang ditanggung dari realokasi APBN kurang lebih sebesar Rp600 miliar, sehingga total pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank sebesar Rp1 triliun.

Beban subsidi yang diberikan kepada bank ini, lanjut dia, akan mendukung penyaluran KUR yang akan diberikan kepada sektor riil, sektor ritel dan tenaga kerja Indonesia sebesar Rp30 triliun hingga akhir tahun 2015. "KUR ini berlaku untuk sektor nonperdagangan dan nonjasa. Kalau semua harus pindah kemari maka subsidi tidak cukup. Jadi ini program baru yang diujicobakan sambil kami evaluasi. Tahun depan kami kaji, dengan kemungkinan alokasi yang lebih besar," ujar Sofyan.

Sementara, bank-bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR antara lain BRI, BNI, Bank Mandiri serta enam bank pembangunan daerah (BPD). Khusus untuk penyaluran KUR bagi TKI, ada tambahan dua bank swasta yaitu BII-Maybank dan Bank Sinarmas. Sofyan mengharapkan penurunan tingkat bunga KUR itu akan mendukung usaha kecil menengah agar tidak kesulitan dalam mengangsur pinjaman dan mendapatkan kemudahan dalam mengembangkan usahanya.

"Selama ini hambatannya UKM kita tidak ada jaminan. Makanya kita jaminkan, karena bunga saat ini terlalu mahal, walaupun mereka bisa membayar. Dan kalau bisa mendapatkan bunga lebih rendah, mereka bisa mendapatkan "saving" agar usahanya makin berkembang," katanya.

Menurut pengamat perbankan Dilan Batuparan, sudah seharusnya bunga KUR 12%. "Jadi jangan korporasi dapat bunga 10%-11%, sedangkan yang UMKM malah lebih tinggi, maka memang segitulah bunga perbankan industri," jelasnya.

Meski begitu, Dilan belum bisa memastikan apakah penurunan bunga KUR ini bakal efektif dalam mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau tidak. Baginya, pengaruh suatu kebijakan bisa ditransmisikan melalui perbankan.

Dia menjelaskan, secara teoritis tingkat bunga merupakan konsekuensi dari risiko. Melalui KUR, maka pemerintah secara tak langsung memberikan jaminan, bila pelaku UMKM-nya tak bayar bank boleh ganti dari dana KUR, sehingga risikonya berkurang jauh.

Dilan menambahkan, volume dana KUR di APBN saat ini sekitar Rp 6 triliun sampai Rp 8 triliun. "Nah Rp 8 triliun ini bisa nggak membuat apa yang ditargetkan terpenuhi, semakin banyak tidak UKM yang memperoleh KUR," tuturnya.

Sebelumnya, kebijakan penurunan suku bunga KUR itu diputuskan dalam Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada pekan lalu. Rapat tersebut dihadiri Menko Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan lainnya. bari

BERITA TERKAIT

KABINET INDONESIA MAJU DIMINTA TEKAN DEFISIT PERDAGANGAN - Presiden: Satu Permen Baru Cabut 40 Aturan Lama

Jakarta-Presiden Jokowi meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sedikitnya mencabut 40 aturan sekaligus saat ingin menerbitkan sebuah ketentuan baru misalnya,…

Jokowi Kecewa Pemberdayaan UMKM Belum Optimal

NERACA Jakarta – Komitmen pemerintah meningkatkan daya saing pelaku industri usaha mikro kecil dan menengah, belum dilakukan secara optimal dan…

Impor Produk Tekstil Dikenakan Bea Masuk Hingga 67%

NERACA Jakarta-Pemerintah melalui SK Kementerian Keuangan PMK 162/PMK.010/2019 menetapkan kebijakan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) untuk tekstil dan produk…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

PEMERINTAH PASTIKAN KEAMANAN INVESTOR TERJAGA PASCA LEDAKAN BOM - Luhut: Aturan Tumpang Tindih Hambat Investasi

Jakarta-Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, aturan tumpang tindih harus segera diatasi. Sebab berdampak besar pada terhambatnya…

Kemendag Pantau Fluktuasi Harga Jelang Natal dan Tahun Baru

NERACA Jakarta – Sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memantau harga kebutuhan pokok di 121 pasar rakyat di 15 provinsi…

MESKI 80% PDB DOMESTIK SESUAI EKONOMI SYARIAH - BI: Posisi RI Lebih Banyak ke Konsumen

Jakarta-Meski Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, perkembangan ekonomi syariah di negeri ini dinilai belum terlalu…