Mantan Wapres JK Diundang Hadiri APA

NERACA

Jakarta--Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akan menjadi pembicara utama pada Konferensi Parlemen Asia pada 28-29 September di Solo, Jawa Tengah. "Dia akan bertindak sebagai pembicara utama pada konferensi APA, juga akan mengupas soal Prinsip-prinsip Persahabatan dan kerjasama di Asia," kata Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Hidayat Nurwahid pada keterangan pers di Jakarta, Senin.

Menurut Hidayat dipilihnya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pembicara utama karena kapasitas dan pengalamannya dalam menjalankan prinsip-prinsip persahabatan. Pengalaman mantan wapres JK, tambah Hidayat telah diakui dunia dan bisa menjadi pelajaran berharga bagi bangsa-bangsa Asia.

Lebih lanjut Hidayat Nur Wahid menjelaskan hingga saat ini meskipun terjadi insiden bom di Solo, namun belum ada peserta yang menyatakan membatalkan diri untuk hadir. Hingga kini tercatat 17 parlemen dari 41 negara anggota APA yang menyatakan hadir.

Selain itu, tambah HIdayat Nur Wahid, ada satu peninjau yang telah menyatakan untuk hadir di Solo dan dua tamu undangan DPR RI yakni Parlemen Hongkong dan Brunei Darusalam. "Hongkong kami nilai sebagai negara penerima pekerja migran yang berhasil, Filipina kami nilai sebagai negara pengirim yang kami nilai berhasil dan Brunei juga," terangnya

Mantan Ketua MPR ini menambahkan tujuan konferensi APA untuk bertukar pengalaman, dan juga mencari solusi bersama untuk berbagai isu-isu regional Asia, termasuk perlindungan hak-hak pekerja migran. "Kami memang sengaja menghadirkan negara-negara yang sukses sebagai negara pengirim pekerja migran supaya kita bisa belajar bagaimana menjadi negera pengirim yang baik dan suskes,"kata Hidayat. **cahyo

BERITA TERKAIT

Wapres Desak BI Turunkan Suku Bunga Lagi

  NERACA Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menurunkan lagi suku bunga acuan…

Wapres Ingin Swasta Kontribusi 80% ke Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap swasta dapat berperan sedikitnya 80 persen dalam pembangunan…

Harapan Mantan Pecandu Raih Masa Depan

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia merupakan ancaman kejahatan yang bersifat laten, dinamis dan berdimensi transnasional, menjadi tantangan tersendiri bagai bangsa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Energy Watch: Saatnya Dorong Peningkatan Pelayanan PLN

    NERACA   Jakarta - Upaya PLN untuk mengaktifkan kembali aliran listrik setelah 6 jam padam dipandang Direktur Eksekutif…

Tujuh Provinsi Dilanda Kekeringan

    NERACA   Jakarta - Data yang dimiliki organsiasi kemanusiaan nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyebutkan tujuh provinsi di…

Aturan yang Kondusif Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian

      NERACA   Jakarta - Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kinerja ekspor…