CIMB Niaga Fokus Garap Kalimantan dan Sulawesi - Kredit Mikro

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk terus memfokuskan diri untuk menyalurkan kredit mikro untuk Kalimantan dan Sulawesi. "Kami juga masih akan terus mengembangkan potensi di Kalimantan dan Sulawesi yang baru dua sampai tiga bulan ini kami garap, tentu tanpa melupakan wilayah lain yang telah kami buka,” ungkap Direktur Commercial Banking CIMB Niaga Handoyo Soebali dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin.

CIMB Niaga telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp692,3 miliar per Juni atau naik 534 persen dari angka penyaluran kredit mikro dibanding tahun lalu. "Mungkin belum besar, tetapi kami optimistis pasar kredit mikro ke depannya masih bagus karena banyak potensi di daerah yang belum tergarap," imbuhnya.

Selain itu, demi mengembangkan penyaluran kreditnya ini, CIMB Niaga, juga akan meningkatkan jumlah unit mikro Laju-nya dan meluncurkan produk micro finance. "CIMB Niaga menyediakan dua fasilitas pinjaman, yaitu Kredit Mikro Madya, dengan plafon hingga Rp50 juta dan Kredit Mikro Utama, dengan plafon hingga Rp500 juta," lanjutnya.

Dia berharap, penyaluran kredit ke masyarakat melalui unit Mikro Laju ini bisa membantu meningkatkan pengembangan bisnis, dan juga meningkatkan kepercayaan nasabah. “Untuk memudahkan nasabah yang hendak menggunakan fasilitas kredit mikro, unit Mikro Laju telah tersebar di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan jumlah cabang sebanyak 186 unit (per Juni 2011), dan akan terus berkembang menjadi 300 unit sampai dengan akhir 2011,” tambah Handoyo.

Sejalan dengan itu, Agustus lalu CIMB Niaga meluncurkan produk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Mikro. “Berbeda dengan KPR konvensional, target nasabah dari KPR Mikro hanya pengusaha mikro, plafonnya dari Rp20 juta-Rp500 juta, dengan tenor maksimal 10 tahun. Tujuan kredit untuk pembelian rumah baru atau secondary, pembelian ruko baru atau secondary, dan juga renovasi rumah, dengan bunga kompetitif," tukasnya.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Industri Keuangan Diingatkan Pentingnya Mitigasi Terhadap Gejolak

    NERACA   Jakarta - Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengingatkan pentingnya mitigasi bagi industri…

DNKI : Transaksi Nontunai Baru 34%

    NERACA   Jakarta - Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus mengatakan saat…

LPS Sebut Telah Likuidasi 101 Bank

      NERACA   Purwokerto - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2005 telah melikudiasi sebanyak tujuh Bank Perkreditan…