Optimistis Kreditnya Tumbuh di Atas 20% - Commonwealth Bank Indonesia

Jakarta - Commonwealth Bank Indonesia meyakinkan bahwa krisis global yang terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak terpengaruh terhadap usahanya. Bahkan, pihaknya masih optimistis, pertumbuhan kreditnya tahun ini bisa di atas 20 persen. "Indonesia adalah negara yang memiliki fundamental kuat sehingga krisis yang terjadi di UE dan AS, sehingga tidak mudah terpengaruh krisis," ungkap Director of Retail and Business Banking Commonwealth Bank Indonesia Ian Whitehead di sela-sela launching Commway, Jakarta, Senin.

Dia melanjutkan, ekonomi Indonesia didukung oleh domestic market dan ekspor yang kuat, jasa keuangan yang tumbuh bagus, dan regulasi yang mendukung baik sisi dari Bank Indonesia (BI) maupun Bapepam. "Saya bahkan yakin pertumbuhan kredit kami bisa lebih dari 20 persen," lanjut dia.

Selain itu, hal lain yang mendukung keoptimisannya adalah pertumbuhan GDP Indonesia yang tumbuh rata-rata per tahun mencapai lima persen yang semakin menambah keyakinannya.

Saat ini pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Commonwealth Bank Indonesia mencapai Rp10,3 triliun yang 60 persennya berasal dari simpanan nasabah dan sisanya berasal dari deposito.

Saat ini, Commonwealth Bank memiliki nasabah sekira 130 ribu, angka ini telah naik dari angkanya di tahun lalu sebesar 108 ribu nasabah. Bank asal Australia ini di Indonesia telah berada sejak 1997 lalu. Saat ini, Coomonwealth Bank telah memiliki 85 cabang di lebih dari 27 provinsi di Indonesia.

Commonwealth Bank Indonesia meluncurkan program commway, sebuah layanan investasi yang ditujukan untuk masyarakat menengah. Dari program barunya ini, pihaknya menargetkan akan pertumbuhan nasabahnya mencapai 40 persen per tahun.

Executive Vice President Head of Product Marketing and Services. Bank Commonwealth Indonesia Rian E Kaslan, masyarakat menengah di Indonesia jumlahnya mencapai 40 juta orang. Masyarakat dengan segmen inilah yang memiliki pertumbuhan tertinggi dari sisi finansial dan ekonomi. "Layanan commway menawarkan tabungan, investasi, asuransi jiwa dan KPR yang dapat diakses melalui internet banking dan mobile banking. Inilah hasil yang kami dapat dari fokus group nasabah kami di sektor menengah," ungkap Rian.

Dia melanjutkan, keunggulan produk commway ini adalah akan diberikannya akses bagi nasabah sebelum memilih unit investasinya. "Kita beri akses ke mereka mengenai unit investasi apa yang mereka pilih, seperti kalau tabungan buka harian, bisa dimulai dari Rp500 ribu, atau reksadana yang mulai dari Rp100 ribu per bulan. Kami menawarkan 60 pilihan reksadana, jadi nasabah tinggal memilih," lanjut dia.

Dari layanan barunya ini, bank yang berinduk di Australia ini mentargetkan kenaikan jumlah nasabah mencapai 40 persen dari kenaikan nasabah per tahun dari pertumbuhan tahun lalu yang bergerak antara 30-33 persen. "Jumlah nasabah kami sampai Agustus ini sendiri sekira 130 ribu nasabah," kata dia.

BERITA TERKAIT

Bakal Diakuisi Bank Korea - Crossing Bank Agris Capai Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta – Santernya rencana PT Bank Agris Tbk (AGRIS) bakal diakuisisi perusahan perbankan asal Korea, mendorong terjadinya terjadinya aksi…

Bank BUMN Minta Pengaturan Bunga Deposito

      NERACA   Jakarta - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memandang saat ini industri perbankan masih memerlukan pengaturan…

Bank BTPN Catatkan ESOP 45 Ribu Saham

NERACA Jakarta – Dukung pendalaman industri pasar modal dan juga menggenjot pertumbuhan investor pasar modal, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…