Jumlah Pemudik Diduga Turun - PENJUALAN MOBIL 2015 DIPREDIKSI MENURUN

Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan kendaraan bermotor tahun 2015 diprediksi turun hingga 16,6% secara keseluruhan. Sedangkan penjualan ritel turun menjadi 13,7% pada tahun yang sama. Sementara Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memperkirakan, jumlah pemudik pada Lebaran 1436 H menurun, karena terdampak lesunya pertumbuhan ekonomi di negeri ini.

NERACA

"Kami melaporkan periode sama pada tahun lalu sampai saat ini bahwa ada penurunan untuk whole sale 16,6 %. Sedangkan untuk retail sale turun 13,7%. Kami memperkirakan tahun ini penjualan kendaraan ini berkisar antara 1 dan 1,1 juta unit kendaraan," ujar Ketua Gaikindo Sudirman M Rusdi, usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Sudirman, angka penjualan kendaraan dari pabrikan ke distributor (whole sale) tahun ini diperkirakan mencapai 443.000, sedangkan tahun lalu mencapai 531.000. Sementara itu, angka penjualan ritel tahun ini diprediksi menurun jadi 432.000 dari semula 501.000 pada tahun lalu.

Oleh karena itu, Sudirman mengatakan, target penjualan mobil pada 2015 diturunkan dari 1,2 juta unit menjadi 1,1 juta unit. " Ini terjadi, karena menurunnya daya beli masyarakat, ekspor komoditi menurun. Jadi di beberapa daerah, ekonomi melambat, sehingga daya beli jadi faktor utama," ujarnya.

Berbeda dengan penjualan, Gaikindo memprediksi ekspor kendaraan tahun ini masih sama dibandingkan dengan tahun lalu. Hingga Mei 2015, lebih kurang 86.000 kendaraan diekspor ke negara tujuan. Berdasarkan angka tersebut, Gaikindo memprediksi ekspor kendaraan tahun ini mencapai 202.000 unit, sama seperti tahun lalu.

"Kita ketahui bahwa ekspor komoditi menurun, jadi di beberapa daerah, ekonomi melambat sehingga daya beli jadi faktor utama. Kalau dilihat juga penjualan tahun lalu itu rata-rata 70-75% kredit, sekarang sudah naik. Jadi yang kredit itu mencapai 80-83%, itu memperlihatkan perlu kendaraan tapi daya beli menurun," ujarnya.

Selain melaporkan angka penjualan kendaraan, Sudirman juga menyampaikan kepada JK mengenai kandungan lokal dalam kendaraan yang diproduksi. Menurut dia, rata-rata kendaraan MPV tingkat kandungan lokalnya sudah mencapai 86 persen. "Bahkan kendaraan bermotor ramah lingkungan dan hemat energi yang masyarakat sudah ketahui LCGC (low cost green car) itu mencapai 90%, demikian kami laporkan," ujarnya.

Tidak Cukup

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit memperkirakan, jumlah pemudik pada Lebaran 1436 H menurun, karena lesunya pertumbuhan perekonomian di Tanah Air. "Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan turun, karena ekonomi juga lagi turun. Masyarakat tidak cukup uang untuk mudik," ujar Danang, akhir pekan lalu.

Menurut dia, peneybabnya antara lain gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mulai mengancam di banyak pabrik di negeri ini. Sebanyak 30.000 buruh terpaksa kehilangan pekerjaan karena banyaknya perusahaan tekstil yang bangkrut. Sejumlah perusahaan minyak dan gas juga melakukan pemangkasan gaji dan PHK karyawannya karena melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya rupiah.

"Dengan kondisi seperti sekarang ini, saya tidak yakin masyarakat bersemangat untuk mudik," katanya menambahkan.

Kondisi mudik pada lebaran tahun ini, juga diperkirakan tidak terlalu macet. Selain karena faktor ekonomi, masa libur lebih panjang yakni 14 hari. "Diperkirakan hanya ada 800 pergerakan per hari. Distribusi kendaraan lebih merata. Sebagian besar masih didominasi kendaraan pribadi, terutama mobil-mobil "Low Cost Green Car" (LCGC)," ujarnya.

Jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak digunakan dibandingkan kendaraan umum tersebut, lanjut dia, menunjukkan masih buruknya sistem transportasi.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaini, memperkirakan terdapat 20 juta pemudik pada tahun ini. "Mobil pribadi akan meningkat delapan persen, mobil pribadi lima persen, sisanya naik kendaraan umum," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya menyelesaikan tol Cikopo Palimanan (Cipali) sepanjang 116 kilometer dan melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan yang dilalui pemudik.

"Diperkirakan lalu lintas Lebaran di Pantura mencapai 120.000 padahal kapasitasnya 40.000, masih kekurangan tetapi dengan tol Cipali maka lebih longgar," ujarnya.

Data yang didapat dari laman resmi Kementerian Perhubungan di dephub.go.id, jika pada tahun 2014 pengguna transportasi kereta api hanya 5.096.472 orang, pada tahun 2015 ini diperkirakan akan mengalami kenaikan menjadi 5.531.868 orang atau naik 8,54%. Pengguna transportasi laut juga diperkirakan mengalami kenaikan dari 1.628.655 orang pada tahun 2014 menjadi 1.677.515 orang pada tahun 2015 atau mengalami kenaikan 3%.

Pengguna tansportasi udara berdasarkan dari pemantauan di 32 bandara di Indonesia, jika pada tahun 2014 pengguna transportasi udara baru 4.043.769 orang, pada tahun 2015 naik menjadi 4.126.615 orang atau mengalami kenaikan 2,05%. Sementara itu, pengguna jasa di delapan penyeberangan juga mengalami kenaikan dari 3.618.245 orang pada tahun 2014 menjadi 3.747.762 orang pada tahun 2015, atau mengalami kenaikan sebesar 3,58%.

Penurunan pemudik diperkirakan terjadi pada transportasi darat. Jika pada tahun 2014 jumlah pengguna transportasi darat sebanyak 5.231.389 orang, pada tahun 2015 diperkirakan hanya 4.918.964 orang, atau penurunan sebesar 5,97%.

Dari total jumlah pemudik, diperkirakan yang akan menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor sama-sama meningkat yakni, meningkat 5,8% untuk mobil pribadi dan meningkat 7,77% atau sekitar 2 juta sepeda motor.

Selain itu, Jumlah penumpang bus mudik Lebaran 2015 diprediksi turun mencapai 20-30% yang dipicu beralihnya para pemudik ke kendaraan pribadi, kata pengusaha bus Eka Sari Lorena. "Penumpang turunnya bisa sampai 20-30% untuk mudik Lebaran tahun ini karena memang banyak sekali orang berpindah ke kendaraan pribadi," ujarnya seperti dikutip Antara.

Eka mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini memang tren penumpang bus semakin menurun seiring dengan mudahnya mendapatkan mobil pribadi dengan cicilan ringan. Namun, dia mengaku dengan meningkatnya kendaraan pribadi pada arus mudik Lebaran, dikhawatirkan kecelakan akan meningkat.

"Sekarang trennya, orang-orang ini membeli mobil ukuran agak besar dan memasukkan orang atau barang yang lebih dari kapasitasnya, itu sangat berbahaya," katanya.

Dia mengatakan tren penggunaan bus tidak lagi untuk jarak dekat atau menengah, tetapi hanya untuk jarak jauh karena untuk jarak dekat, sebagian besar orang menilai sudah teratasi dengan kendaraan pribadi.

Menurut Eka, pada musim Lebaran tahun ini, arus distribusi barang juga tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena memang dipengaruhi melemahnya perekonomian global. "Biasanya minggu kedua sebelum Ramadhan sudah ramai, terutama untuk komoditi khusus, seperti quran dan sarung, sekarang ini agak slow down (lesu)," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Transportasi Universitas Khatolik Atma Jaya Djoko Setijowarno menilai peningkatan kendaraan pribadi juga dipicu dengan adanya tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Djoko menyebutkan dengan meningkatnya pengguna kendaraan pribadi pada Mudik Lebaran 2015 ini, pengusaha bus setidaknya menanggung penurunan omzet hingga 50%. "Bisa sampai 50 persen, apalagi untuk jarak dekat dan menengah sekarang orang lebih memilih kendaraan pribadi," katanya. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

DIALOG KEPALA NEGARA DENGAN KALANGAN PENGUSAHA - Presiden: Ancaman Resesi 1,5 Tahun ke Depan

Jakarta-Presiden Jokowi terus mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan berhati-hati menghadapi ancaman resesi ekonomi dalam 1-1,5 tahun ke depan. Karena, menurut…

Dituntut Inovasi dan Bersaing Global - Pengusaha Muda Jangan Bergantung Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Keterlibatan peran swasta dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, sangat diperlukan khususnya para pengusaha muda. Hanya saja, peran…

Kemenhub Diminta Kembangkan Logistik Dukung Pertumbuhan

NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersungguh-sungguh mengembangkan transportasi logistik guna mendukung…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

STOK BERAS NASIONAL MENCAPAI 2,5 JUTA TON - Bulog: Tak Perlu Impor Beras Hingga Maret 2020

Jakarta-Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso menegaskan, Indonesia tidak perlu melakukan impor beras hingga 2020. Ini karena pasokan beras…

Kebijakan Cukai Rokok Jangan Sampai Beratkan Petani

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 35 persen mendapatkan…

UPAYA MENARIK INVESTOR DATANG KE INDONESIA - “Omnibus Law” Pangkas Aturan Penghambat

Jakarta-Pemerintah siap menerbitkan omnibus law yang akan menjadi payung hukum menyatukan semua peraturan menjadi satu undang-undang (UU). Skema ini diterapkan…