Ratusan Calon Transmigran Kab. Kuningan Mengeluh

NERACA

Kuningan – Berangkat ke daerah transmigrasi nampaknya masih menjadi impian sebagian warga Kabupaten Kuningan. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja setempat pun masih banyak diserbu warga untuk minta diberangkatkan, akan tetapi Pemkab Kuningan tidak berdaya untuk memfasilitasinya dan membiarkan warga pra sejahtera itu tanpa solusi yang jelas.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Harian Ekonomi Neraca, akhir pecan kemarin, sudah lebih dari lima tahun Pemkab Kuningan tidak memberangkatkan warganya ke daerah transmigrasi, seperti ke wilayah Sumatera. Namun hingga awal 2011, masih ada warga yang datang ke Dinas Sosnaker Kab. Kuningan minta diberangkatkan.

Data yang tercatat di papan Bidang Transmigrasi pada Kantor Dinas Sosnaker, hingga per 31 Desember 2010, warga Kuningan yang daftar ke Sosnaker ada 102 orang. Mereka selalu berharap ada pemberangkatan. Tapi ada juga yang sebagian mengundurkan diri dari pendaftaran karena kesal menunggu.

Sementara, di daerah lain program pemberangkatan itu selalu ada setiap tahun. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 100 orang dengan berbagai kemudahan dan jaminan keselamatan. Banyak daerah yang selalalu melanjutkan kerjasama dengan gubernur dan daerah yang akan ditempatkannya.

Akan tetapi, Kabupaten Kuningan dengan alasan tidak ada anggaran, maka suudah lebih dari tiga kali pengajuan selalu dicoret dalam RAPBD. Pada akhirnya, program pemberangkatan para calon transmigran seolah luput dari perhatian dan tidak ada lagi. Padahal masih banyak warga yang berharap kesuksesan dari kepergian menjadi seorang transmigran.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan ke Sosnaker, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dani, membenarkan jika sudah bertahun-tahun Kuningan tidak memberangkatkan warganya ke derah transmigrasi.

“Kalau dulu kami yang jemput bola mencari warga yang mau ke transmigrasi. Tapi sekarang warga yang datang sendiri ke Sosnaker menanyakan pemberangkatan. Tapi sudah tiga tahun ini, tidak ada pemberangkatan,” ujarnya.

Menurut Dani, untuk pemberangkatan tersebut memang membutuhkan beberapa persyaratan, di antaranya harus ada kerjasama antara bupati, gubernur dan daerah penempatan. Sedangkan Kuningan sendiri terakhir memberangkatkan itu pada tahun 2005.

Setelah tahun itu dan hingga sekarang belum ada satu warga pun yang diberangkatkan. Karena tidak ada pemberangkatan dan tidak ada kerjasama, maka penyuluhan pun ditiadakan. “Kemarin yang mengundurkan diri ada 6 orang. Jadi kami juga tidak bisa menjawab, kapan program itu ada lagi,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

KPK Jelaskan Latar Belakang Enam Calon Sekjen

KPK Jelaskan Latar Belakang Enam Calon Sekjen   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan latar belakang enam calon Sekretaris…

IKADI Latih Ratusan Remaja Masjid Depok

IKADI Latih Ratusan Remaja Masjid Depok NERACA Depok - Ikatan Dai Indonesia (IKADI) melatih kemampuan kepemimpinan dan membangun kerja sama…

28 Calon Mitra Tertarik Kelola Bandara Kualanamu

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 28 calon mitra strategis membidik peluang bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil NERACA Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer lending (P2P…

Kunjungi Sulteng, Forkom Koperasi Serahkan Bantuan Ke Pengungsi Korban Tsunami

Kunjungi Sulteng, Forkom Koperasi Serahkan Bantuan Ke Pengungsi Korban Tsunami NERACA Palu - Sejumlah perwakilan dari Forum Komunikasi Koperasi Besar…

Lima BRT Sukabumi Direncanakan April Bisa Beroperasi

Lima BRT Sukabumi Direncanakan April Bisa Beroperasi NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mendapatkan bantuan hibah lima unit…