Persedian Air PDAM Hingga Oktober 2011

NERACA

Cirebon – Kemarau yang berkepanjangan membuat khawatir ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon. Pasalnya, kalau saja pasokan air PDAM Kota Cirebon terhenti, besar kemungkinan ribuan pelanggan akan kesulitan mendapatkan air. Sementara, ribuan sumur warga yang ada diperkirakan sudah tidak bisa berfungsi lagi. Selain imbas dari kemarau panjang, juga diduga pasokan air tanah di Kota Cirebon sudah habis.

Beberapa warga kepada Harian Ekonomi Neraca mengaku khawatir dengan kondisi saat ini. Masalahnya, saat beberapa waktu lalu air PDAM mati total karena ada kerusakan pipa transmisi. Mereka benar-benar kesulitan mendapatkan pengganti air bersih. Pasalnya, air sumur yang dimiliki warga airnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Padahal, kerusakan PDAM hanya satu minggu saja.

“Waktu air PDAM mati toal selama satu minggu saja, kita benar-benar kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi kemarau panjang seperti saat ini. Kalau PDAM mati total karena pasokan air habis, mau bagaimana nasib kami ini. Bisa-bisa kita pakai air sungai,” ungkap Suwito warga Majasem.

Sementara itu, Direktur Tekhnik PDAM Kota Cirebon, Hendra Yogi Yasa tidak menampik ketakutan pelangan PDAM. Menurut Hendra, kemarau panjang seperti saat ini besar kemungkinan stok sumber air Paniis akan berkurang. Diapun membenarkan, kalau kondisi sumber air saat ini memang tidak surplus.

“Kami merasakan apa yang pelanggan takutkan tentang akan berkurangnya stok air bersih. Tapi ini kan kejadian nasioanl dan bukan di Cirebon saja. Memang stok air bersih saat ini tidak surplus, namun tetap pada taraf normal,” ucap Hendar ketika dihubungi via telepon selulernya, Senin (26/9).

Menurut Hendra, saat ini posisi aman sumber air Paniis diperkirakan sampai bulan Oktober depan. Masalahnya, indikatornya masih pada taraf nol. Namun demikian, produksi air PDAM hingga saat ini masih stabil, yaitu 860 liter/detik nya. Sementara kehubutuhan pelanggan PDAM Kota Cirebon lanjut Hendra, setiap orangnya dalam sehari menghabiskan rata-rata air bersih 60 liter.

“Kalau bicara posisi aman sumber air yang tersedia, kita prediksikan hingga bulan Oktober depan. Kami meminta kepada para pelanggan untuk mengantisifasi masalah ini. Kalau bisa, silahkan cari dulu sumber mata air baru, barangkali memang masih ada. Namun yang pasti, kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan informasi kepada para pelanggan,” ucapnya.

Hendra menambahkan, saat ini PDAM sudah mempersiapkan 4 mobil tanki berkapasitas 3000 dan 4000 liter. Hal tersebut untuk menjaga kemungkinan berkurangnya pasokan air PDAM kalau saja stok sumber air bersih berkurang. Tanki-tanki tersebut akan ditempatkan didaerah Pesisir, Cangkol serta Kampung Baru. Pasalnya, daerah-daerah tersebut, merupakan daerah awal yang terkena dampak berkurangnya pasokan air.

“Kalau saja kemarau semakin panjang, dan stok air semakin menipis, langkah terakhir kita akan lakukan sistem pembagian air secara bergilir. Ini langkah paling buruk. Tapi mudah-mudahan hujan secepatnya turun, dan stok air tetap stabil,” pungkasnya.

Related posts