Fungsi Atap Rumah

Sabtu, 08/10/2011

Atap rumah mirip helm yang menaungi kepala kita. Model dan bahan helm itu dirancang kuat sehingga agar andal melindungi isi kepala kita dari segala benturan. Seperti helm tadi, atap pun harus kuat agar mampu melindungi rumah dari perubahan cuaca.

Neraca. Selain itu, atap juga menjalankan fungsi melindungi ruang yang ada di bawahnya. Fungsinya antara lain menahan radiasi panas berlebih, mengurangi dampak tampias hujan, dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu.

Dasar pertimbangan bentuk adalah seberapa luas ruang yang akan dinaungi. Kriteria luasan diukur dari batas ruang terluar, semisal teras, hingga batas dinding yang akan menyangga balok pengaku dudukan rangka atap. Untuk beberapa kasus, bentuk atap diteruskan hingga keluar dari teras. Ini agar teras tidak terkena sorot matahari langsung dan tampias hujan.

Pilihan bentuk biasanya mempertimbangkan konsep rumah yang akan dicitrakan di depan publik. Keputusan desain mewakili selera pemilik rumah. Berbagai modifikasi bentuk boleh saja dilakukan, asalkan tetap memenuhi fungsi.

Konstruksi atap yang cermat memudahkan pemilik rumah memelihara bangunan dalam jangka panjang. Kecermatan itu terwujud dari desain rangka yang rigid, kemampuan berdiri tegak, dan tak goyang diterpa angin, atau hujan badai. Untuk beberpa kasus, rangka baja ringan dapat mengurangi risiko dampak benturan bebannya sendiri jika terjadi gempa.

Sistem rangka baja ringan terlebih dulu diuji dan diolah dengan bantuan software analisa struktur untuk konstruksi baja ringan. Itu pun masih harus diinstal dan dipasang oleh aplikator khusus, bukan oleh tukang bangunan biasa. Kekuatan rangka atap juga terwujud pada daya tahan material yang tak rontok hanya karena ulah serangan rayap. Tak berubah bentuk, semisal, mengalami susut muai akibat pergantian temperatur suhu udara.

Jelas sudah, atap rumah modern bukan sekadar menonjolkan bentuk semata. Konsep modern itu ditujukan berupa solusi desain struktur yang terpadu dan terancang secara mendetail. Bagaimana pun juga, optimalisasi rancangan atap ditujukan agar pemilik rumah dapat hidup nyaman dan bekerja lebih produktif. Ada beberapa bahan penting yang harus benar- benar di perhatikan dalam pembuatan rumah dalam tahap melindungi penghuninya dari cuaca dan iklim di sekitarnya yang kadang-kadang tidak menentu.

Diantara salah satunya adalah atap rumah berfungsi sangat penting untuk menjaga kondisi penghuni yang berada di dalam rumah tersebut, untuk itu seseorang harus benar-benar membutuhkan material dan kontruksi atap yang tepat untuk menjaga keamanan dan keyamanan penghuninya. Disini ada banyak ragam material atap yang di temukan dari berbagi surve, untuk pemilihan atap rumah yang sesuai dengan fungsi dan tujuan rumah tersebut, mulai dari konstruksi, bahan penutup atap hingga plafon sebagai finishing akhir di bagian dalam rumah.

Jenis materialnya, seperti PVC, Polikarbonat, aspal dan lainnya. Sehingga rumah akan terasa lebih nyaman dari gangguan terik sinar matahari dan hujan pada saat di tempati, dari aksen perlindungan yang dihasilkan atap rumah inilah yang kemudian bisa menahan pergantian iklim ataupun cuaca di sekelilingnya.

Atap metal saat ini telah hadir dalam bebagai bentuk yang menarik, tidak lagi konvesional seperti yang kita bayangkan dahulu, dan juga dengan campuran material yang beragam. Atap metal belakangan berkembang cepat karena mendukung Green Architecture karena merupakan salah satu bahan yang dapat di daur ulang. Tidak lagi berisik karena banyak atap metal yang dilengkapi dengan pemecah air, yaitu berupa texture tak beraturan (Texture pasir).

Atap merupakan elemen yang penting dalam bangunan, Fungsinya tak hanya sebagai pelindung bangunan dan penghuni di dalamnya, dari cuaca atau suhu. Namun juga Atap berfungsi sebagai pembentuk Indentitas tampilan rumah itu sendiri.

Keunikan Atap Rumah Gadang

Rumah Gadang (rumah adat Minangkabau) yg telah lama dipakai di Sumatera Barat, ternyata menunjukkan masyarakat setempat telah lama mengadopsi teknik arsitektur bangunan tahan gempa. Para pakar selama ini mengenal Rumah Gadang merupakan salah satu konstrusi ber arsitektur bangunan tahan gempa.

Demikian kata pakar ilmu arsitektur dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Dr Eko Alvares, di Padang. Tahan gempa ini karena arsitektur Rumah Gadang memiliki keunikan bentuk pada atap yg menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Bentuk badan rumah segi empat dan membesar ke atas (trapesium terbalik). Eko menambahkan atap Rumah Gadang melengkung tajam seperti bentuk tanduk kerbau yg sisinya melengkung ke dalam. Sedangkan bagian tengahnya rendah seperti perahu dan secara estetika merupakan komposisi yg dinamis. ”Desain arsitektur bangunan seperti ini, menurut para ahli arsitektur bangunan, merupakan konstruksi bangunan tahan gempa,” katanya. Rumah Minang disebut Rumah Gadang (rumah besar) bukan karena bentuk fisiknya yg besar. Melainkan, itu karena fungsi dari bangunan adat budaya Minangkabau ini.

Di samping sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang juga digunakan sebagai tempat musyawarah keluarga. Rumah tersebut juga digunakan untuk tempat mengadakan upacara-upacara, pewarisan nilai-nilai adat, dan reprsentasi budaya matrilineal. Sebagai tempat tinggal, Rumah Gadang memiliki tata aturan yg unik. Penghuni perempuan, yg telah bersuami, mendapat jatah satu kamar. Perempuan yg paling muda itu mendapat kamar yg paling ujung dan akan pindah ke tengah jika ada perempuan lain atau adiknya yg bersuami. Sedangkan, perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Gadis remaja memperoleh kamar bersama pada ujung yg lain. Untuk laki-laki tua, duda, dan bujangan, mereka tidur di surau milik kaumnya masing-masing.