Fungsi Halaman Belakang Rumah

Sabtu, 01/10/2011

Sebagai bagian dari bangun rumah, halaman belakang biasanya ada. Beragam fungsi serta peran yang dimainkannya. Halaman belakang, menjelma menjadi taman-taman indah nan artistik, penuh sentuhan nilai seni pada rumah yang mewah. Tak jarang, kolam renang dengan air kebiruan menjadi pelengkapnya. Di lain pihak, halaman belakang adalah tempat menimbun perkakas yang tidak penting dari suatu rumah sederhana yang kelebihan perabot.

Neraca. Tempat bercengkerama keluarga, menyatukan pendapat, berbagi cerita dan cinta. Wahana menikmati secangkir teh, susu atau kopi panas di pagi hari sambil membaca koran. Di sore hari, halaman belakang bisa menjadi tempat pelepas lelah dan penat setelah seharian bekerja. Kursi malas dengan busa empuk, meja-meja bundar bercita rasa seni, tumpukan koran dan buku, beberapa toples cemilan, dan tidak lupa senyum manis istri di sore yang cerah akan lengkap dinikmati di halaman belakang.

Bahkan, masyarakat di Eropa lebih menyukai memiliki taman di belakang rumah. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi keluarga mereka. Bisa Anda bayangkan saat bersantai di sore hari, kemudian lewat tetangga di depan rumah. Maka secara etika dia akan menyapa Anda yang sedang bersantai di teras depan rumah. Andapun mau tidak mau harus menyapa balik. Nah, kalau sudah begitu akan terganggulah santai Anda.

Sekarang ini, tidak semua rumah memiliki halaman belakang. Tinggal di perumahan, rumah yang ada saling berhadapan dan memunggungi. Halaman belakang yang semestinya ada, menjadi rumah orang lain. Halaman depan yang luas, menjadi gang atau jalan kecil. Tinggal di lingkungan kumuh, makin parah karena tiada lagi punggung dan muka rumah. Rumah yang ada seperti terserak begitu saja, muka bertemu muka, muka bertemu punggung, atau punggung bertemu punggung mudah sekali ditemukan.

Lega tidaklah mudah ditemukan. Halaman sebagai salah satu prasyarat untuk mencapainya telah tiada. Berganti jalanan atau gang, juga muka dan punggung rumah orang lain. Sesak; terhimpit dijejalkan seperti kaos kaki tua di almari yang sudah penuh. Paksaan terjadi, dan pemberontakan biasanya akan mengikuti. Pemberontakan yang muncul dari diri sendiri, perasaan tertekan sampai dengan stress. Iri dan dengki melihat keberhasilan orang lain atau tetangga.

Kehidupan harus terus berjalan, ada atau tiada halaman belakang. Penyeimbang bagi halaman depan dan tempat buang penat, hanyalah pelengkap yang kini telah hilang. Berpusaran dari pintu depan, dalam rumah yang pengap, kemudian keluar lagi melalui pintu depan. Tidaklah aneh kemudian bila tidak lengkap, mirip seperti makanan yang masuk dan dimuntahkan.

Aha, pintu! Seiring hilangnya halaman belakang, pintupun tiada kini. Hanyalah pintu depan, atau garasi yang tersedia. Jalan keluar lain itu, hilang! Wajar bila masalah demi masalah, seperti tamu yang datang dan lupa pamit malah tinggal. Jalan keluar itu, tidak menemukan muaranya di halaman belakang. Mirip bom waktu yang dipendam, suatu saat, entah kapan akan meledak.

Umumnya, taman belakang berlahan sempit, sehingga Anda harus menghindari pohon bertajuk lebar. Untuk itu, kehadiran sebuah taman belakang sangat penting untuk menopang fungsi sebuah rumah. Tidak hanya dipandang dari sudut arsitektural bangunan rumah semata. Taman belakang juga mampu menciptakan sirkulasi udara dan kehangatan sinar matahari ke dalam rumah.

Sebaiknya taman belakang diperindah dengan tanaman semak, perdu, atau jenis tanaman kerdil (bonsai). Tanaman berdaun atau bunga dengan warna-warni atraktif, lebih tepat ditaruh di lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Sedangkan tanaman berdaun hijau pupus lebih sesuai diletakkan di tempat teduh.

Aturlah komposisi tanaman dengan sentuhan cita rasa seni. Misalnya, tanaman berdaun lebar bisa dipadukan dengan tanaman berdaun kecil. Tanaman berdaun lebar juga sebaiknya ditanam di bagian belakang agar tidak menutupi tanaman yang lebih kecil. Untuk menampilkan kesan teduh pada taman belakang, bisa ditambah dengan pohon palem atau kamboja.

Jangan lupakan untuk memilih jenis tanaman yang mudah perawatan dan pemeliharaannya. Apalagi, bagi penghuni dengan aktivitas tinggi serta tidak memiliki tenaga pembantu yang khusus merawat taman. Pemilihan warna yang tepat juga turut menentukan kehangatan atau kesejukan suasana. Warna-warni bumi seperti merah bata, coklat tanah, hijau daun, atau biru air, bisa menciptakan keselarasan untuk menghadirkan kesan menyatu dengan alam.

Anda bisa menghadirkannya dengan menempatkan pot-pot tanaman bunga berwarna-warni dan harum yang tersebar mulai dari pintu, bawah jendela, atau sudut-sudut ruang teras belakang. Cara tersebut akan membuat taman belakang terasa lebih dinamis. Pot gerabah berisikan tanaman air seperti teratai merah muda atau putih, vas untuk bunga potong cantik, seperti lili atau sedap malam, atau bunga yang dipetik dari taman dipajang menghias meja.

Jangan lupakan pencahayaan yang ditata secara artistik dengan penempatan lampu sorot dari atas, lampu tanam di bawah, atau lampu gantung. Pencahayaan itu akan menghadirkan berbagai suasana mulai dari kesan terang, sejuk, bahkan kesan romantis. Terakhir, agar taman belakang rumah lebih membumi, bisa dihadirkan nuansa gemericik air yang berasal dari kolam ikan. Teknik air mancur, air terjun, atau air mengalir di tengah kolam akan memberikan suasana yang berbeda. Agar gemericik air lebih terasa, bisa memanfaatkan ornamen-ornamen alami seperti gentong tanah liat, bambu, atau batu alam yang berpola air terjun.