Ikan Tuna Garut Dilelang Nelayan China

Bandung - Saat ini pertanian dan kelautan di Jawa Barat belum didayagunakan dengan sebaik-baiknya menurut kaca mata ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antaranya keberadaan ikan tuna di laut Garut Selatan. Padahal harga ikan tuna itu bisa mencapai Rp 3 miliar per ekor.

“Padahal orang Garut Selatan sendiri yang dekat dengan sumber ikan tuna tersebut, belum pernah menikmati ikan tuna yang harganya miliaran rupiah itu,” demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB), kurang lebih 350 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan alumni ITB di Aula Barat ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung, Jum’at (23/9).

Misalnya, cerita Gubernur, pada tanggal 11 Januari 2011, ada lelang ikan tuna di Jepang. Yang lelangnya adalah nelayan-nelayan China. Ikan tunanya besar-besar. Satu ikan tuna rata-rata harganya 350.000 dolar AS atau kira-kira Rp 3 miliar lebih.

Ketika ditanya darimananelayan China dapat ikan tuna, apakah dapat dari laut China. Jawabnya, bukan. Mereka mengaku tidak punya lautan yang ikan tunanya sebesar-besar ini. Lalu darimana anda dapat ikan tuna sebesar-besar itu dan harganya mahal-mahal seperti ini? Dia jawab, dapat dari Samudera Hindia. Kira-kira dia nangkap ikan tuna dari laut Garut Selatan.

“Itu semua bakal kita nikmati. Kemakmuran yang berasal dari potensi laut akan kita nikmati saat ada pengelolaan laut berbasis teknologi. Mudah-mudahan sumber daya manusia kita dapat membangun atau membuat alat tangkap ikan yang efektif sehingga bisa menangkap ikan-ikan yang besar seperti yang dilelang nelayan China di Jepang itu,” tutur Gubernur.

Related posts