RSCM Klinik Yasmin Peduli Bayi Tabung

Beberapa dekade ini kemajuan dibidang kesehatan telah mengalami kemajuan. Berbagai riset dilakukan untuk menemukan cara baru dalam penyembuhan berbagai penyakit yang di idap oleh manusia. Bahkan saat ini, kemajuan didunia kesehatan telah mampu mengatasi untuk pasangan suami istri yang sulit memiliki anak, sehingga bisa memiliki anak dari kandungan sendiri. Kemajuan itu disebut dengan bayi tabung yang sejarahnya bermula dari Inggris.

Neraca. Semenjak itu, perkembangan bayi tabung telah mengalami kemajuan guna menemukan solusi yang terbaik, mengatasi kemandulan. Apalagi dijaman ini, para wanita dan laki-laki sibuk dengan urusan karir mereka, sehingga banyak yang menunda perkawinan. Saat umur menjelang kearah usia lebih dewasa, khususnya wanita mengalami menopause ketika usia menjelang 40 tahun ke atas. Beda dengan laki-laki, yang tingkat kesuburan hormonnya masih stabil walau berusia di atas 40 tahun.

Selain itu, masalah sulit memiliki kehamilan itu juga berasal dari makanan dan pola hidup. ”Peningkatan jumlah pasien dan tingkat keberhasilan klinik yasmin kencana, yang menunjukkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan pelayanan bidang reproduksi membuat klinik yasmin, pada awalnya berada di Makmal Terpadu Imunoendokrinologi FKUI-RSCM yang merupakan pusat bidang kesuburan RSCM sejak 1986. Mengembangkan diri menjadi pusat pelayanan, pelatihan dan pengembangan di bidang kesuburan yang dapat diandalkan di Indonesia. Pengenalan tentang bayi tabung ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan sehingga sejajar dengan pusat kesuburan di asia Tenggara,” menurut Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU, Direktur Utama RSCM.

Awalnya di Indonesia dimulai sejak tahun 1984 dengan belajar di Royal Woman Hospital, Australia tentang teknik bayi tabung. Setelah mengalami keberhasilan melakukan teknik bayi tabung pada 1988 di Klaten dengan menggunakan teknik GIFT (Gamet Intra Fallopian Teknik), RSCM terus berusaha mengembangkan teknik tersebut untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pada 2011 ini, RSCM telah memiliki ruang penerimaan untuk pasangan suami istri, yang mengeluh karena sulit hamil. Mengingat jumlah penduduk telah meningkat tajam dan berbagai persoalan tentang keturunan sangat penting, maka RSCM mendirikan sebuah klinik yang bernama ’Klinik Yasmin Kencana’ yang memiliki fasilitas bertaraf internasional. Tujuannya tidak lain untuk memberikan solusi dan pengobatan serta konsultasi yang tepat.

Aktivitas yang dilakukan di Klinik Yasmin Kencana antara lain, reproductive, research dan training. Dari hal tersebut diketahui beberapa factor kenapa wanita tidak bisa hamil normal. Diantaranya adalah endometriosis, polycystie ovary syndrome, infertility and IVF, adolescent gynecology dan recurrent mis carriages.

Simpan Bayi Tabung

Banyaknya wanita yang menunda kehamilan dan menikah sehingga ketika umur bertambah dan menyangkut reproduksi kesuburan pada wanita. Bisa dianalogikan seperti umur biologi=umur sel telur dan umur kronologis=umur KTP. Untuk mengetahui kehamilan/ kesuburan atau tidaknya dilihat dari sel biologis. Ada beberapa faktor yang membedakan umur biologis dan umur kronologis tidak sama karena faktor genetik, operasi, penyakit (endometriosis), kemoterapi, radiasi dan sebagainya.”Penyimpanan sel hormon minus 196 derajat celcius untuk membekukan sel telur agar tetap terjaga dengan baik,” menurut dr. Budi Wiweko, SpOg(K), salah satu dokter ahli Klinik Yasmin Kencana, RSCM.

Klinik Yasmin Kencana ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi masalah kehamilan pada pasangan suami istri agar bisa memiliki keturunan. Disamping itu, biaya yang dikeluarkan relatif cukup murah dibandingkan pergi ke luar negeri untuk perobatan. Selain itu, menghemat waktu dan tenaga juga bujet, bila berobat ke luar negeri. Kualitas yang dimiliki oleh Klinik Yasmin Kencana RSCM ini pun telah sesuai denga standar di Asia Tenggara bahkan Internasional.

Untuk waktu yang dibutuhkan dalam proses bayi tabung dimulai dari proses konsultasi sampai kehamilan, ada tiga protokol menurut dr. Budi. Protokoler Panjang, 1 sampai 2 bulan, protokoler pendek 1 bulan dan stimulasi kurang lebih 4 minggu. ”Untuk saat ini, biaya mulai dari Rp. 50 juta sampai Rp. 70 juta,” ungkap dr. Budi.

BERITA TERKAIT

Asuransi JAGADIRI Galang Donasi Buku Bacaan - Peduli Anak-Anak Marginal

Minat baca yang rendah umumnya mempengaruhi kualitas suatu negara. Dibandingkan negara-negara lainnya, Indonesia masih berada di peringkat terbawah yakni ke-60…

Tetra Pak Perluas Cakupan Program Dropbox - Peduli Lingkungan

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) kepada kelestarian lingkungan dalam pengolahan sampak…

BRG Bentuk Desa Peduli Gambut di Sumsel

BRG Bentuk Desa Peduli Gambut di Sumsel NERACA Palembang - Badan Restorasi Gambut (BRG) membentuk desa peduli gambut di Sumatera…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Ingatkan Apotek dan Apoteker Hanya Jual Obat dengan Resep Dokter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan apoteker hanya menjual obat dengan resep dokter guna mencegah penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat.…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

Kemenkes Jadikan Kulon Progo Lokasi Demonstrasi Vaksinasi HPV

Kementerian Kesehatan menjadikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan program demonstrasi vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pemicu kanker…