Alam Situ Wanayasa Sajikan Keindahan Danaunya

Sabtu, 01/10/2011

Mungkin masih banyak wisatawan domestic atau luar negeri tidak mengetahui tentang Situ Wanayasa terletak di Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, sekitar 23 km dari Kota Purwakarta atau 83 km dari Bandung. Situ Wanayasa. Wisata yang menyajikan sebuah danau (situ) dengan luas sekitar 7 hektar, dikelilingi pohon-pohon, bukit-bukit hijau, air danaunya bersih dan alami.

Neraca. Kelebihan lain yang dimiliki adalah terletak di ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 17 sampai dengan 20 derajat Celsius.yang tampak gambar di atas adalah sebuah bukit kecil yang di tumbuhi oleh pohon pinus, dan bukit ini terletak di tengah tengah situ wanayasa.

Prasarana yang sudah tersedia, listrik, telepon dan kendaraan umum. Untuk meningkatkan akses dan kenyamanan bagi pengunjung, jalan menuju Situ Wanayasa telah dihotmix, penataan Gedung Kewedanaan menjadi sarana aktifitas kebudayaaan dan pembangunan sarana wisata berupa Guest House.

Untuk menarik wisatawan yang dating ke Situ Wanayasa ini, pada tahun 2007 Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta telah melakukan upaya penataan kawasan Situ Wanayasa. Antara lain pembuatan gazebo, yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk tempat beristirahat sambil menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa, selain itu telah dibuat juga jembatan semi permanen yang menghubungkan dari sisi ke pulau kecil yang terletak ditengah situ. Sehingga kini pulau kecil yang berada ditengah situ dapat dicapai pengunjung dengan mudah, dimana dalam tahun yang sama telah dilakukan pula penataan taman ditengah Situ tersebut. Seperti penyediaan beberapa tempat duduk yang dapat dipakai pengunjung untuk bersantai.

Untuk sarana wisata air yang ada pada saat ini ( 7 unit sepeda air) belum dapat dioperasikan, pada saat ini sedang disusun regulasi/juknis untuk pengoperasian dan pengamanan sarana wisata iar tersebut. Situ Wanayasa merupakan kawasan wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena secara geografis pariwisata, terletak di antara Tangkuban Parahu, Ciater dan danau Jatiluhur.

Pengembangan wisata yang disarankan, adalah rekreasi air berupa pemancingan, sepeda air, perahu dayung, restoran terapung dan sebagainya. Di lingkungan sekitarnya yang dapat dikembangkan, antara lain seperti home stay, guest house, rumah makan, taman rekerasi, usaha cinderamata, hiking, arena melukis, menggambar, horse riding, jogging, sarana out bound dan wisata pendidikan, seperti cara bertani manggis dan cara berkebun lainnya yang difokuskan kepada para pelajar atau mahasiswa.

Kemudian ke depan dapat dikembangkan paket wisata dalam kota, dengan route perjalanan Air Panas Ciracas- Curug Cipurut-Situ Wanayasa-Situ Buleud-Grama Tirta Jatiluhur dan terakhir Danau Cirata. Sedangkan pengembangan paket wisata luar kota, diusulkan adalah Tangkuban Parahu-Ciater-Situ Wanayasa-Grama Tirta Jatiluhur dengan pangsa pasar wisatawan dari Bandung dan Jakarta.

Wana Wisata Alam Curug Cijalu

Setelah puas dengan alam yang disuguhkan oleh Situ Wanayasa bisa berlanjut ke WW Curug Cijalu seluas 2 hektar termasuk KPH Bandung Utara, BKPH Wanayasa, RPH Tangkuban Perahu yang secara administrasi pemerintahan terletak di Kabupaten Subang Kecamatan Sagala Herang Desa Cipancar. Letaknya tidak begitu jauh dari Purwakarta.

Wana wisata ini terletak pada ketinggian 1.30m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700mm/th dengan suhu udara 18-26C. Potensi Kawasan Wana wisata ini terdiri dari hutan alam dan hutan tanaman, sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung. Potensi visual lanskap didalam kawasan yang menarik adalah air terjun, hutan alam dengan udara yang sejuk dan hutan tanaman.

Sedangkan potensi Wisata Alam Wana wisata ini digunakan untuk wisata harian dengan kegiatan yang dapat dilakukan adalah piknik, mandi air terjun, lintas alam dan mendaki gunung. WW Curug Cijalu dibuka sejak 1 September 1984 berlokasi dihutan produksi blok Cijengkol RPH Tangkubanperahu Utara, BKPH Wanayasa Kab Purwakarta dan Desa Cipancar Kab Subang. Dengan luas 8 hektar daerah ini diproyeksikan sebagai obyek wisata.

Dulu sebelum dikelola, air terjun itu sudah sering dikunjungi orang-orang keturunan Tionghoa. Mereka menganggap air terjun itu tempat mandi para bidadari, tutur seorang penduduk Desa Cipancar yang sudah tinggal disana lebih dari enam puluh tahun. Kepercayaan ini timbul lantaran saat matahari pagi memancar, akan bermunculan pelangi-pelangi kecil memantul dari air terjun.

Sedangkan fasilitas yang tersedia dilokasi wana wisata ini adalah loket karcis, pos jaga, tempat parkir, shelter, tempat sampah, jalan setapak, tempat duduk, mushola dan instalasi air.