Kenalkan Budaya 'I Hate Slow'

Smartfren :

Sabtu, 08/10/2011

NERACA – Akses ke internet kadang terasa lama. Entah mengapa hal tersebut bisa terjadi. Tentu saja kerapkali hal semacam itu membuat kita menjadi kesal lantaran proses untuk akses internet menjadi lama dan bertele-tele. Padahal sejumlah perusahaan telekomunikasi bersaing dengan menampilkan iklan-iklan tentang produknya untuk layanan internet tercepat.

Keluhan pengguna layanan jaringan internet, cepat juga ditangkap Smartfren dengan meluncurkan kartu Smartfren untuk koneksi via internet, yang cepat diantara yang tercepat. Untuk lebih menggigit, Smartfren membuka wacana, "I Hate Slow," sebagai trigger dalam menjaring pelanggan baru. Smartfren merupakan penyedia layanan telekomunikasi berbasis teknologi CDMA terkemuka di Indonesia, yang berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan terbaik, terdepan dan tercepat.

Produk terbaru ini sekaligus menjadi wujud dari kesungguhan sinergi bisnis yang telah dilakukan antara Smart Telecom dan Smartfren Telecom. Produk yang merupakan representasi layanan brand Smartfren yang inovatif, serta menjadi salah satu manifestasi budaya korporasi yang mengedepankan kesigapan dan kecepatan layanan yang berorientasi kepada peningkatan kinerja usaha, produktif, efektif, dan kepuasan pelanggan.

Kehadiran Kartu Smartfren menyempurnakan beragam produk Smartfren yang pernah ada dan menawarkan keunggulan layanan baru yang inovatif, seperti siap digunakan untuk akses internet cepat hingga 14,7 Mbps, disamping tetap menghadirkan semua keunggulan dan manfaat yang telah dihadirkan , Smartfren melalui produk-produk sebelumnya, seperti GRATIS menelpon ke sesama nomor Smartfren, GRATIS mengakses Facebook dan Twitter, memiliki masa aktif yang panjang yaitu 365 hari, bisa memilih nomor lokal (FWA), dan hitungan tarif per detik ke semua operator di Indonesia – lokal maupun interlokal.

“Kartu Smartfren kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan komunikasi data maupun suara berkualitas tinggi, cepat dan tidak lambat lagi, serta berbiaya hemat. Sebuah solusi untuk meningkatkan kelancaran dalam bersosialisasi maupun mendukung produktivitas konsumen secara optimal”, tutur Rodolfo Pantoja, Presiden Direktur Smartfren.

“Inovasi layanan dengan beragam keunggulan dalam satu kartu, serta peluang menikmati teknologi telekomunikasi terdepan berbiaya terjangkau hari ini telah kami hadirkan, dan saatnya kini menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang bergaya hidup cerdas sebagaimana slogan Smartfren, LIVE SMART”, tambah Rodolfo yang ditemui beberapa waktu lalu saat peluncuran tersebut.

Rodolfo menambahkan, sebelumnya Smartfren telah melakukan serangkaian kegiatan marketing komunikasi dengan mengusung kampanye pasar ‘I Hate Slow’. I Hate Slow merupakan satu kampanye marketing komunikasi yang mencerminkan budaya anti lelet. Anti lelet dalam segala hal, terlebih lagi dalam hal keterhubungan dalam jaringan internet. Kegiatan ini telah dimulai sejak pertengahan Agustus 2011 melalui komunikasi dengan menggunakan billboard, radio adlib, online social media campaign melalui situs jaringan sosial seperti facebook, twitter, dan forum, serta aksi demo dari Komunitas Anti Lelet.

“Tokoh KWIK yang digambarkan enerjik, menyenangkan dan cepat, menjadi personifikasi tepat bagi layanan berkualitas Smartfren melalui Kartu Smartfren maupun laju bisnis Smartfren yang dinamis dan progresif. Begitu pula dengan slogan ‘I Hate Slow’ yang tertulis di kemasan kartu perdana merupakan bentuk pernyataan bahwa Kartu Smartfren menjadi satu solusi untuk mengatasi kendala komunikasi data yang lelet atau lambat,” tutur Rodolfo.