Mesin Turbin Gas Aeroderivatif, Menerangi Daerah

Sabtu, 01/10/2011

Indonesia masih memerulukan pasokan listrik, terutama diaerah-daerah yang masih terpencil. Pembangunan selama ini, hanya terkonsentrasi pada kota-kota besar saja, sehingga penerangan lampu dari energi listrik dinikmati baru sebagian masyarakat. Pemerintah masih terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, agar seluruh masyarakat benar-benar dapat menikmati kehidupan yang terang dengan masuknya listrik ke daerah-daerah terpencil, dipelosok Indonesia.

Neraca. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah saat ini bekerjasama dengan GE (General Electric). GE saat ini telah memiliki teknologi baru pada mesin turbin gas aeroderivatif sebagai sebuah stasiun pembangkit tenaga listrik, guna memenuhi kebutuhan mendesak akan tenaga listrik, khususnya di Kalimantan Timur. Proyek pembangunan ini sebagai inisiatif yang akan menyuplai kebutuhan akan tenaga listrik di seluruh daerah di Indonesia. Mengingat jumlah penduduk saat ini, sekitar sepertiganya masih belum menikmati pasokan listrik.

Proyek tersebut saat ini sedang berlangsung di daerah kota Balikpapan, Kalimantan Timur. P.T. Kartanegara Energi Perkasa (KEP) yang merupakan pemilik dari Stasiun Pembangkit Listrik Senipah, yang berjarak 70 kilometer dari Balikpapan. menerima dua buah unit mesin aeroderivatif LM6000-PG berkapasitas 41 megawatt dari GE. Teknologi ini merupakan instalasi teknologi jenis yang pertama di Asia dan kedua di dunia, setelah California yang telah berjalan. Setelah meraih sukses dengan produk LM6000nya, kini GE meluncurkan mesin barunya, LM6000-PG yang menghasilkan tenaga lebih besar, efisiensi dan fleksibilitas operasional serta fitur-fitur kuncinya.

Bila dihitung jumlah penduduk, lebih dari 70 juta rakyat Indonesia hidup tanpa listrik. Angka yang cukup luar biasa, yang membuat pemerintah merencanakan untuk menghubungkan sebanyak 1,3 juta rumah tangga ke jaringan kelistrikan per-tahunnya sampai 2025. Saat ini, target yang ingin dicapai oleh pemerintah sekitar 65% seluruh penduduk mendapatkan pasokan listrik sampai akhir tahun ini.

Untuk memenuhi permintaan akan tenaga listrik, -yang diperkirakan akan bertumbuh lebih dari 9 persen per tahun untuk beberapa tahun mendatang-, Indonesia merencanakan untuk membangun kapasitas tenaga listrik tambahan sebesar 35,7 gigawatt pada tahun 2018. Sebagian besar dari tambahan kapasitas ini akan dicapai melalui program pembangunan stasiun tenaga listrik “jalur cepat” dan melalui pembangunan listrik swasta seperti Senipah.

“Pertumbuhan di Kalimantan Timur, sedang mengalami peningkatan pesat sehingga diperlukan suplai listrik sehingga menjadi katalis untuk pembangunan industri baru, perumahan dan perusahaan komersil. Mengingat ketersediaan gas alam di kawasan Senipah ini menjadikan biaya produksi energi listrik bersaing. Selain itu, proyek ini sejalan dengan target perencanaan tenaga listrik yang ditetapkan oleh pemerintahan, untuk menjadikan seluruh stasiun pembangkit tenaga listrik baru Indonesia berbasis bahan bakar non-minyak, seperti batubara, gas alam, panas bumi, hidro dan solar,” jelas Jendral (Purn.) Luhut B. Pandjaitan, pemegang saham mayoritas P.T. KEP.

PLTG yang merupakan fasilitas milik Senipah akan membangkitkan listrik sejumlah 82 megawatt, dengan ketersediaan stasiun 85%. KEP berencana meningkatkan stasiun Senipah dari PLTG menjadi operasi “combine-cycle” (PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) untuk pembangunan berikutnya, pada tahun 2013, sehingga menghasilkan daya dan efisiensi yang lebih tinggi.

“Melalui proses evaluasi, P.T. KEP memutuskan bahwa mesin LM6000-PG dari GE merupakan teknologi terbaik yang cocok dengan proyek Senipah. Mesin LM6000-PG memiliki kemampuan lebih dan mencerminkan komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan meningkatkan kemampuan tenaga gas serta kinerja. Ketersediaan dan keandalan teknologi ini memastikan stasiun Senipah mampu menyuplai listrik yang sangat dibutuhkan bagi rakyat Indonesia,” tutur Darryl Wilson, Presiden dan CEO turbin gas aeroderivatif dari GE Power & Water.

Mesin LM6000-PG yang memiliki kenaikan tenaga sebesar 25% pada operasi PLTG dan 18 persen kenaikan keluaran energi pada aplikasi ke-generasi lainnya. Mesin ini dapat mereduksi emisi karbon sebesar 6.500 ton selama masa operasi tipikal satu tahun. Setara dengan jumlah reduksi emisi yang setara dengan emisi 2.500 mobil di jalan raya setiap tahunnya. GE akan mengirimkan kedua unit mesin LM6000-PG ke lokasi Senipah pada April 2012, yang diharapkan untuk mulai beroperasi dan secara komersial pada November 2012.