Pemkab Bandung Siap Antisipasi Letusan Gunung Papandayan

NERACA

Bandung - Beberapa dinas/ instansi dan perusahaan di wilayah Kabupaten Bandung telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya letusan Gunung api Papandayan. Instansi yang berada di lingkup Pemkab Bandung tersebut, di antaranya Dinas SDAPE (Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi), Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung, PDAM, Dinas Pertasih (Permukiman, Tata Wilayah dan Kebersihan), Kecamatan Kertasari dan Perkebunan Teh Sedep.

Sebagai langkah antisipasi, dinas dan perusahaan tersebut sejak beberapa waktu lalu telah melakukan berbagai langkah sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Di antaranya sosialisasi, simulasi, penetapan jalur evakuasi, pembuatan rencana penetapan lokasi penampungan pengungsi, pendataan jumlah pengungsi disamping pendataan jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk mengangkut pengungsi.

“Dari hasil rapat yang dilaksanakan 15 September lalu, seluruh dinas instansi tersebut sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan tugas sesuai tupoksinya jika terjadi letusan Gunung Papandayan,”kata Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung, Juhana Atmawisastra, M.Si. dalam rapat tersebut, hadir pula beberapa pejabat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Pada awal Juli 2011 lalu, BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan pemetaan dan survey lapangan kesejumlah desa wilayah Kabupaten Bandung yang berbatasan langsung dengan Gunung Papandayan. Di antaranya Desa Neglawangi, Tarumajaya dan Desa Cibeureum yang seluruhnya berada di Kecamatan Kertasari.

Diungkapkan ada 3 kecamatan di Kabupaten Bandung yang berdekatan dengan wilayah Kabupaten Garut, di antaranya Kecamatan Kertasari, Ibun dan Pangalengan. Sementara yang paling berdekatan dengan Gunung Papandayan adalah Kecamatan Kertasari yang dalam radius 10 s/d 12 km.

“Dari hasil penelitian BMKG dan BPVMG, ketiga wilayah kecamatan di Kabupaten Bandung ini cukup aman dari gumpalan awan panas jika letusan Gunung Papandayan terjadi,” kata Juhana.

Analisa dari BMKG dan BPVMG menyebutkan, letusan awan panas Gunung Papandayan akan mengapung ke udara hingga 1.000 meter Dpl dan jatuh menebar kedaratan pada radius 2 s/d 3 km dari mulut kawah. Sehingga diprediksi daerah bahaya Papandayan akan terjadi pada radius 3 s/d 5 km.

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda - Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal

DPRD Siap Bahas Tiga Raperda Pemkot Sukabumi Berencana Dirikan Televisi Lokal NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil

Berikan Bunga 0%, TOKOMODAL Fokus Majukan Daya Saing Usaha Kecil NERACA Jakarta - Perusahaan fintech peer to peer lending (P2P…

Kunjungi Sulteng, Forkom Koperasi Serahkan Bantuan Ke Pengungsi Korban Tsunami

Kunjungi Sulteng, Forkom Koperasi Serahkan Bantuan Ke Pengungsi Korban Tsunami NERACA Palu - Sejumlah perwakilan dari Forum Komunikasi Koperasi Besar…

Lima BRT Sukabumi Direncanakan April Bisa Beroperasi

Lima BRT Sukabumi Direncanakan April Bisa Beroperasi NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mendapatkan bantuan hibah lima unit…