Loyalitas Terhadap Bangsa dan Negara - Pieter Lydian, Director and Country Manager Dell Indonesia

Neraca. Indonesia saat ini memegang rekor sebagai negara demokratis dengan populasi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, GDP yang diraih sangatlah besar. Malahan menurut data di tahun 2008 ada tiga negara di dunia yang perekonomiannya tidak minus, dan salah satunya Indonesia. Bahkan saat ini, Indonesia menjadi support investment bagi negara manapun di dunia.

Berbagai kemajuan sendiri sudah dicapai oleh Indonesia. Bahkan dari sumber daya manusia sendiri, orang Indonesia sudah diakui di seluruh dunia. Pengakuan ini dilihat dari kemampuan kita dalam berkreasi. Tercatat di beberapa perusahaan besar dunia, beberapa karyawannya bahkan yang memegang posisi kunci di perusahaan world wide, berasal atau merupakan warga negara Indonesia.

“Kalau kita bicara soal loyalitas mereka akan bangsa ini, jangan ditanyakan lagi. Konteks kewiraan ini masih mengikat kepada kultur yang sudah tertanam di dalam diri mereka masing-masing, “ papar Pieter Lydian, Director and Country Manager Dell.

Bahkan kebanyakan warganegara Indonesia yang berkarir di berbagai perusahaan besar di dunia tersebut, menempati posisi-posisi strategis. “Kami mencari posisi-posisi strategis, kemudian kami isi dengan orang-orang Indonesia. Pastikan dia menjadi orang yang berpengaruh disana. Bahkan atasan saya merupakan orang Indonesia, dia me-manej 28 negara di Asia. Saya sendiri selalu mendorong orang Indonesia yang sudah saya tempatkan menjadi orang besar, dan tetap terus belajar, “ lanjut Pieter.

Ada beberapa motivasi yang dilakukan orang Indonesia saat belajar keluar negeri, yaitu mencari sistem dan lingkungan pendidikan yang lebih baik, meningkatkan karir, meningkatkan competitiveness dalam mencari pekerjaan, dan mengejar kemajuan iptek. Belajar di luar negeri adalah sepotong bagian dari rangkaian hidup kita. Motivasi dan niat belajar akan sangat menentukan keberhasilan studi di luar negeri.

Pada umumnya kemampuan intelektual Indonesia tidak kalah dengan orang asing. Kunci keberhasilan belajar adalah pada kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang baru. Ke luar negeri tidak hanya untuk belajar. Hidup harus seimbang. Berada di luar negeri dapat memberi manfaat lain di luar aspek akademis.

Belajar di luar negeri memerlukan persiapan yang matang. Banyak yang bisa didapatkan dari belajar di luar negeri, tetapi semuanya perlu dikembangkan dalam sebuah framework rencana masa depan. Belajar perlu dilakukan dengan fun dan seimbang

Setelah semua ilmu yang ada diserap, maka kembalilah ke Indonesia. Mari kita bangun kembali negeri ini. “Saya pernah berkeliling ke berbagai negara, dan mendapat masukan yang berarti yaitu ternyata orang Indonesia jika diadu dengan orang regional malah lebih bagus. Impelementasinya apa? Saya balik ke Indonesia, dan mencari posisi strategis yang ada. Saya kasih posisi itu ke orang Indonesia. Ini wujud nyata bagaimana membangun negeri ini. Tidak perlu kita menunggu pemerintah untuk melakukan itu semua. Kasihan kalau harus tergantung kepada government. Mari dengan merah putihnya kita sendiri, bangun negeri ini, “ cerita penyuka hobi bersepeda ini.

Suasana demikian sendiri, mendapat dukungan dari DELL. Tidak boleh ada diskriminasi, semua dijalankan secara open bagi semua orang. Untuk itu, bagaimana caranya mengisi posisi strategis untuk orang Indonesia. Itu menjadi aspirasi pribadi dari Pieter. Melihat keadaan yang seperti itulah, membuatnya memutuskan bergabung di perusahaan teknologi ini sejak 6 tahun lalu.

Mengatur Waktu Dengan Keluarga

Semakin tinggi posisi seseorang di sebuah perusahaan, bisa membuatnya semakin sibuk dengan pekerjaannya. Dampak itu merupakan konsekuensi sebuah tugas baru yang diembannya. Kondisi demikian ada pihak yang harus dikorbankan, dalam hal ini keluarga. Keadaan demikianpun dialami oleh ayah seorang puteri berusia 5 tahun ini.

“Sabtu dan minggu bagi saya family day, dan itu sudah jelas. Saya mengambil keputusan kerjaan kantor, di tinggal di kantor dan jangan dibawa pulang. Syukurnya, isteriku memahami saat kami sedang kondisi full speed di pekerjaan. Terus terang, kalau kita kerja tidak ada dukungan keluarga tidak akan bisa. Bahkan aktifitas social saya bersama teman-teman saat hari sabtu dan minggu, akan dikorbankan. Bahkan PC Ganes pun saya kurangi jika sedang berada di rumah. Keluarga merupakan hal yang sangat penting bagi saya, “ papar Pieter.

Namun bukan berarti semua hobi dia tinggalkan. Bersepeda di pagi hari merupakan hobi yang masih ditekuninya. Hobi itu dilakukan saat anaknya belum bangun, dan sudah selesai saat si kecil masih belum bangun juga. Bersepda yang dia lakukan juga cukup ekstrim, yaitu dengan bersepda jarak jauh. Jalur terpendek yang biasa dicapainya bisa hingga 30 kilometer jaraknya. Lumayan jauh…

Related posts