Menjadi Andalan Perbankan Syariah - Kualitas Teknologi informasi (TI)

Jakarta - Unit usaha syariah (UUS) PT Bank Permata Tbk bersama Masyarakat Eknomi Syariah (MES) kampanyekan peningkatan Teknologi informasi (TI) dalam service quality. TI dipilih sebagai platform dalam pertemuan antar anggota MES mengingat perannya sangat erat dengan industri perbankan. Utamanya dalam peningkatan kualitas layanan bagi nasabah.

Sebagai industri yang sarat dengan TI dan regulasi, perbankan, termasuk perbankan syariah di dalamnya dituntut untuk dapat memberikan kualitas produk dan layanan yang setara dengan perbankan konvensional. "Komitmen kami adalah nasabah syariah juga dapat menikmati beragam produk, layanan dan program yang dinikmati oleh nasabah konvensional dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah," ucap Wakil Direktur Utama PermataBank, Herwidayatmo di Jakarta, Rabu.

Di tempat yang sama, Ketua PP MES, Adiwarman A Karim mengatakan, menjangkau wilayah Indonesia yang sangat luas, sangat membutuhkan dukungan TI. Dengan demikian jasa perbankan syariah dapat dinikmati oleh masyarakat luas. "Berkembangnya dunia maya, seperti Facebook-Twitter harus dimanfaatkan perbankan syariah untuk mempromosikan dan menjelaskan keunggulan produknya ke masyarakat," ujarnya.

Hal senada dikatakan Deputi Direktorat Perbankan Syariah BI, Mulia E Siregar. "Selama ini, perbankan syariah hanya fokus di penyaluran micro banking, sedangkan perbankan di Malaysia dan Singapura telah lebih memahami corporate bank, dan lainnya," ungkap dia.

Mulia mengatakan, MEA sendiri rencanannya mulai diberlakukan pada 2015 mendatang. MEA, kata dia, mempunyai lima komponen utama seperti perdagangan bebas barang di Asean, jasa, investasi, aliran bebas modal dan tenaga kerja. "Kesiapan infrastruktur penunjang dalam menghadapi MEA bagi perbankan syariah adalah mutlak diperlukan," tegasnya.

Mulia menambahkan, salah satu penggunaan teknologi IT yang mulai digunakan adalah, penggunaan social media atau website dalam sosialisasi perbankan syariah. "Edukasi dan sosialisasi berbasis web, telah berhasil memperkuat branding BI dan awarenesess masyarakat khususnya pengguna internet yang mencapai 300 ribu orang di 2010 lalu," tandas Mulia.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Dukung Nasabah Wujudkan Ide Sosial

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali membuka pendaftaran kompetisi ide sosial bertajuk…

KNKS Dukung Penyusunan Roadmap Fintech Syariah

    NERACA   Jakarta - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mendukung adanya rencana penyusunan peta jalan atau roadmap untuk…

Masalah Bumiputera dan Jiwasraya Diharapkan Segera Selesai

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengharapkan adanya solusi mendesak untuk mengatasi permasalahan likuiditas yang…