‘Yahoo! Post’ Merambah Indonesia

Neraca. Setelah keberhasilannya di dua negara Asia, Hongkong dan Korea, Yahoo! Post mendapat minat yang baik dari para blogger yang mencari konten-konten yang bisa dijadikan diskusi dan berbagai forum sesuai keinginan. Pada dua negara tersebut, Yahoo! Post dikenal dengan sebutan Kpost oleh para bloggernya. Produk ini telah berjalan selama satu tahun pada 2010. Produk tersebut mengkombinasikan dua wilayah yang sangat populer di dunia internet saat ini, yaitu jejaring sosial dan pencarian (social networking and search).

Yahoo! Post merupakan sebuah aplikasi untuk mencari konten terbaru yang menggabungkan search’ sebagai fitur untuk menemukan berbagai keinginan dari para pengguna. Juga sebagai jejaring sosial untuk komunitas yang menghubungkan dengan para pengguna lain yang memiliki ketertarikan yang sama.

Disamping itu, penggunaan Yahoo! Post ternyata sangat mudah dan bisa langsung melakukan aktifitas search. Untuk menggunakan Yahoo! Post Anda tinggal memasukkan kata kunci yang Anda inginkan. Selanjutnya, Anda bisa langsung berkomunikasi pada sebuah forum yang sama. Lalu mengapa Yahoo! Post diperkenalkan di Indonesia? ” Sekitar 85 persen orang Indonesia menggunakan internet dan mengunjungi jejaring sosial serta serching, sehingga itu menjadi keinginan kami untuk memberi keleluasaan bagi para blogger khusunya,” jelas Aryo Kresnadi, Regional product Marketing Manager Yahoo! SEA.

Pengenalan produk barunya ini selain untuk memperkenalkan produk terbaru, juga untuk memberi pilihan alternatif para pengguna dalam menggunakan account. Jadi, para pengguna harus melakukan pendaftaran diri terlebih dahulu, baru setelah terdaftar mereka bisa langsung menggunakan layanan tersebut. Untuk lebih menarik para blogger, pihak Yahoo! Post menawarkan hadiah iPad 2 dan iPod touch kepada pengguna Yahoo! Post selama beberapa bulan ini, september sampai oktober yang diberikan satu minggu sekali. “Kami memberi hadiah kepada para pengguna Yahoo! Post setiap 1minggu sekali diumumkan dalam bulan-bulan ini,” jelas Aryo.

Ternyata ketika melakukan kunjungan (maksudnya ke Yahoo! Post), disanah tampak fitur-fitur dan aktivitas yang cukup menarik. Seperti jejaring sosial Facebook yang saat ini banyak orang yang menggunakan aplikasi tersebut sebagai alat komunikasi. Saat dikunjungi kemarin saja, sudah tercatat lebih dari 163 topik bahasan.

Kemudian target pasar yang dituju mulai dari anak muda berusia 15- 25 tahun. Pada Yahoo! Post terdapat 3 segmen pengguna, mulai dari kontributor, voter, dan moderator. Jadi bagi orang yang menggunakan Yahoo! ID-nya ditujukan untuk diskusi, maka penggunanya dimasukkan dalam kategori kontributor. Kontributor ini, setelah melakukan posting dengan hitungan yang ditentukan dalam keaktifannya, maka bisa meningkat ke level Voter. Tidak itu saja, bila voter telah memenuhi syarat yang telah diprogram, bisa mencalonkan diri sebagai moderator untuk menentukan kata kunci. Cara pemiliha sebagai moderator pun, sangat demokratis, lanjtunya.

Selain itu, apabila terdapat konten yang tidak sesuai dengan para pengguna, seperti penghinaan terhadap agama atau sara`, pornografi dan yang tidak sesuai dengan norma-norma moral.

Menurut Aryo, Indonesia bakal menjadi pilot project untuk Yahoo! Post. Bila hal ini mengalami kesuksesan maka sudah dipastikan akan menjadi contoh bagi negara-negara lainnya untuk diimplementasikan. Bahkan teramsuk untuk coverage Yahoo! SEA. Sementara itu, yang menjadi pesaing produk ini adalah Kaskus dan Mindtalk.

Ketika ditanya tentang kelanjutan dari Yahoo! Post, Aryo menambahkan. Bahwa penyediaan melalui versi mobile merupakan kunci dari jawaban tersebut. Melihat pangsa pasar yang menggunakan akses internet melalui ponsel cukup meningkat. Maka saya yakin mampu bertahan karena adanya kemajuan perangkat-perangkat teknologi, yang memudahkan untuk meng-akses internet.

Ditambah lagi, bahwa versi mobile akan segera menyusul dalam waktu yang tidak lama lagi. Di Hong Kong dan Korea yang lebih dulu menggunakan produk ini kebanyakan memakai desktop karena banyak yang mengakses situs ini dengan komputer. Ketika produk tersebut dibawa ke sini yang siap adalah versi dekstopnya. Kedepan akan terus dilakukan dengan berbagai perbaikan dan peningkatan untuk memberi pelayanan terbaik bagi penggunanya, tegasnya.

BERITA TERKAIT

Sumbangkan Dana US$ 1 Juta - Google.org Bantu Persiapan Bencana di Indonesia

Menyadari Indonesia menjadi negara rawan bencana dan bencana sendiri tidak bisa diprediksi kapan datangnya, maka kesadaran masyarakat akan potensi bencana…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Niaga Komoditas - Indonesia Berpotensi Membawa Kebijakan Sawit Uni Eropa ke WTO

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pihaknya berpotensi untuk membawa kebijakan diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit yang dikeluarkan oleh…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…

Kebijakan Registrasi SIM Dinilai Rugikan Penjual Kartu Perdana

Dampak diterapkannya kebijakan registrasi kartu SIM prabayar oleh pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun lalu ternyata dinilai merugikan…