PT. MERAK BUMINDO HOLDING ARIFFIN Tertarik Mengolah Pasir Besi di Perairan Selatan Cianjur

NERACA

Cianjur – Ketertarikan PT. Merak Bumindo Holding Ariffin, selaku pengusaha bidang pasir besi yang bakal membuka usaha di perairan selatan atau lebih dikenal dengan Samudra Hindia Kabupaten Cianjur, karena di areal tersebut, mulai dari Sungai Cibuni hingga Sungai Cidaun, banyak mengandung sumber kandungan mineral yang kaya akan pasir besi.

Perwakilan dari investor PT. Merak Bumindo Holding Ariffin, Elan Masbulan, mengungkapkan itu, dalam eksposenya saat diterima Wakil Bupati Cianjur, H Suranto. Nampak turut mendampingi Wabup, Kepala Dinas PSDA dan Kepala Perizinan Seatap Pemkab Cianjur

Atas pernyataan Elan Masbun itu, Wakil Bupati H Suranto, menyambut baik atas misi pengusaha PT. Merak Bumindo Holding Ariffin tersebut, karena dengan demikian katanya, arah pembangunan ekonomi Cianjur bagian selatan, khususnya dapat dimulai dengan adanya perwujudan perkembangan dinamika pembangunan.

“Salah satu ketertarikan swasta dalam hal ini investor PT. Merak Bumindo Holding Ariffin, yang mampu bekerjasama dengan pihak pemerintah Cianjur serta masyarakat, kami harapkan akan berhadapan langsung dengan aktivitas pengusaha tersebut nantinya,” ujar Wabup.

Peranan beberapa instansi terkait dalam melakukan kerjasama teknis dengan para pengusaha eksplorasi sumber daya alam di wilayah selatan, juga diharapkan Wabup Suranto, dapat memberikan nuansa positif bagi kemajuan perkembangan perekonomian warga khususnya warga pesisir sepanjang pantai.

Sementara perwakilan PT. Meraka Bumindo Holding Ariffin, Elan masbulan menjelaskan dalam ekspose itu, system yang akan dilakukan perusahaan PT. Merak Bumindo Holding Ariffin, dengan cara system penambangan pasir besi wilayah offshore yaitu sistem penambangan bawah air ( under water minning ) dengan teknik penambangannya menggunaka kapal hisap dengan tipe trilling suction hopper dredger, hal ini dikarenakan letak endapan pasir besi berada jauh di dasar laut.

Adapun pendekatan teknologi kapal yang digunakan, lanjut Elan, yaitu kapal dengan sistem kerja kapal Trailing Suction Holding Dredger (TSHD), kapal keruk yang paling minimal menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, yang telah dilengkapi dengan perlatan navigasi berupa radar yang dapat menentukan posisi dan kedalaman laut serta peralatan telekomunikasi dan sistem komputerisasi modern yang dapat memonitor dampak kerusakan seperti kerawanan terjadinya abrasi dikemudian nanti.

Related posts