Berkat Tunjangan Sertifikasi, Kesejahteraan Guru Agama Meningkat

NERACA

Cianjur – Sejak tahun 2007 hingga sekarang, Kantor Kementrian Agaman Kabupaten Cianjur, sudah sekitar 1.300 orang guru untuk mendapatkan uang tunjangan sertifikasi. Dari hasil pembinaan tersebut, paling tidak sudah sebanyak 800 orang guru, telah mendapatkan uang tunjangan sertifikasi. Sedangkan sisanya sebanyak 500 orang guru lagi, belum mendapatkan uang tunjangan sertifikasi karena masih dalam proses Surat Keputusan (SK) Dirjen.

Mengenai berapa nilai besaran uang tunjangan sartifikasi yang didapat, dibagi dua katogori. Bagi guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebesar satu bulan gaji pokok, untuk guru non PNS dibayar sekitar Rp 1.500.000 per bulan. Uang tunjangan sertifikasi guru untuk saat ini dibayarkan setiap tiga bulan sekali, sambil dilihat sejauh mana kinerja guru setelah mendapatkan tunjang sertifikasi. Apakah sudah sesuai dengan jumlah kewajiban memenuhi jam tatap muka , mengajar sebanyak 24 jam/minggu atau belum.

“Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan guru tersebut akan dikenankan sanksi pencabutan mendapatkan tunjangan sertifikasi. “ ujar Kepala Kemenag (Kementrian Agama) Kabupaten Cianjur, Abu Bakar Sidik, Selasa (20/9).

Abu Bakar Sidiq yang didampingi Kasi Mapenda Kemenag Cianjur, Wawan Solihin mengatakan, untuk mengontrol setiap guru dibuatkan Surat keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) yang ditandantangani kepala sekolah, serta dibawah pengawasan Pendais dari Kantor Kemenag. Disamping itu dengan adanya tunjangan sertifikasi yang diberikan pemerintah, telah meningkatkan kesejahteraan para guru. Ini terlihat dari guru yang biasanya diluar mengajar ada yang menjadi tukang ojek, pedagang dan sebagainya. Sekarang kelihatanya sudah mulai mengalami peningkatan, dalam pendapatan ekonomi yang cukup siginifikan, “ terang Abu Bakar

Dijelaskanya, sesuai dengan aturan bagi guru mata pelajaran umum, minimal sudah mengajar sekitar 5 tahun dan memiliki gelar sarjana (SI), tapi bagi guru PAI dihitung dari lamanya masa kerja. Jika masa kerja menjadi guru lebih dari 20 tahun, atau sudah berusia diatas 50 tahun maka guru tersebut berhak mengajukan permohonan mendapatkan uang tunjangan sertifikasi, masalah dapat atau tidak itu kewenangan Dirjen yang menentukan.

BERITA TERKAIT

GAPKI DORONG PERUSAHAAN SAWIT SERTIFIKASI ISPO

Seorang staf perusahaan sawit memperlihatkan sejumlah sampel varietas sawit di pameran 3rd Borneo Forum yang digelar Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia…

Nilai Ekspor Industri Pengolahan Nonmigas Terus Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mencatat, selama empat tahun terakhir, ekspor dari industri pengolahan nonmigas terus meningkat. Pada 2015, nilai…

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen - Tahun 2019

Investasi Hotel di Asia Pasifik Meningkat 15 Persen Tahun 2019 NERACA Jakarta – Asia Pasifik adalah satu-satunya wilayah yang dinantikan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jokowi Naik Sepeda Onthel, Jogja Gegap Gempita

Jokowi Naik Sepeda Onthel, Jogja Gegap Gempita NERACA Yogyakarta - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara…

PDIP : MRT Moda Transportasi Cepat Utamakan Kepentingan Publik

PDIP : MRT Moda Transportasi Cepat Utamakan Kepentingan Publik NERACA Jakarta - Setelah hampir menunggu selama 25 tahun, warga DKI…

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…