Konsisten Mengembangkan Bisnis Obat Herbal - Mulyo Rahardjo Managing Director PT Deltomed Laboratories

Kemampuannya mengembangkan usaha yang dirintis sang ayah telah ia buktikan. Bahkan sejumlah produk obat herbal kebanggaan anak negeri, kini merambah mancanegara.

NERACA.Bagai dayung bersambut. Inilah wajah PT Deltomed Laboratories, sebuah perusahaan yang memproduski sejumlah obat-obatan herbal (alami) berkualitas tinggi. Adalah sang ayah, Purwanto Rahadjo, yang merintis pemanfaatan tanaman berkhasiat sebagai obat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan 35 tahun silam. Kini tangan dingin Mulyo Rahadjo sang anak, kepak sayap perusahaan pun merentang hingga mancanegara.

Mengawaki sekitar 700 karyawan, termasuk ratusan petani yang menyediakan bahan baku bagi tumbuh kembangnya perusahaan, memang bukan perkara mudah. Terlebih ketika krisis moneter menghantam bangsa ini di tahun 1998, kemampuan menahkodai bahtera perusahaan menjadi ajang pembuktian dirinya.

Managing Director PT Deltomed Laboratories Mulyo Rahadjo berkisah, bila ia sempat merasa bingung, “Apakah Deltomed akan terus hidup atau tidak?,” ungkapnya dihati. Pukulan pada dunia perbankan, turunnya daya beli masyarakat dan kondisi politik yang kurang kondusif memang realitas yang harus dihadapi banyak pengusaha, “Pilihan saya cuma dua. Maju atau mundur?,” ucapnya mengenang.

Dengan pertimbangan tak sedikit karyawan yang bergantung bisnis yang dijalankan, dan tantangan dalam mempertahankan jerih payah usaha yang telah dirintis sang ayah, Mulyo pun memutuskan untuk konsisten meneruskan bisnis Deltomed. “Saya bersyukur, dukungan keluarga, rekan kerja, relasi dan kolega lainnya semakin memantabkan untuk mempertahankan Deltomed,” ujarnya.

Secara perlahan, langkah beberapa perubahan pun dilakukan pihak manajemen. Ia mencontohkan, ketika manajemen memasang AC di pabrik, beberapa karyawan protes karena sering masuk angin. Padahal, pabriknya tertutup dan ber-AC. Akhirnya, ia simpulkan untuk melakukan perubahan secara perlahan, “Perubahan itu harus pelan, jangan langsung. Kalau langsung dirombak malah kacau,” ujarnya tersenyum.

Sedangkan dalam meningkatkan kualitas SDM, manajemen pun memutuskan untuk meningkatkan standar kualitas SDM. “Sebelumnya, karyawan pabrik kami ada yang lulusan SD dan SMP. Sekarang tidak boleh, minimal harus SMA. Saat ini, saya mempunyai sekitar 700 karyawan. Saya lebih memilih generasi muda sebagai pemimpin perusahaan,” ungkapnya.

Kepada karyawan, ia berharap budaya disiplin, kebersihan, dan kesehatan di pabrik tetap menjadi perhatian bersama. “Disiplin sangat penting guna menghasilkan kualitas produk tinggi,” ujar Mulyo memandang.

Keteguhan Mulyo dan awak Deltomed dalam menjalankan roda perusahaan ditengah krisis keuangan, terbukti mampu mereka lalui. Ini dibuktikan dengan meningkatkan angka penjualan salah satu produk Deltomed, Antangin pada medio 2002, dan menempatkan Deltomed sejajar dengan produsen jamu lainnya di tanah air. Bahkan dibeberapa tempat (daerah) penjualan, produk Antangin muncul merajai pasar.

Untuk meningkatkan kualitas produknya, Deltomed telah menggunakan Quadra Extraction System (QES) mesin berteknologi Jerman yang dapat menghasilkan ekstrak bahan alami dengan kualitas tebaik sejak Mei 2010. Termasuk menggunakan standar GMP (Good Manufacturing Process) asal Eropa, GMP Indonesia (CPOTB/Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), dan FDA dalam pembuatan produknya.

Menurut dia, teknologi dan peralatan modern yang diterapkan dalam keseluruhan proses produksi telah dilakukan oleh Deltomed. Mulai dari proses panen, pencucian bahan dasar dari kotoran dan zat-zat kontaminer, pengeringan, penggilingan, hingga proses ekstraksi. “Semua kami lakukan dengan satu tujuan. Yakni menghasilkan produk obat herbal yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan kualitas produk yang dimiliki, maka tak heran, jika dibawah kepemimpinan Mulyo, selain menguasai pasar skala nasional, Deltomed juga mampu merambah pangsa pasar internasional dengan mengeksport sejumlah produk berkualitas tinggi ke sejumlah negara, seperti; Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Hongkong, dan Brunei Darussalam.

Peran serta Deltomed dibidang kepedulian lingkungan, juga tak kalah menggigit. Dalam rangka corporate social responsbility (CSR), Deltomed Laboratories telah melakukan penghijauan di kawasan makam Mbah Maridjan di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Ia menjelaskan, bahwa aksi sosial yang dilakukan Deltomed merupakan sebuah panggilan nurani dalam upaya memulihkan kondisi alam di kawasan kaki Gunung Merapi, yang dahulu tampak hijau, sejuk, namun berubah menjadi gersang dan penuh dengan pasir akibat bencana alam erupsi Merapi.

Related posts