Pahami Langkah Mencuci Kendaraan

Neraca. Saat kita menggunakan jasa pencucian motor, banyak diantara kita yang tidak memperhatikan bagaimana pekerjaan itu dilakukan. Kita datang, lalu menyerahkan kendaraan berserta kuncinya, kemudian menunggu hingga kendaraan kita selesai dicuci, tanpa tahu apa yang terjadi dengan motor kita.

Pada beberapa tempat pencucian motor di Wilayah Jakarta Utara misalnya. Motor dicuci dengan cara direbahkan ke tanah, dengan tujuan dapat menjangkau kotoran dibawah motor. Atau beberapa tempat di Jakarta Pusat, yang mencuci motor dengan memiringkan motor hingga 45 derajat, selain mudah membersihkan kotoran, kemiringan diharapkan akan memudahkan air cepat turun dan mongering dari sela-sela blok mesin motor.

Nah ada baiknya, kita pahami beberapa yang standar dilakukan banyak jasa pencucian motor. Berikut standar yang dijadikan prosedur operasional pencucian motor.

Pertama pencucian. Dengan melakukan penyemprotan air (steam) mulai dari bagian bawah, bagian belakang lalu ke depan secara berurutan. Kemudian diulangi dari bagian depan kebelakang, perhatikan! Penyemprotan kadang terhenti sesaat ditempat yang dinilai banyak kotorannya.

Setelah itu, penyemprotan pindah ke bagian bodi dengan mengatur tekanan air agar tidak merusak cat, lalu menyemprot bagian bagasi kendaraan (motor bebek dan sejenisnya).

Langkah kedua, sabun. Penyabunan umum dilakukan mulai dari bagian bawah termasuk sela-sela, dengan spon khusus bagian bawah kendaraan, hingga depan bagian depan. Spon akan diganti bila akan menyabun bagian body. Karena permukaan body lebih halus.

Ketiga adalah pembilasan. Kendaraan yang telah disabuni dibilas dengan steam air hingga bersih. Harus dipastikan, pembilasan benar-benar bersih tidak menyisakan sisa sabun.

Pada beberapa tempat, penyabunan menggunakan snow wash (busa salju) dari mesin yang khusus, umumnya hanya mempercepat pekerjaan. Namun disisi kebersihan, Anda masih dapat mengandalkan sistem manual dalam penyabunan.

Terakhir adalah pengeringan dan finishing. Seluruh bagian kendaraan dikeringkan dengan lap kulit (kanebo) tanpa kecuali dan harus benar-benar kering. Lap yang digunakan harus berbeda dengan lap bagian bodi dan bawah kendaraan, ini untuk memastikan kendaraan bersih sekaligus terawat keindahan catnya. Silahkan memperhatikan.

BERITA TERKAIT

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Bapenda Tingkatkan Pelayanan Pajak Kendaraan di Banten Selatan

Bapenda Tingkatkan Pelayanan Pajak Kendaraan di Banten Selatan NERACA Lebak - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten segera meningkatkan pelayanan…

Nissan Tuntas Jual Divisi Baterai Kendaraan Listrik

Nissan Motor Co, Ltd tuntas menjual anak usahanya yang selama ini memproduksi baterai kendaraan listrik, dan transaksinya diselesaikan belum lama…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…