Kewajiban US$2,8 Miliar kepada IMF Bukan Utang

NERACA

Jakarta -Bank Indonesia menjelaskan bahwa posisi kewajiban sebesar 2,8 miliar dolar AS kepada Dana Moneter Internasional (IMF) bukan utang kepada institusi itu dalam bentuk pinjaman yang selama ini dikenal."Kewajiban tersebut adalah alokasi 'special drawing right' (SDR) yang timbul sebagai konsekuensi kita sebagai anggota IMF. Seluruh anggota IMF mendapat alokasi SDR itu," kata Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacobs, di Jakarta, Selasa (28/4), mengenai posisi utang luar negeri (ULN) ke lembaga internasional termasuk IMF, dalam statistik ULN Indonesia.

Dia juga menjelaskan, sebagai anggota IMF, Indonesia membayar iuran sehingga kita memperoleh alokasi SDR sesuai kuota dan dicatat sebagai bagian cadangan devisa. Secara teknis pencatatan, alokasi tersebut juga dicatat sebagai kewajiban Indonesia.Sejak 2009, lanjut Peter, pencatatan teknis alokasi SDR atau mata uang internasional ciptaan IMF tersebut dilakukan di kewajiban kepada IMF. Hal ini juga dilakukan oleh seluruh anggota institusi tersebut.

Karena ini alokasi sebagai konsekuensi keanggotaan maka akan tetap muncul sepanjang Indonesia masih menjadi anggota, kata Peter.Menurut dia, ini berbeda dengan pinjaman ketika krisis 1998 yang memang bisa dilunasi setelah Indonesia mempunyai kemampuan tanpa harus keluar dari keanggotaan.

Utang Indonesia kepada IMF pada 1998 dilakukan untuk kebutuhan neraca pembayaran yang tergerus akibat krisis. Pinjaman yang sebesar 9,1 miliar dolar AS itu telah dilunasi seluruhnya pada 2006 silam.Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki utang kepada sejumlah lembaga keuangan dunia, termasuk IMF. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengoreksi informasi tersebut dengan mengatakan bahwa utang Indonesia ke IMF sudah dilunasi pada 2006. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bukan Sekedar Ritual

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo    Idul Fitri kemarin diwarnai pilpres yang situasinya…

Pemilu Bukan Berarti Tidak Bersatu

Oleh : Elan Lazuardi, Pemerhati Masalah Sosial Politik   Sebagai bangsa yang besar, tentu Indonesia harus mampu menunjukkan kepada dunia,…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Masih Miliki Ruang Turunkan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta – Bank sentral klaim masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Seven…

Libur Lebaran, Transaksi Elektronik Mandiri Syariah Tumbuh

    NERACA   Jakarta - Selama libur lebaran Mei 2019, transaksi kanal elektronik (electronic channel) PT Bank Syariah Mandiri…

BCA akan Merger Bank Royal dengan Anak Usaha Syariah

  NERACA   Jakarta - PT. Bank Central Asia Tbk mengungkapkan akan memerger atau menggabungkan anak usahanya PT. BCA Syariah…