Nusa Raya Bagikan Dividen Rp 277,87 Miliar

Rabu, 29/04/2015

NERACA

Jakarta – Emiten sektor konstruksi, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) memutuskan pembagikan dividen tunai atas perolehan laba bersih sebesar Rp 277,87 miliar yang dikantonginya sepanjang 2014 kemarin. Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 75 miliar untuk dibagikan kepada para pemegang sahamnya.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilangsungkan siang ini, Selasa (28/4). “Pembayaran dividen akan dilakukan pada 29 Mei 2015,” kata Hadi Winarto Christanto, Direktur Utama PT Nusa Raya Cipta Tbk di Jakarta, Selasa (28/4).

Perusahaan juga mengalokasikan perolehan laba bersihnya untuk mendadi laba ditahan. Rencananya sebesar Rp 197,87 miliar akan dimasukkan sebagai laba ditahan Nusa Raya Cipta. Sayangnya Hadi masih belum bisa membeberkan rencana penggunaannya.

Sedangkan sisanya akan digunakan sebagai dana cadangan perseroan. Menurut Hadi, sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas, perseroan memang diwajibkan untuk menyisihkan 1,79% dari laba besihnya menjadi dana cadangan. Kali ini dana cadangan yang dialokasikannya sebesar Rp 5 miliar.

Tercatat sepanjang kuartal I 2015, perseroan berhasil menghimpun kontrak baru dengan baik. Dimana perseroan telah merealisasikan 40,7% dari target kontrak baru yang dipatok perseroan tahun ini. Dalam tiga bulan pertama ini, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) ini telah mengantongi kontrak anyar senilai Rp 1,67 triliun atau 40,7% dari target Rp 4,1 triliun hingga akhir tahun.

Disebutkan, kontrak baru tersebut terdiri dari proyek Praxis Surabaya, Regatta apartemen, Hotel Pullman Ciawi, Hotel Indigo dan Q Big BSD City Tangerang Selatan. Perseroan juga mendapat Rp 380 miliar dari proyek pembangunan hotel Praxis dan Rp 200 miliar dari proyek pembangunan hotel Pullman Ciawi. Priscila bilang, tahun ini NRCA akan fokus mengincar proyek commercial building.

Sembari terus membidik calon-calon kontrak baru, NRCA juga terus melanjutkan pengerjaan proyek-proyek yang telah didapat sebelumnya seperti proyek Soho podomoro, Apartemen Paddington Height, Apartemen Calia, Lombok Epicentrum dan Tol Cikampek-Paliamanan. Untuk pembangunan Tol Cikampek- Palimana perkembangannya sudah mencapai 91% hingga akhir Maret 2015. Konstruksi proyek ini ditargetkan akan selesai bulan Juni mendatang sehingga dapat digunakan para pemudik saat libur lebaran.

Sejauh ini, NRCA belum ada proyek tol baru yang dibidik perseroan karena belum tersedia lahan yang siap untuk konstruksi sehingga perseroan masih akan fokus pada proyek-proyek high rise. Untuk menggarap proyek yang telah dikantongi saat ini, NRCA menyiapkan dana belanja modal (cpex) senilai 60 miliar dari khas internal perusahaan.

Tahun ini, NRCA menargetkan bisa mengantongi pendapatan Rp 3,6 triliun atau tumbuh 8,7% dari tahun lalu dan laba bersih stagnan di Rp 230 niliar. Tahun 2014 lalu, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 48% kendati pendapatan usaha perseroan turun. Laba bersih emiten konstruksi ini tercatat sebesar Rp 227,8 miliar atau naik dari Rp 187,7 pada periode tahun sebelumnya. (bani)