Sektor Ritel Topang Kinerja Mitra Pinasthika - Bukukan Laba Bersih Tumbuh 32%

NERACA

Jakarta – Perusahaan consumer otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pendapatan sebesar Rp 3,9 triliun pada kuartal I 2015. Pencapaian tersebut meningkat tujuh persen dibandingkan dengan kuartal I 2014 sebesar Rp 3,6 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (28/4).

Disamping membukukan pendapatan tumbuh, laba bersih perseroan juga membaik 32% menjadi Rp 116 miliar selama periode Januari-Maret 2015 dari Rp 87 miliar pada kuartal IV tahun lalu, meskipun menurun 24% dari Rp 152 miliar selama kuartal I tahun 2014.

Perbaikan kinerja MPMX di awal tahun ini didukung oleh kinerja anak-anak usaha yang tetap solid. Khususnya kedua sektor distribusi dan ritel serta consumer auto part berkontribusi hingga 86% dari total laba bersih perseroan,”Di tengah perlambatan ekonomi domestik, pencapaian kinerja perusahaan selama kuartal I 2015 cukup baik. Kami percaya dengan fundamental bisnis yang semakin kokoh, perusahaan akan tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis ini hingga akhir tahun," kata Direktur Keuangan MPMX, Troy Parwata.

Direktur Pengembangan Bisnis MPMX Agung Kusumo mengatakan penjualan pada kuartal I tahun ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang melambat, penurunan harga berbagai komoditas, dan kenaikan harga BBM yang berdampak pada pelemahan daya beli konsumen,”Tren penjualan otomotif umumnya di kuartal I sedikit lebih lambat ketimbang kuartal-kuartal selanjutnya. Meski demikian, MPMX masih mampu membukukan kinerja yang positif. Kami akan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang positif dengan memperkuat operasional dan memanfaatkan potensi baik yang tersedia,” kata Agung.

Sepanjang Januari – Maret 2015, bisnis sejumlah anak usaha MPMX berhasil tumbuh di atas industri. Di segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui anak usahanya yaitu Mulia mampu menjual 215.700 unit kendaraan di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, relatif stabil dibandingkan pencapaian pada kuartal I 2014.

Jika dibandingkan industri, kinerja Mulia sangat positif mengingat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan motor secara nasional pada kuartal I 2015 turun 17,2% menjadi 1,6 juta unit. Pada bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda empat, selama tiga bulan pertama tahun 2015 MPMAuto mampu menjual sebanyak 623 unit mobil Nissan-Datsun melalui lima dealer yang telah beroperasi, dibandingkan dengan total penjualan 1.382 unit mobil sepanjang tahun 2014.

Di bisnis consumer auto parts, salah satunya melalui Federal Karyatama (FKT) yang dikenal dengan oli dengan merek Federal Oil, MPMX mampu memperkuat posisinya di pasar oli nasional. Pertumbuhan laba bersih di kuartal I 2015 naik 57% dibandingkan kuartal IV 2014, atau naik tujuh persen dibandingkan dengan kuartal I 2014.

Di segmen jasa kendaraan, melalui anak usahanya yaitu MPMRent, MPMX mempertahankan jumlah kendaraan sebanyak 14.300 unit, seiring pertimbangan bisnis grup untuk menjaga aliran dana keluar masuk (cash flow) serta perbaikan operasional.

Pada sektor keuangan, MPMFinance berfokus pada kualitas pembiayaan dan menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) stabil di level 2,6%. Adapun MPMInsurance, mencatatkan gross premium sebesar Rp 40,9 miliar atau menanjak 70% dan laba bersih melonjak 131% menjadi Rp 6,8 miliar dibandingkan tahun lalu. (bani)

BERITA TERKAIT

PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

    NERACA   Jakarta - Listrik merupakan infrastruktur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri, yang…

Momentum Ramadhan dan Lebaran - Kimia Farma Bukukan Penjualan Tumbuh 20%

NERACA Jakarta – Selama Ramadhan dan Lebaran, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 10%-20%. “Kenaikan penjualan terjadi…

Perdagangan Domestik - Persaingan Ketat Disebut Sebab Penutupan Gerai Ritel Modern

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan beberapa gerai ritel modern Giant, yang dimiliki oleh PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…