IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Lagi, minim sentiment positif memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup terkoreksi tipis sebesar 3,28 poin seiring dengan aksi investor asing yang masih melakukan aksi lepas saham. Tercatat IHSG BEI turun 3,28 poin atau 0,06% menjadi 5.242,15. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 1,99 poin (0,22%) ke level 908,65,”Meski masih diwarnai aksi jual saham, namun pelemahan indeks BEI sudah mulai terbatas menyusul sebagian investor yang sudah mulai melakukan aksi beli," kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut dia, investor asing yang masih dalam posisi lepas saham menjadi salah satu faktor penahan IHSG BEI untuk bergerak menguat, dalam data BEI tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih (foreign net sell) senilai Rp1,818 triliun pada (Selasa, 28/4),”Walaupun masih diwarnai oleh 'capital outflow', namun potensi untuk mengalami kenaikan lanjutan masih terbuka cukup besar menuju level 5.389 poin, kondisi IHSG dalam jangka panjang masih berada dalam jalur tren penguatan," katanya.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Adhia Karya (ADHI), Unilever (UNVR), Gudang Garam (GGRM). Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, setelah IHSG BEI mengalami koreksi yang cukup dalam, pelaku pasar direkomendasikan untuk kembali melakukan akumulasi beli pada beberapa saham pilihan berkapitalisasi besar secara selektif.

Dia mengemukakan bahwa beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya Bumi Serpong Damai (BSDE), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 226.213 kali dengan volume mencapai 3,72 miliar lembar saham senilai Rp5,87 triliun. Efek yang mengalami kenaikan 142 saham, yang melemah 176 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 84 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 9,16 poin (0,03%) ke 28.442,75, indeks Bursa Nikkei naik 75,63 poin (0,38%) ke 20.058,95, dan Straits Times melemah 24,71 poin (0,70%) ke posisi 3.491,14. Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun 52,691 poin (1%) ke 5.192,755. Sementara indeks LQ45 turun 10,729 poin (1,18%) ke 910,649. Perdagangan cukup ramai dengan frekuensi transaksi 117,477 kali, dengan volume 3,141 miliar lembar saham senilai Rp 3,6 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 179 turun, dan 69 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mayoritas di zona merah. Hanya bursa Nikkei yang menguat di sesi pertama. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.075 ke Rp 53.075, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 350 ke Rp 24.650, Multi Prima Sejahtera (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 6.500, dan Mayora (MYOR) naik Rp 250 ke Rp 24.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari Dept. Store (LPPF) turun Rp 950 ke Rp 17.050, Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 22.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 34,30 poin atau 0,65% menjadi 5.211,13, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 8,71 poin (0,96%) ke level 901,93. Penurunan indeks BEI disebabkan sikap investor yang pesimis minimnya sentiment positif dari dalam negeri dan eksternal.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengungkapkan, sentimen negatif datang dari dalam negeri, investor cukup pesimis terhadap laba perusahaan untuk kuartal I 2015 yang dikhawatirkan mencatatkan perlambatan.

Dari eksternal, Alfiansyah menambahkan bahwa investor juga sedang menunggu rapat moneter Bank Sentral AS (the Fed) yang dimulai pada Selasa (28/4) waktu setempat, diharapkan dapat memberikan petunjuk waktu mengenai kapan the Fed mulai menaikkan suku bunganya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang khawatir terhadap Yunani yang mendekati kebangkrutan yang kemungkinan tidak akan mendapat dana bantuan sebelum menyetujui reformasi ekonomi penuh,”Sentimen eksternal dan internal yang terbilang kurang mendukung bagi pasar saham Indonesia, diperkirakan dapat kembali memicu IHSG dalam bayang tekanan pada perdagangan saham hari ini (28/4)," katanya.

Sementara itu, analis teknikal Mandiri Sekuritas Hadiyansyah mengatakan, terdapat potensi penguatan kembali secara teknikal khususnya pada saham saham perbankan yang sudah mengalami tekanan cukup dalam,”Target indeks BEI teoritis untuk penurunan adalah dikisaran 5.200 poin. Strategi yang dapat dilakukan adalah menunggu terjadinya 'pullback' (penguatan secara teknikal)," kata Hadiyansyah.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 59,44 poin (0,21%) ke 28.374,15, indeks Bursa Nikkei naik 118,85 poin (0,58%) ke 20.099,17, dan Straits Times melemaj 13,32 poin (0,38%) ke posisi 3.502,72. (bani)

Related posts