Bisnis Prostitusi (Tak Pernah) Mati

Oleh: Muhammad Najib, Ketua Kajian Agama, Budaya, dan Negara (KANeBa) UIN Walisongo Semarang)

Rabu, 29/04/2015

Pelaku bisnis prostitusi semakin menemukan tempat yang pas di tengah maraknya penutupan berbagai lokalisasi. Artinya, lokalisasi yang marak diberantas dalam beberapa tahun belakangan ini tidak lantas menyurutkan bisnis pemuas hawa nafsu itu. Justru, saat ini bisnis itu sudah menemukan habitus baru yang lebih aman, rahasia, dan simple. Ya, habitus itu adalah media sosial.

Semua itu erat kaitannya dengan kemajuan tekonologi dan informasi. Jelasnya, kemajuan tekonlogi dan informasi saat ini dimanfaatkan banyak orang untuk berbagai macam aktivitas mulai menjual baju, makanan, minuman sampai menjual diri secara online. Contoh terakhir inilah yang sedang menjadi tren belakangan ini dimana bisnis prostitusi melalui media sosial, terutama twitter. Bahkan, akibat maraknya bisnis tersebut mencuat kasus pembuhan akibat praktik prostitusi online.

Seperti yang diberitakan oleh berbagai media belakangan ini, bahwa pemilik akun @tataa_chubby (tata) menjadi korban pembunuhan. Kejadian itu berawal dari aksi tata memposting foto vulgar yang intinya menawarkan jasa pada lelaki hidung belang. Postingan tersebut dicuit oleh santoso melalui akun @santoso6yoyo. “Hy manis mw BO (booking-red) besok ada SLOT? Tanpa berpikir panjang, mereka berdua pun sepakat bertemu di sebuah apartemen. Namun, peristiwa nahas justru terjadi, Tata dibunuh.

Peristiwa tersebut menggegerkan banyak kalangan. Namun, bagi para pekerja seks komersial, peristiwa itu merupakan hal biasa (resiko-red) sehingga tidak sampai membuat mereka berhenti dalam dunia haram ini. Hanya perasaan waspada saja yang mereka alami. Jadi, para PSK mensiasati supaya kejadian sama tidak menimpa mereka dengan saling sharing foto-fota calon pelanggan di group WhatsAps. Langkah ini sebagai wujud antisipasi ketika terjadi sesuatu, teman-temannya dapat mengetahui siapa yang terakhir bersama dia. Selain itu, para praktik prostitusi online ini juga melengkapi alat kejut listrik sebagai jaga-jaga kalau terjadi sesuatu diluar dugaannya (Jawa Pos, 19/4).

Pertanyannya, mengapa bisnis prostitusi online saat ini menjadi tren? Jawaban atas pertanyaan ini sangat jelas sekali. Pertama, lebih simple, aman, dan rahasia. Membuat akun twitter sangat simpel sekali, hanya bermodal alamat email. Twitter pun dipercaya sebagai media sosial yang memberikan kebebasan lebih daripada akun lainnya, misalnya facebook. Dalam akun facebook, menposting foto atau video vulgar dan sejenisnya lama-lama akan lenyap, bahkan akun itu akun diblokir. Selain itu, para pekerja seks online juga memiliki seribu cara untuk menarik pelanggan secara besar-besaran dengan cara mengedit foto postingan sebaik mungkin.

Kedua, keuntungan lebih besar. Jika bisnis dilokaliasi, maka akan dikenakan biaya oleh mucikari, tetapi kalau melalui online tidak perlu melibatkan mucikari yang sudah barang tidak gratis. Artinya, bisnis itu bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan cepat. Jadi, dalam kondisi seperti inilah keuntungan bisa mencapai maksimal. Bahkan, dalam sehari, para praktik prostitusi online ini bisa melayani 4-6 pelanggan. Disisi lain, kerja sesuai dengan keinginan tanpa ada sebuah paksaaan pihak lain.

Keunggulan inilah yang menjadikan prostitusi online semakin massif. Selain itu, pelaku bisnis prostitusi online juga dapat menfilter pelanggan. Hal ini berbeda dengan lokalisasi dimana siapa yang datang harus dilayani. Asumsi mereka, para pelanggan di media sosial seperti twitter dalah mereka yang “beruang”, tidak mungkin kuli mempunyai akun twitter.

Ketiga, banyak pengguna. Lebih dari jutaan orang hari ini mempunyai akun twitter. Kondisi seperti inilah dimanfaatkan oleh wanita yang haus uang untuk mempromosikan dirinya secara besar-besaran. Pada kenyataannya, banyak pelanggan yang berdatangan. Kemudahan ini semakin menguatkan para pelaku bisnis prostitusi online, bahkan tidak jarang membuat orang lain tergiur akan profesi ini.

Kemudahan akun twitter sebagai media praktik prostitusi online semakin banyak. Sebab, di akun ini menyediakan akun member. Dari akun ini, orang-orang tinggal follow, kemudian informasi terkait apa-apa yang ada dalam hal prostitusi secara otomatis akan diketahui.

Lantas bagaimana mekanisme memakai jasa prostitusi online? Transaksi dalam hal ini sangat mudah sekali. Biasanya, pelanggan tinggal memesan dengan mengetik pesan singkat. Setelah itu, pelaku prostitusi online akan merespon. Sebelum menentukan tempat, para pekerja seks online mengajukan beberapa syarat diantaranya meminta down payment (DP). Setelah DP itu masuk ke rekening, akan menanggap dengan memberikan nomor telepon guna menentukan tempat “ekseksusi” yang paling pas, apakah di rumah kos atau apartemen.

Kuatkan Iman

Fenomena pekerja seks online akan semakin marak ketika hukum tidak mampu menyentuhnya. Oleh sebab itu, pemerintah terutama dalam hal ini menteri hukum, kesehatan, dan kominfo sekalipun harus bersatu padu melawan praktik prostitusi yang semakin luas. Jangan menunggu generasi kita banyak terkena penyakit seperti HIV/AIDS baru mengambil tindakan.

Terlepas dari semua itu, praktik prostitusi sesungguhnya bisa diatasi melalui merevolusi metal pelaku (PSK-red). Bisa dipastikan bahwa motif utama seseorang menjadi pekerja seks bebas adalah uang. Singkatnya, mereka memaknai uang sebagai orientasi dalam hidupnya. Alhasil, uang adalah sumber kebahagiaan. Bahkan, kehormatan seseorang dipandang dari seberapa banyak uang yang dimiliki. Inilah budaya yang telah mengakar di sebagian besar masyarakat Indonesia.

Harusnya, uang dijadikan sebagai sarana untuk menambah amal kebaikan antar sesama maupun sang pencipta. Sehingga, uang yang diperoleh digunakan untuk membiayai pendidikan, membangun gerakan sosial, berjuang membela agama, nusa, dan bangsa, bukan untuk diri sendiri. Semua itu tidak akan terjadi manakala hati tidak ditata melalui iman yang kuat.

Mengahiri uraian ini, prostitusi tidak akan pernah mati manakala pemerintah tidak mengambil langkah tegas. Selain itu, budaya mengkultuskan uang harus segera ditinggalkan jauh-jauh. Ingat! Uang bukanlah segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berasal dari uang. Titik tekan dari pandangan ini adalah menjadikan uang nomor dua setelah iman. Jika yang demikian terjadi, lama-lama prostitusi akan mati karena tidak mendapatkan tempat di hati orang-orang yang bersih karena memiliki iman kuat. (analisadaily.com)